Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Tetap sesakit ini


__ADS_3

"Sekarang apa yang akan kamu lakuin?" tanya Dava yang sudah menyesal minumannya yang baru saja di antar oleh pegawai kantin kampus. Sambil menunggu kelas mulai mereka menyempatkan diri untuk sarapan.


"Aku tidak tahu, aku harus apa setelah ini." Indah bahkan belum punya pandangan untuk melakukan sesuatu.


"Boleh aku kasih saran?"


"Apa?"


"Kembali ke rumah orang tua Bima, sepertinya di sana kamu akan mendapatkan jawabannya."


"Tapi mas Bima keberatan jika kita tinggal di sana."


"Ya itu terserah kamu, kamu mau ke sana atau tidak."


"Baiklah, akan aku pikirkan."


Akhirnya mereka menyelesaikan sarapannya dan segera masuk ke kelas karena kelas akan di mulai.


Terlihat Aya bahkan sudah menunggu mereka di kelas, "Cie ...., bau-bau nya ada yang baru jadian nih!" godanya melihat Indah dan Dava datang bersamaan.


"Apa sih, nggak gitu." Dava terlihat biasa saja dengan apa yang di lontarkan Aya, berbeda dengan Indah karena memang Indah belum siap untuk menerima hubungan apapun sedangkan hubungannya dengan Bima bahkan masih sangat rumit.


Hingga kelas usai, Indah segera keluar dari kelas. Dava segera mengejarnya, "Kamu mau ke mana?"


Indah sebenarnya tidak begitu suka menceritakan banyak hal pada Dava tapi ia juga tidak mungkin mengabaikan Dava karena pria itu telah banyak membantunya, "Aku akan ke kantor mas Bima, mungkin di sana aku akan dapat sesuatu sekalian aku juga mau minta ijin buat ke rumah orang tuanya."

__ADS_1


"Mau aku antar?"


"Nggak perlu, aku naik taksi saja. Aku pergi." Indah segera berlalu meninggalkan Dava begitu saja, Dava tidak mau mengejar karena memang ia tidak punya hak apapun terhadap Indah bahkan ia tidak tahu bagaimana perasaan Indah padanya.


Hingga akhirnya taksi yang di tumpangi Indah sampai juga di depan kantor Bima, ia berdiri tepat di depan gedung bertingkat itu, menatap kantor itu hingga ia tidak bisa melihat ujung atasnya, kantor yang begitu besar, tinggi dengan ribuan karyawan di dalamnya.


Apa memang seharusnya tempat ini milikku? Jika iya, kenapa dan apa alasannya hingga mas Bima tidak pernah mengatakan apapun padaku?


Indah tersenyum getir, membayangkan kembali berapa peliknya hubungan pernikahannya dengan Bima seakan kembali menarik kebencian pada pria itu.


Ia pun dengan cepat melangkah masuk, ia sudah tahu di mana ruangan suaminya, ia tidak perlu bertanya pada siapapun lagi hingga langkahnya terhenti saat mendengar percapakan beberapa karyawan yang tengah istirahat siang.


"Hari ini nona Renata nggak masuk kan?"


"Iya, katanya nona Renata sakit."


"Nggak tahu, tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan pak Dio di telpon sepertinya sama pak Bima deh."


"Jadi pak Bima juga nggak masuk karena menjaga nona Renata di rumah sakit?"


"Iya sepertinya begitu."


Tapi percapakan mereka segera terhenti saat melihat Indah mendengarkan percapakan mereka,


"Nona Indah!"

__ADS_1


Indah tersenyum, ia seolah-olah bersikap biasa saja." Benarkan nona Renata sakit?"


"I,iya!"


"Kalau boleh tahu dia di rawat di mana ya?"


"Di rumah sakit xx, nona!"


Indah pun tidak membuang banyak waktu. Ia mengurungkan niatnya untuk masuk ruangan Bima. Ia lebih tertarik mencari kebenaran percakapan mereka.


Kini Indah sudah sampai di rumah sakit yang di sebutkan oleh karyawan tadi. Ia segera bertanya pada pihak resepsionis dan menanyakan tempat Renata di rawat. Dan ternyata benar, nama Renata terdaftar di salah satu daftar nama pasien di kelas VIP.


Indah segara mencari ruangan itu, terlihat pintu tidak tertutup sempurna hingga ia bisa melihat ke dalam dari celah pintu itu.


Tubuhnya seakan terpaku di tempat saat melihat Bima tengah membiarkan Renata menyandarkan kepalanya di pangkuan pria itu, tangan Bima juga tampak mengusap rambut Renata.


Ternyata tetap sesakit ini .....


Walaupun ia sudah pernah melihat hal yang lebih parah dari itu, tapi tetap saja ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya untuk tidak sakit. Tubuh Indah mulai bergetar, air matanya terjatuh begitu saja hingga seseorang menarik tubuh Indah dan membawanya pergi dari sana.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2