
"Saya mau langsung ke kantor saja!" pria berjas rapi dengan kaca mata hitam itu Barus aja turun dari pesawat, terlihat dua pria berjalan di belakangnya dengan aerophone yang melekat di sebelah telinganya menandakan kalau di adalah pada pengawal.
"Baik tuan. Kami akan menyiapkan sopir untuk anda."
"Tidak perlu, saya akan pergi sendiri."
"Baik tuan!"
Sebuah mobil Limosin sudah terparkir di depan pintu keluar bandar udara internasional itu, ia segera masuk ke dalam mobil saat seseorang membuatkan pintu mobil.
"Katakan pada mama, saya akan pulang terlambat."
"Baik tuan!"
Mobil pun langsung melesat seperti berpacu dengan udara. Ban yang terus berputar dengan. kecepatan tinggi melewati puluhan mobil yang berada di depannya.
Ini untuk pertama kalinya setelah lima tahun meninggalkan kota kelahirannya.
Alasan utamanya ia kembali bukan karena perusahaan yang tengah mengalami kekosongan pimpinan tapi karena seseorang yang sudah membuat hatinya bahkan tidak bisa berpaling meskipun sudah lima tahu ia mencoba untuk melupakan dan mengabaikan perasaannya.
Wajahnya kini sudah tampak lebih dewasa dengan bulu halus yang menghiasi wajahnya,
Setelah puas berkeliling, akhirnya ia memilih satu tempat sebagai tempat tujuannya.
Sebuah perusahaan yang seharusnya beberapa tahu lalu menjadi rivalnya, tapi semenjak peralihan kekuasaan itu. Ia bahkan enggan untuk mengusiknya.
__ADS_1
Perlahan tangannya mulai melepaskan kaca mata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya yang terukir tegas.
Kepalanya sedikit mendongak, mencari lantai yang mungkin akan menjadi lokasi utama yang ia tuju kali ini.
Setelah puas berdiri di sana, ia segera melangkahkan kakinya, ia harus mengakhiri sebuah rapat yang diadakan oleh pemilik perusahaan itu.
"Ruang meeting dimana?" tanyanya pada salah satu orang yang berdiri di balik meja resepsionis.
"Ada yang bisa kami bantu?"
"Saya perwakilan dari group E." ucapnya dengan pasti.
"Mari saya antar!"
Akhirnya ia mengikuti wanita dengan pakaian khas wanita karir itu. Hingga mereka sampai juga di depan sebuah ruangan dengan pintun lebar dan tinggi berwarna silver,
Tok tok tok
Wanita itu tampak mengetuk dan masuk beberapa detik kemudian keluar lagi dengan tangan yang masih menggengam handle pintu,
"Silahkan masuk, tuan!"
"Terimakasih!"
Langkahnya begitu tegas hingga sepatu fantofel yang beradu dengan lantai itu menimbulkan pantulan suara yang membuat siapapun yang berhadapan dengannya akan bergetar.
__ADS_1
Ini bukan kali pertama perwakilan dari group E datang ke perusahaan itu, tapi ini untuk pertama kalinya pria itu datang.
Langkahnya terhenti tepat lima langkah di depan pintu, hingga pintu kembali di tutup dari luar,
"Maaf, apa saya terlambat?" tanyanya saat mengedarkan pandangannya pada semua peserta rapat. Hingga membuat semua peserta menoleh padanya.
Begitu juga dengan seorang wanita yang tengah berdiri di depan layar besar, sepertinya ia sedang melakukan presentasi.
Wanita itu begitu terpaku, walaupun mereka sudah lama tidak bertemu, tapi ia yakin itu pria yang sama dengan pria yang memilih pergi lima tahun yang lalu.
Ia hampir saja hampiri saja menjatuhkan bolpoin lasernya tapi pria itu dengan cepat menangkapnya,
"Bagaimana kabarmu?" tanyanya membuat wanita yang baru presentasi itu terlihat kehilangan kata-kata nya. "Lanjutkan dan aku akan melihatnya!" ucapnya lagi sambil menarik tangan wanita itu dan meletakkan bolpoin itu di atas telapak tangannya dan ia pun menuju ke kursi yang masih kosong.
Wanita yang terkejut itu adalah Indah, saat ini ia sudah benar-benar menjadi seorang wanita karir yang sukses. Ia bahkan bisa menyelesaikan S1 nya hanya dalam waktu tiga tahun dan sekarang tengah mengerjakan tesis untuk program S2 nya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya
Follow akun Ig aku ya
Ig @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1