Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Akhirnya End


__ADS_3

"Kemana Indah?" tanya chef Bram karena saat keluar ia tidak menemukan Indah bersama dengan Bima.


Hehhhh ....


Bima malah menghela nafas, ia menatap jauh ke depan, wanita yang beberapa saat lalu duduk di sampingnya telah menghilang jauh.


Chef Bram pun akhirnya duduk di samping Bima,


"Ada apa?"


"Indah ke sini cuma buat berpamitan!"


"Hahhh, maksudnya?" terlihat chef Bram terkejut.


"Baru saja Dio menjemputnya!"


"Dio?"


"Iya, sekretaris sekaligus asisten pribadi Indah, mantan asisten pribadiku!"


"Jadi aku di tinggal?"


"Begitulah!"


Akhirnya Bima pun menceritakan kembali semuanya.


Flashback on


"Mas, sebenarnya aku ke sini mau pamit sama mas. Seperti aku yang bisa melanjutkan hidupku, aku harap mas juga bisa melanjutkan hidup mas. Jangan terus merasa bersalah terhadapku, Pikirkan juga tentang Yusuf. Dia butuh sosok yang mungkin bisa menungguinya di rumah, membuatkan makanan atau membacakan cerita setiap malam. Dan itu bukan aku mas, chef Bram sudah cerita semuanya, ini saatnya mas Bima move on. Ada atau tanpa aku!"


"Maksud kamu?"


"Selama lima tahun ini, kedekatanku dengan Dio_!" ucap Indah seperti memberi jeda pada ucapannya.


"Dio?"


"Iya, aku tidak tahu jika akhirnya semua yang kami lalui selama lima tahun ini menumbuhkan rasa cinta di antara kami, dan Minggu depan kami memutuskan untuk menikah."


Rasanya seperti di sambar petir, tapi memang itu seharusnya. Bukan dia yang pantas berada di sisi Indah, tapi ..


"Lalu Dava?"


"Kami baru bertemu kemarin dan itupun membicarakan tentang pekerjaan, bukan hal pribadi. Tidak ada yang istimewa lagi dari kami selain hubungan teman lama yang sudah lama tidak bertemu!"


Tepat saat itu, sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah ba, dan seorang pria yang dulu pernah begitu dekat dengan Bima keluar dari mobil itu dengan penampilan yang lebih matang.


Senyumnya masih sama, senyum ramah dan penuh hormat,


"Bagaimana kabar tuan Bima?" tanyanya setelah berada di dekat Indah dan Bima.


"Aku baik, jangan memanggilku seperti itu lagi. Kita bukan lagi tentang atasan dan bawahan! Duduklah!" pinta Bima.


"Maaf, tapi saya hanya sebentar tuan. Mungkin lain kali!"

__ADS_1


Dio pun beralih menatap Indah,


"Bagaimana? Apa sudah selesai?"


Indah pun mengangukkan kepalanya,


"Iya!"


Indah pun berdiri dari duduknya,


"Indah harus pergi mas, salam buat chef Bram dan Yusuf ya. Terimakasih atas waktunya hari ini!"


Bima mengangukkan kepalanya dan Dio pun mengulurkan tangannya pada Indah dan menggandeng tangannya.


"Indah!" panggil Bima lagi berhasil membuat Indah dan Dio menoleh padanya.


"Selamat ya atas pernikahan kalian, semoga setelah ini kalian bisa hidup bahagia."


Indah melepas kembali tangan Dio,


"Mas juga!"


Bima beralih menatap Dio,


"Dio, aku tahu aku mungkin tidak pantas mengatakan hal ini, tapi aku sangat berharap kamu akan menjadikan Indah satu-satunya dalam hidup kamu, selamanya!"


"Iya tuan, terimakasih atas nasehatnya."


"Sama-sama!"


Sekali lagi Bima hanya bisa mengangukkan kepalanya. Diam di tempatnya sambil menatap kepergian Indah dan Dio.


Memang jodoh siapa yang tahu, tidak pernah terpikirkan sebelumnya jika Dio akan menjadi pengisi hari-hari Indah yang pernah hampa.


Kehadirannya benar-benar tidak terduga oleh siapapun, pria dengan perawakan tegas itu ternyata mampu meluluhkan hati Indah yang keras.


Flashback off


Chef Bram tersenyum dan mengusap punggung Bima,


"Jadi begitu?" ucapnya sambil mengangukkan kepalanya, "Jadi bagaimana denganmu sekarang?"


"Seperti yang di harapkan Indah, aku akan mencoba perlahan untuk melupakan Indah."


"Itu ide bagus, pikirkan juga Yusuf. Jangan sampai si Renata datang kembali dan berusaha mengambil Yusuf dari mu!"


"Terimakasih ya Bram, selama ini kamu sudah sangat membantuku!"


"Apa sih, kita ini sahabat."


Terdengar suara langkah kaki cepat dari dalam rumah dan itu Yusuf. Ekspresi sama seperti chef Bram saat keluar tadi, ia terlihat mencari sesuatu.


"Mana bidadari ayah?" tanyanya pada sang ayah.

__ADS_1


Bima pun segera menarik tubuh mungil Yusuf, meletakkannya di atas pangkuannya.


"Yusuf, kamu tahu kan bidadari itu banyak?"


"Iya, kata bibi Nur, ada tujuh!"


"Bagus! Sebenarnya bidadari Indah sudah pergi!"


"Pergi?"


"Iya, dia kan sudah menemukan sayapnya. Jadi setelah ini kita tinggal menunggu bidadari lain datang. Yusuf mengerti?"


"Iya!" anak itu tersenyum polos, "Yusuf tahu, Yusuf tinggal menunggu bidadari lain yang mau jadi bunda Yusuf seperti teman-teman Yusuf!"


"Benar, jadi Yusuf harus rajin berdoa supaya Allah menurunkan bidadari yang baik untuk yusuf!"


"Untuk ayah juga!" ucap Yusuf membuat Bima dan chef Bram saling pandang.


"Ya, untuk ayah juga!"


Setalah hari mulai petang, chef Bram pun memutuskan untuk berpamitan karena ia tidak mungkin meninggalkan istrinya lama-lama. Istrinya tengah hamil besar sekarang.


"Bro, gue balik dulu ya."


"Iya hati-hati di jalan."


"Oh iya, pesan gue. kalau Lo nggak sanggup liat pernikahan Indah sama Dio, mending nggak usah hadir ya!"


"Insyaallah!"


"Ya elah, sohib gue udah jadi ustad sekarang!"


"Apaan sih, sudah sama pergi."


Akhirnya chef Bram benar-benar meninggalkan rumah sahabatnya itu.


Walaupun ia suami dari sahabat Indah, ia bahkan juga tidak pernah tahu kalau ternyata Indah menjalin hubungan dengan Dio.


Selama ini Dio tetap terlihat lempeng-lempeng saja, meskipun setiap hari dimana ada Indah selalu ada Dio. Ia pikir hubungan mereka hanya sebatas kerja karena Dio tidak pernah ikut nimbrung bersama mereka saat bersama.


...Bahkan siapa yang tahu dengan jodoh, siapapun tidak akan tahu datangnya kapan....


Maaf ya jika di akhir cerita tidak sesuai dengan apa yang menjadi tebakan kalian, sengaja cerita ini aku buat flot twist biar sedikit beda.


Untuk yang penasaran dengan kisah cinta Indah sebenarnya, aku akan tulis di bonus chapter ya


Terimakasih sudah mengikuti kisah mereka dan jangan lupa untuk menunggu kisah Dava pada tanggal 1 November nanti dengan judul


Istri kontrak tuan Dava


Kisahnya akan aku buat ringan setelah yang berat-berat ya, jadi jangan sampai ketinggalan kisahnya.


Untuk bonus chapter akan aku selesaikan bulan ini juga

__ADS_1


...End...


__ADS_2