Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Menjadi abu-abu


__ADS_3

Walaupun tidak banyak bukti yang mereka dapat, mereka pun memutuskan untuk kembali ke kota. Indah tidak mau membuat Bima semakin curiga padanya.


"Terimakasih ya untuk hari ini, Dava!" Indah sudah turun di depan apartemen. Dava mengantarnya hingga ke pintu depan.


"Jangan khawatir, kalau butuh sesuatu. Aku siap membantu." Dava mengusap bahu Indah tapi seseorang dengan kasar menepis tangan Dava hingga membuat Dava terhuyung hampir jatuh beruntung ia dengan cepat menjaga keseimbangannya.


"Jaga tangan kamu!?" teriakan itu, Indah langsung hafal dengan suaranya, pria yang sudah resmi menikahinya beberapa bulan lalu sudah berdiri di sampingnya dengan mata penuh amarah, "sekali lagi kamu berani pegang-pegang Indah, aku tidak akan segan untuk memukul kamu." tangannya dengan tetap menunjuk ke arah Dava.


Tapi seperti biasa, Dava malah tersenyum dengan tengilnya, ia seolah tidak pernah takut dengan ancaman pria yang usianya lima tahun lebih tua darinya itu.


"Mas, sudah mas. Mas Bima apa-apaan sih." Indah dengan cepat melerai sebelum terjadi keributan, ia tahu Dava tidak akan menyerah begitu saja begitupun dengan Bima.


"Kamu yang apa-apaan, bisa-bisanya kalian pergi berdua tanpa pamit. Kamu tahu kan statuskan apa?"


"Kita bisa bicarakan hal ini di rumah! Bisa kan mas, Indah akan jelaskan!" Indah segera menarik tangan Bima, yang terpenting baginya sekarang adalah ia bisa menghindarkan dua orang ini dari pertikaian.

__ADS_1


"Kali ini aku melepaskanmu ya, tidak untuk lain kali, jangan harap kamu bisa bawa istriku pergi lagi, camkan itu baik-baik!" Bima kembali mengacungkan telunjuknya ke arah Dava, bukan Dava jika tidak bisa menahan emosinya. Ia masih tetap berdiri dengan tenaganya.


Tapi indah sudah menarik tangan Bima membawanya masuk ke dalam apartemen meninggalkan Dava yang masih terdiam di tempatnya.


"Sepertinya kamu lupa berhadapan dengan siapa, Bima!" ucap Dava dengan penuh ancaman kemudian berlalu meninggalkan tempat itu.


Perusahaan Dava bahkan lebih besar dari perusahaan Bima, tapi Dava tidak ingin berbuat gegabah karena mungkin perusahaan itu milik Indah.


Kini Indah dan Bima sudah sampai di dalam rumah, setelah mengunci pintu Bima kembali menarik tangan Indah dengan kasar ke dalam kamar dan melemparnya ke atas tempat tidur,


"Aughhhh mas, sakit!"


"Mas, hentikan!" rintih Indah tapi Bima tidak peduli, ia terus saja mendominasi Indah. Sepertinya pria itu benar-benar kehilangan kesabarannya. Berada jauh dari Indah selama dua hari membuatnya gila.


Bahkan kini baju Indah sudah terlepas sempurna, menyisakan kain tipis yang menutup bagian bawah Indah. Indah kali ini hanya bisa menangis tangannya berusaha untuk menutupi tapi tetap saja Bima mencoba untuk meraihnya.

__ADS_1


Bibir Bima sudah menjelajah ke seluruh tubuh Indah, ia benar-benar menginginkannya. Bahkan nafsunya tidak bisa terbendung saat bersama Indah. Tapi melihat air mata Indah membuatnya kalah, ia yang juga sudah melepas semua pakaiannya memilih berbaring di samping Indah dengan nafasnya yang terengah-engah menahan hasratnya yang begitu besar.


"Maafkan aku," Bima kembali memiringkan tubuhnya, merangkul Indah dan meninggalkan kecupan di seluruh wajah Indah. "Aku takut kamu pergi, berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkan aku."


Sekali lagi, ucapan Bima seolah menarik hati Indah. Seakan mengobati luka yang baru saja di torehkan oleh pria itu, Bima kembali memeluknya, menyusupkan wajahnya di cetuk leher Indah, menutup tubuh Indah dengan selimut,


"Aku mencintaimu." lagi dan lagi bisikan itu membuat sebuah warna yang Indah yakini hitam menjadi abu-abu kembali, ia takut jika sampai gundah menentukan sikap.


Mas Bima ..., jangan terus lakukan ini, biarlah kamu jahat di mata aku biar nanti aku akan mudah untuk melepaskanmu ....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2