
Walaupun tidak seperti sebelumnya, tetap saja Dava masih menghindari Indah.
Indah tidak bisa memaksakan hal apapun padanya, ia juga harus sadar jika dirinya masih berstatus sebagai istri dari seseorang.
"Masih jalan sendiri-sendiri aja. Masih belum baikan?" tanya Aya sambil menyodorkan satu gelas minuman dingin untuk Indah.
"Makasih ya!"
"Hmmm!"
"Dava masih menghindari ku!"
"Nggak pa pa Ndah, justru ini bagus buat kamu. Kamu memang harus menyelesaikan urusan lama kamu sebelum menuju ke hidup kamu yang baru. Itu sih kalau menurut aku"
"Tapi aku tinggal di rumah Dava, Aya! Bagaimana bisa tinggal dala. satu rumah, tapi tidak saling menyapa!"
"Kalau kamu mau, kamu bisa tinggal di kontrakan aku, nggak pa pa. Kira berbagi kamar. Kalau kamu mau sih!"
"Tapi bagaimana caranya aku ngomong sama Dava?"
"Ya kamu tinggal ngomong aja kalau kamu mau tinggal sama aku, Dava juga tidak mungkin maksa buat kamu tetap tinggal kalau kamu merasa nggak nyaman!"
"Aku coba pikirkan deh nanti!"
Siang ini Indah sengaja tidak langsung pulang ke rumah Dava, saat di kampus ia tiba-tiba mendapat pesan dari nyonya rose dan memintanya untuk bertemu.
Ada rasa takut, tapi Indah harus tetap menghadapinya.
Mereka berjanji ketemu di sebuah kafe yang tidak jauh dari kampus.
"Dia yang bikin janji, dia juga yang telat!" gerutu Indah saat waktu seharusnya mereka bertemu sudah terlewat lima menit.
Baru saj Indah akan beranjak pergi, tapi langkahnya kembali tertahan saat melihat seorang wanita memasuki kafe.
__ADS_1
"Hhhhh, akhirnya datang juga!"
Indah kembali duduk, ia pura-pura menatap layar ponselnya.
"Maaf sudah membuatmu menunggu!"
Indah mendongakkan kepalanya dan tersenyum,
"Silahkan duduk, nyonya Rose!"
Nyonya Rose pun duduk, "Indah, kamu jangan bersikap seperti itu. Sungguh sayang mama tulus sama kamu!"
Hehhhh, mama sama anak sama aja, suka banget mengumbar kebohongan ....
Indah sama sekali tidak termakan ucapan wanita itu, ia memilih. tersenyum getir.
"Indah, ayolah. Kita masih tetap bisa menjadi sebuah keluarga yang bahagia. Jika kamu ingin Bima bercerai dengan Renata, tentu Bima akan menceraikannya. Tapi Indah, segeralah cabut gugatan cerai kamu, sebelum semuanya terlambat!"
"Kamu keras kepala sekali sih. Jangan di kira jika kamu bercerai dengan Bima kamu bisa mendapatkan semuanya!"
"Saya tidak seserakah nyonya, jadi jangan khawatir. Saya akan memberikan apa yang menjadi hak nyonya dan putra nyonya!"
"Sudah, maafkan mama,. Mama tadi tidak bermaksud berbicara seperti itu, mama hanya terbawa emosi. Sebenarnya mama hanya ingin menyerahkan ini!"
Nyonya Rose menyerahkan sebuah undangan.
"Ini apa?"
"Itu pesta yang akan di hadiri para pemegang saham, karena sekarang kamu menjadi bagian di dalamnya, jadi mama sengaja mengundang kamu secara khusus. Acara ini sebenarnya acara rutin setiap tahunnya, sebuah acara amal untuk kemajuan perusahaan kita!"
Indah mengamati undangan itu,
"Ya sudah, mama cuma mau memberikan itu. Kalau begitu mama pergi dulu!"
__ADS_1
Nyonya Rose menyesap minumannya hingga menyisakan setengahnya lalu pergi.
"Dia bahkan tidak membayar atas minumannya!" gumam Indah saat wanita itu bahkan tidak meninggalkan selembar uang pun untuk minuman yang telah ia minum, "Pelit banget , kalau sudah nggak ada maunya gitu banget. Dulu aja loyal banget, sekarang pelitnya minta ampun!"
Indah terus saja menggerutu sambil terus menyesap minuman ya sendiri, rasanya sayang jika meninggalkan minumannya sedangkan dia yang harus membayarnya.
Indah kembali memandangi undangan yang ada di tangannya,
"Apa aku harus hadir ya? Pengaruh nggak ya buat aku!"
Tapi Indah tidak tahu rencana nyonya Rose di balik undangan itu.
"Pikirkan nanti saja, yang terpenting sekarang bagaimana caranya ngomong sama Dava kalau aku mau tinggal sama Aya!"
Indah akhirnya memanggil pelayan dan meminta bil atas pesanannya dan pesanan nyonya Rose.
"Semuanya lima puluh ribu, nona!"
Hahhh, padahal cuma dua gelas saja. Bisa-bisanya lima puluh ribu, kalau di kampung lima puluh ribu bisa buat bayar sepuluh gelas minuman seperti ini. keluh Indah di dalam hati, ia benar-benar sering menyayangkan hal-hal kecil yang menurutnya tidak masuk akal.
Ia pun akhirnya merelakan uang lima puluh ribunya demi dua gelas minuman yang ia dan nyonya Rose minum.
Lain kali aku tidak ke sini lagi ...
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...
__ADS_1