
"Mana yang mengantar sayur?" tanya Indah, ia benar-benar tidak sabar ingin segera bertemu dengan pemilik sayuran segar karena ia ingin memesan lebih banyak untuk capang restauran nya yang lain.
"Datang-datang bukannya nyapa dulu atau gimana, yang di tanyain malah pedagang sayur!" keluh Aya, wanita itu sekarang sudah terlihat lebih dewasa, apalagi dengan penampilannya yang lebih kalem dengan dress selutut bermotif bunga kecil tanpa lengan, tampak elegan di padukan dengan flat shoes. Dan yang paling menjadi pusat perhatian adalah perutnya yang sedikit berisi.
Hehhhhh .....
Indah menghela nafas, lalienatap perut Aya dan tersenyum.
"Hallo keponakan kecilku, jangan heran ya kalau nanti mommy kamu cerewet, dia memang begitu."
"Issstttt, belum-belum udah gadu yang enggak-enggak sama anak aku, awas ya kalau nanti kamu meracuni pikirannya!?" ancam Aya sambil tersenyum dan mengusap perutnya yang tampak berisi itu, Aya memang tengah hamil lima bulan. Tubuhnya juga tampak lebih berisi sekarang di bandingkan dulu.
"Sendiri di sini?" tanya Indah lagi saat tidak menemukan siapapun di samping Aya, padahal biasanya pasangan muda itu tidak pernah lepas. Kemana-mana selalu berdua, seakan dunia hanya milik berdua.
"Iya!?" ucap Aya sambil mengerucutkan bibirnya, "Mas Bram lagi ada siaran langsung di tv, aku males ketemu sama fans-fans nya yang anarkis itu."
"Cie ...., yang cemburu!?"
"Biasa aja. Ehhh jangan khawatir, tapi aku di sini dapat teman baru."
"Teman baru?" tanya Indah sambil mengedarkan pandangannya, tapi tidak menemukan siapapun,
"Maksudnya Asep, atau Mirna, atau Totok, atau_!"
"Stop!" Aya segera menghentikan ucapan Indah, jika tidak sudah pasti Indah akan mengabsen semua karyawannya saat ini. "Bukan mereka semua!"
"Lalu?"
"Itu!?" Aya menunjuk ke arah tempat bermain anak, dan ternyata seorang anak laki-laki tengah asyik bermain.
Indah mengerutkan keningnya, "Nemu anak di mana?"
"Di tukang sayur!"
"Hahhh, tukang sayur? Trus yang punya anak di mana?"
"Yang nganter sayur lagi di minta mas Bram ke tempatnya, soalnya di sana lagi kekurangan sayur."
__ADS_1
"Trus stok yang di sini?"
"Ngalah dikit ya Indha cantik, kata tukang sayurnya besok akan di kirim lagi."
"Kebiasaanya ya!"
Kadang Indah suka merasa kesal dengan sahabat dan suaminya itu, suka seenaknya sendiri.
Dari pada kesal, Indah lebih tertarik melihat ke arah anak laki-laki yang usianya sekitar empat tahunan itu, wajahnya tampak menggemaskan dia juga anteng dan tidak rewel, tapi senyum bocah itu seakan mengingatkannya pada seseorang.
Indah pun berdiri dan berjalan mendekati anak itu,
"Ndah, mau ke mana?"
"Ke anak itu!"
Indah pun berhenti tepat di depan anak yang tengah bermain dengan mainan Lego nya.
"Hai, Tante boleh ikut main nggak?" tanya Indah dan anak itu hanya menatap sejenak lalu kembali lagi sibuk dengan kegiatannya.
Yeee, aku di cuekin anak kecil nih ....
Anak itu kembali menatap Indah, tapi kali ini lebih lama, terlihat anak itu tengah mengamatinya membuat Indah mengusap wajahnya bingung,
"Ada yang aneh ya sama wajah Tante?" tanya Indah yang tidak mau bingung sendiri.
Anak itu menggelengkan kepalanya, "Aku suka sama Tante!?"
Ucap anak itu yang tiba-tiba membuat Indah mengerutkan keningnya, tapi kemudian ia sadar jika yang ada di depannya adalah anak usia empat tahun yang biasa berbicara sesuai dengan apa yang ia pikirkan,
"Tante tahu, memang Tante cantik sih." ucap Indah sambil tersenyum.
"Nanti kalau aku besar, boleh tidak menikah dengan Tante?"
Hahhh, nih anak baru juga ketemu sudah nglamar aja ...
Indah malah bingung harus menjawab apa, ia benar-benar tidak menyangka akan dilamar oleh anak usia empat tahun.
__ADS_1
"Kita kan belum saling kenal, bagaimana kita akan menikah!?"
"Aku akan sering datang ke sini." kemudian tatapan anak itu beralih pada pria yang baru saja memasuki restauran itu, ia segera bangkit dan berlari menghampiri pria itu.
"Paman, apa sudah selesai? Ayo pulang, ayah pasti cemas."
"Iya, bentar ya. Kamu tunggu di mobil, nanti paman nyusul."
"Siap paman!?" anak itu sudah hampir keluar tapi kembali ia berbalik dan menatap Indah,
"Sampai jumpa lagi cantik!?" ucap anak itu sambil melambaikan tangannya.
Ya ampun, nih anak genit banget ...., Indah hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Setelah anak itu benar-benar pergi, pria yang usianya sekitar dua puluh tahun itu pun menghampiri Indah.
"Mbak yang punya restauran ini ya?"
"Iya!?"
"Saya hanya mau mengatakan kalau sayur yang seharusnya di kirim ke sini_!"
"Sudah aku jelasin!" Aya segera memotong ucapannya.
"Iya nggak pa pa mas, besok sekalian kalau ada bawa jagung manisnya sedikit lebih banyak ya mas!"
"Iya mbak! Kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy Reading 🥰🥰🥰...