Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Ingin bersenang-senang


__ADS_3

Renata terlihat baru bangun saat istri Dirman membersihkan rumahnya, ia ke dapur untuk mengambil air minum,


"Mbak, baru bangun!" sapa istri Dirman.


"Hmmm!"


Sombong sekali, beda banget sama mas Bima ..., batin istri Dirman yang tanpa melanjutkan pekerjaannya.


"Bima belum kembali?" tanya Renata lagi saat menyadari tidak ada Bima di rumah, biasanya pria itu sudah di rumah jam segini dan bersiap untuk pergi ke ladang.


"Belum mbak, tadi mas Dirman telpon katanya mereka masih di pasar, mau cari perlengkapan bayi."


"Ohhhh!?"


Enak aja dia mau shoping sendiri, batin Renata. Kemudian ia teringat sesuatu.


Ini kan hari libur, nggak mungkin kan Bima bawa uangnya ke bank.


Renata pun segera meletakkan gelasnya yang masih berisi setengah. Ia bergegas pergi ke kamar Bima. Ia tahu kamar Bima tidak pernah ia kunci.


"Di mana ya kira-kira ia simpan uangnya?" gumamnya pelan, ia mengamati kamar yang hanya berukuran tiga kali tiga meter itu, hanya ada tempat tidur, meja kecil dan sebuah lemari plastik di kamar itu.


"Mejanya nggak ada lacinya!?" gumamnya lagi, dan di atas meja itu hanya ada beberapa buku, sedangkan tempat tidurnya hanya ada satu bantal, selimut yang sudah dilipat rapi dan juga sajadah dan sarung yang sudah dilipat juga di sisi lain bantal.


Renata pun memutuskan untuk menyingkap karya itu di beberapa sisi, tapi ia tidak menemukan apapun.


"Nggak ada!"


Kemudian tatapannya beralih pada lemari plastik itu, ia pun mendekati lemari itu dan membukanya satu persatu. Ia menyingkap tumpukan baju yang tidak seberapa. Sudah tidak ada lagi kemeja atau jas di tumpukan baju itu, hanya ada celana dan kaos.


Hingga ia menemukan bungkusan kresek berwarna hitam,


"Kayaknya ini deh!?" gumamnya pelan dan ia pun mulai membuka kantong kresek itu.


"Iya benar, banyak sekali!?" Renata benar-benar kegirangan, ia mulai menghitung jumlah uang yang ia dapat dan semuanya ada lima belas juta karena yang lima juta di bawa oleh Bima untuk membeli perlengkapan bayi.


Renata pun bergegas membungkusnya kembali dan merapikan kembali lemari itu.


Ia bergegas keluar dari kamar itu sambil menyembunyikan bungkusan kresek itu di balik dasternya,


Saat melihat istri Dirman yang tengah menyampu di depan tv, ia pun menghentikan langkahnya,


"Ehhh kamu!" selama ini bahkan Renata tidak pernah menanyakan nama wanita itu.

__ADS_1


"Saya mbak?" tanya istri Dirman sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Memang di sini ada orang lain selain aku sama kamu? Sudahlah, tolong Carikan aku ojek!"


"Ojek?"


"Iya, ngerti kan ojek. Kalau aku suruh kamu cari taksi kan nggak mungkin ada di sini, jadi cari aja ojek."


"Buat apa mbak? Kalau mbak Renata mau pergi, biar aku telpon kan mas Bima aja ya mbak, biar mas Bima cepat pulang trus antar mbak Renata."


"Enggak! Jangan coba-coba ya hubungi dia, sudahlah jangan bawel. Cepetan kenapa sih, ada kan yang punya motor di sini?"


"Ada mbak, tapi perut mbak Renata sudah besar. Nanti takutnya_!"


"Jangan kolon-kolom banget napas jadi orang, ya udah deh kalau nggak mau mencarikan ngomong aja aku bisa cari sendiri, banyak cing cong banget sih nih orang!?"


"Ya udah mbak, tunggu ya. Biar aku Carikan!?"


"Nah gitu dong dari tadi. Kan nggak perlu marah-marah juga akunya!"


Akhirnya istri Dirman pun menyerah, ia pergi keluar untuk mencari orang yang mau jadi ojek sedangkan Renata segera bersiap-siap. Ia mandi dan memakai baju lamanya yang masih muat, tidak lupa memakai high heels nya yang sudah lama tidak ia pakai. Ia memasukkan semua uang kedalam tas kecilnya.


"Pokoknya hari ini aku mau shoping, nyalon dan memanjakan diri."


"Lama banget sih!?" gerutunya.


"Maaf mbak, jam segini banyak yang ke ladang, mas Tomo tadi aja sudah di ladang, untung dia mau aku ajak pulang."


"Sudah ah, ayo."


"Kita kemana mbak?"


"Antar aku ke kota."


"Kota?" pria itu tampak bingung.


"Ya udah lah, ntar sampai perbatasan aja, biar aku cari taksi."


Pria itu kembali menatap istri Dirman, tentu ia takut karena harus membawa wanita yang tengah hamil melakukan perjalanan jauh.


Dan istri Dirman pun memberi isyarat untuk mengiyakan saja.


Akhirnya pria itu melajukan motornya, sedangkan istri Dirman hanya terpaku dengan sepatu hak tinggi yang di kenakan oleh Renata,

__ADS_1


"Hamil besar kayak nggak hamil aja kelakuannya!" gumam istri Dirman sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Pria itu benar-benar tidak berani mengendarai motornya dengan cepat,


"Bisa naik motor nggak sih, lambat banget. Keburu siang!?" keluh Renata.


"Iya mbak. Maaf!?"


Kalau tidak ingat dia istri mas Bima, sudah aku tinggalkan di jalan nih orang ...


Beruntung Renata istri Bima, sebagian besar penduduk kampung menghormati Bima karena Bima terkenal baik dan ramah di kampung, ia ringan tangan membantu kesusahan orang kampung. Ia bahkan kerap meminjamkan mobilnya dengan percuma jika ada yang membutuhkannya, bahkan bersedia menjadi sopirnya.


Akhirnya mereka sampai juga di perbatasan kota,


"Sudah turun di sini saja." teriak Renata membuat pria itu menghentikan motornya dengan tiba-tiba.


"Aduhhh, bisa naik motor nggak sih!?" keluhnya saat tubuhnya hampir saja terjatuh.


"Maaf mbak, mbaknya yang memberi instruksi mendadak."


Renata akhirnya turun dari motor,


"Tunggu bentar, tunggu sampai aku dapat taksi baru boleh pergi."


Renata pun mengeluarkan ponselnya dan mulai memasang taksi online.


Akhirnya dengan setia pria itu ikut menunggu, setelah setengah jam, akhirnya taksi yang di tunggu datang juga. Renata kembali merogoh tasnya dan mengeluarkan selembar uang dua puluh ribuan.


"Ini buat kamu, ambil aja kembaliannya!"


Renata pun segera masuk ke dalam taksi dan meninggalkan pria itu sendiri,


"Kembalian apa, ini mah buat beli mesin cuma dapat satu liter, nggak cukup buat pulang pergi. Bensin naik lagi!?" gerutunya sambil memandangi uang dua puluh ribu di tangannya.


"Benar-benar beda banget sama mas Bima, punya istri kok Judeh banget kayak gitu. Cantik sih cantik, kalau judes mending dibuang ke laut aja."


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2