Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Jangan meremehkan ku!


__ADS_3

Indah yang polos itu sekarang sudah berubah, ia bukan lagi Indah yang polos dan udik, ia sekarang sudah menjelma menjadi wanita yang siap menghancurkan siapapun yang membuat dirinya hancur.


"Tapi sepertinya wanita matang lebih menarik!" ucap Rena yang tidak mau kalah, ia sudah merasa panas di telinganya.


"Menurutku tidak deh, kayaknya beberapa pria menyukai daun muda. Kadang mereka sudah memiliki pasangan yang matang, yang seksi, yang modis!" ucap Indah sambil memperhatikan penampilan Rena, Indah tidak bisa memungkiri jika ren adalah wanita yang matang usianya sudah dua puluh empat tahun, penampilannya modis dan selalu mengikuti perkembangan jaman, ia juga seksi, "Tapi beberapa pria tetap aja mencari yang lebih muda, mungkin yang lebih muda itu yang lebih fresh dan bisa membuat hatinya di manjakan, merasa di butuhkan, itu menurutku sih!"


Indah kembali melanjutkan aktifitasnya merapikan rambutnya yang sedikit berantakan sambil sesekali melihat ekspresi Rena.


Maaf, tapi ini semua kalian yang memulainya, aku hanya akan melanjutkan apa yang sudah kalian mulai ....


"Ya udah aku ke ruangan suami aku dulu ya, dia pasti sangat cemas kalau aku pergi terlalu lama!" Indah Kembali menyambar tas tangannya dan meninggalkan Rena yang masih terdiam di toilet.


Sepeninggal Indah, Rena hanya bisa mengepalkan tangannya dan memukulkannya ke meja wastafel,


"Sepertinya dia sengaja bicara seperti itu!"


"Tapi buat apa dia mengatakan hal itu?"


"Apa jangan-jangan dia sudah tahu hubunganku dengan Bima?"


"Apa mungkin Bram sudah cerita semuanya pada wanita itu?"


"Aku harus cari tahu, aku nggak mau merasa di tindas sama wanita itu, pokonya tidak boleh!"


Indah sudah kembali ke ruangan Bima, dan benar saja Bima sudah menunggunya.


"Kamu dari mana?"


Bima segera mengandeng Indah dan membawanya duduk di sofa ruangannya.


"Aku dari toilet mas!"


"Tapi di dalam kan ada toilet juga!"


."Nggak pa pa mas, pengen ke toilet karyawan, tadi juga ketemu sama Rena!"


"Rena?" Bima tampak terkejut,


"Hmmm!"


"Kalian membicarakan apa?"


"Ini mas, aku cuma nunjukin lipstik baru aku, aku bilang aja kalau mas Bima paling suka lihat aku pakek lipstik ini!"

__ADS_1


Bima tersenyum masam, tapi ia memang juga suka saat Indah memakai lipstik itu, Bima tiba-tiba mendekatkan bibirnya pada Indah dengan cepat Indah menahan bibir Bima,


"Ada apa?"


"Nggak pa pa mas, aku masih sakit perut!"


"Aku ciumnya kan bibir, bukan perut!"


"Nanti aja ya kalau sudah enakan!"


"Baiklah, kamu istirahat saja!"


Bima sudah berdiri hendak melakukan pekerjaannya tapi dengan cepat Indah menahan tangan Bima,


"Ada apa?"


"Kalau mengerjakan berkasnya sama Rena atau Dio, di kerjakan di sini aja ya mas, aku akan duduk nemenin mas Bima!"


"Dio sedang ada tugas di luar kota, mungkin hari ini aku hanya akan mengerti akan berkas dengan Rena!"


"Kebetulan sekali mas!" sebenarnya Indah sudah tahu agenda Bima hari ini, karena semalam ia sudah bertanya pada Dio. Ia tahu seharian ini Bima akan sibuk dengan Rena, jadi ia harus membuat kerja mereka begitu tidak enak.


"Aku kan bisa ngobrol-ngobrol sama Rena sambil kalian kerja, nanti kalau aku capek aku bisa tidur kalian tetap kerja di sini!"


"Tapi_!"


"Masuk!"


"Maaf pak Bima, bagaimana apa bisa kita mulai sekarang? Ruangannya sudah siap!" ternyata itu Rena, Rena sudah menyiapkan ruangan khusus untuk mereka bekerja.


"Hai Rena, mas Bima setuju kalau kalian akan kerja di sini. Nggak pa pa kan, kita bisa ngobrol banyak nanti!"


Rena terlihat bingung, ia beralih menatap Bima meminta persetujuannya. Bima hanya bisa mengangukkan kepalanya, ia juga merasa tidak akan tenang jika meninggalkan Indah yang sedang sakit.


"Baik, saya akan mengambil berkas-berkasnya!"


Indah tersenyum puas saat Rena kembali keluar.


"Kalian kerjanya di sini aja ya, kamu duduk di sini sama aku biar Rena di situ. Kamu kan cuma ngecek aja kan?"


"Iya!"


Rena pun kembali masuk dengan membawa setumpuk berkas yang siap untuk di cek dan di tanda tangani oleh Bima.

__ADS_1


"Kamu duduk di sana nggak pa pa kan, Rena?" ucap Indah saat Rena hendak duduk di samping Bima, Indah sudah menunjuk sofa yang letakkan sedikit lebih jauh dari mereka.


"Iya tidak pa pa!" terlihat sekali wajahnya begitu berat bukan hanya Rena tapi Bima juga. Ia pasti sangat mencemaskan perasaan Rena sekarang.


Sepanjang bekerja, Indah bergelayut manja di tangan Bima, sesekali ia mengaduh kesakitan dan Bima akan dengan reflek mengusap perut Indah.


Saat sudah lelah Indah akan meletakkan kepalanya di pangkuan Bima dan hal itu membuat Rena semakin kesal.


"Kamu nggak capek kan mas, kalau aku tidur di pangkuan mas Bima begini?"


"Enggak, tidur aja nggak pa pa!"


Bima apa-apaan sih, dia sengaja apa mau buat aku cemburu ...., Rena semakin kesal saat melihat Bima mengusap kepala Indah seolah dirinya tidak ada di sana.


Rena pun mengambil ponselnya yang sedari tadi tergelatak. Ia segera mengirimkan pesan pada Bima.


Pria itu setelah mendapat notif pesan segera melihat siapa yang mengirim pesan dan saat tahu yang mengirim pesan wanita di depannya ia hanya mengerutkan keningnya,


Bima pun segera membuka pesan itu,


//Kamu sengaja banget sih bermesraan di depan aku, mau buat aku cemburu? Harusnya kamu nggak usah deh bawa-bawa dia ke kantor//


Bima pun segera mengirimkan pesan balasan pada wanita itu. mereka benar-benar tidak leluasa untuk bicara sekarang,


//Kita bicarakan ini nanti, sepulang dari kantor//


Setelah mengirimkan balasannya, Bima segera meletakkan ponselnya. Indah tidak peduli dengan hal itu, baginya sekarang ia sudah cukup berhasil.


Indah juga mendapat beberapa pesan dari Aya dan dava. Hari ini seharusnya ia kuliah tapi demi melancarkan rencananya, Indah memilih bolos.


//Ndah, kamu tidak pa pa kan?//


//Kamu nggak sakit kan?//


//Aku khawatir sama kamu//


Beberapa pesan itu di kirim Dava untuk Indah. Dan Indah sedang tidak ingin menjawab pesannya, ia sedang ingin menikmati perannya untuk menghancurkan perasaan kedua orang yang tengah menghancurkan hatinya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2