
Yang nungguin kisah Dava akan aku buat di bulan November ya. Untuk yang sini aku akan fokus sama kisah Indah dan Bima. Sesuai dengan judulnya, tetap saja karena ini kisah Indah dan Bima yang lain akan tetap menjadi figuran, biarkan mereka punya kisahnya sendiri dengan porsinya sendiri. Jadi yang penasaran sama kisahnya Dava, cukup tunggu tanggal 1 November ya. Bab kemarin sedikit ulasan, kira-kira bisa nebak nggak ya kisahnya bakal kayak apa? Selamat berpenasaran. Sebentar lagi kisah Indah dan Bima akan segera usai, jadi biarkan alur berjalan sesuai dengan yang seharusnya ya🙏🙏🙏
...****************...
Yusuf dan Bima akhirnya sampai juga di depan rumah, tapi mereka cukup terkejut dengan keberadaan sebuah mobil yang terparkir di depan rumah. Terlihat Dirman berjalan cepat menghampiri Bima,
"Ada siapa Man?"
"Itu mas!" Dirman pun segara mendekatkan bibirnya ke daun telinga Bima dan membisikkan sesuatu, seketika. ekspresi wajah Bima berumah menjadi penuh amarah.
Ia pun segera menoleh pada Yusuf yang masih berdiri di sampingnya,
"Yusuf, ikut sama paman Dirman sebentar ya, ayah ada tamu!"
"Siapa yah tamunya?"
"Bukan siapa-siapa, jangan pulang sebelum ayah jemput. Mengerti!"
"Mengerti ayah!"
Setelah memastikan Yusuf pergi dengan Dirman, Bima pun berjalan cepat menuju ke rumahnya.
Seorang wanita dengan tubuh kurus tengah duduk di teras rumahnya.
"Bima!" wanita itu segera berdiri begitu melihat kedatangan Bima.
"Buat apa kamu ke sini?"
"Aku mau lihat anak kita!"
Bima tersenyum hambar, ia segera menyilangkan tangannya di depan dada,
__ADS_1
"Siapa yang kamu anggap anak kamu?"
"Bim, kamu jangan jahat sama aku. Mau bagaimana pun aku tetaplah ibunya!"
"Ibunya sudah meninggal semenjak ia memutuskan untuk pergi, jadi jangan mengaku-ngaku sekarang. Aku tidak punya banyak waktu, sebaiknya kamu segera pergi dari sini."
"Bim, aku mohon aku ingin melihat dan memeluk anakku sebentar saja."
"Tidak ada, lebih baik kamu pergi sekarang sebelum aku meminta warga untuk mengusir kamu!"
Dengan cepat wanita itu menjatuhkan tubuhnya yang ringkih dan bersimpuh di kaki Bima tapi Bima pun Tidka kalah cepat untuk memundurkan tubuhnya dan kakinya.
"Bima, aku mohon. Aku sungguh merindukannya. Aku mohon!"
"Jangan harap kamu bisa bertemu dengan putraku. Jangan lagi gunakaj air matamu itu padaku, tidak akan mempan. Bima yang sekarang sudah bukan lagi Bima yang dulu. Jadi setelah ini jangan harap kamu bisa datang kembali!"
Terlihat wanita itu menahan amarah, ia pun segara bangkit dan menyambar tasnya, menghapur air matanya yang sudah tidak berguna lagi.
"Coba saja jika kamu bisa!"
"Okey, aku terima tantanganmu!"
Wanita itu akhirnya benar-benar pergi dengan amarahnya meninggalkan rumah Bima. Wanita itu adalah Renata, setelah merasakan kehidupan seperti di neraka di rumahnya sendiri karena wanita yang baru saja di nikahi suaminya benar-benar mengandung, Renata akhrinya memutuskan untuk keluar dari rumah itu dengan membawa beberapa aset yang sengaja dia minta sebagai syaratnya.
Tapi kehidupan sendiri ternyata benar-benar menyiksanya, akhirnya tumbuh keinginan untuk mengambil putranya yang telah lama ia tinggalkan karena jelas dia tidak akan pernah mempunyai anak lagi.
***
Indah sudah duduk di salah satu bangku kosong di restauran yang cukup ternama itu, ia tengah menunggu pemilik restauran yang cukup sibuk karena harus Wira Wiri di televisi.
"Indah, ada apa nih ke sini? Nyonya sibuk ini tiba-tiba datang tanpa ada angin tanpa ada hujan!" pria yang baru masuk itu segera menghampiri Indah begitu mendapat laporan dari karyawannya.
__ADS_1
"Duduk chef!?" Bukannya menjawab pertanyaan pria itu, Indah lebih memilih mempersilahkan pria itu untuk duduk.
"Baiklah, ada apa? Apa kedatangan kamu ke sini buat nyariin Aya?"
"Enggak, Indah ke sini khusus buat nyari chef Bram!"
"Ada apa nih? Kayaknya serius banget? Oh iya, tadi sudah pesan sesuatu?"
"Sudah chef, jangan khawatir. Indah tidak akan kelaparan!"
Akhirnya mereka duduk berhadapan, pembicaraan mereka terlihat akan sangat serius.
"Jadi Indah pengen tanya?"
"Apa?"
"Tentang mas Bima!"
"Bima?"
"Iya, chef pasti tahu tentang mas Bima kan?"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1