
Setelah malam itu, Bima tidak lagi berpikir banyak tentang ucapan Renata. Dari pada memikirkan hal yang belum pasti, ia lebih memilih fokus untuk mencari uang dan menjaga anak yang masih dalam kandungan Renata.
Setiap hari, saat pagi hari ia akan pergi ke ladang unrkn membantu Dirman mengolah tanahnya dan sore hari ia akan berkeliling untuk mencari dagangan sayuran.
Pagi buta, sekitar jam tiga malam ia akan berangka ke kota untuk menjual sayuran.
Walaupun hasilnya tidak banyak tapi Bima mensyukuri nya. Ia merasa hasil yang sedikit yang ia dapatkan sekarang lebih membuatnya merasa tenang.
Saat di pasar, ia akan berbelanja berbagai keperluan rumah, terutama keperluan untuk memenuhi behutuhan gizi anaknya yang masih berada dalam kandungan Renata.
Sedangkan Renata masih sibuk dengan dirinya sendiri, dari pada sibuk mengurus rumah. Ia memilih memanjakan dirinya sendiri. Manfaat kan kehamilannya untuk beralasan terbebas dari pekerjaan rumah.
"Kamu bisa kan menyapu atau cuci piring?"
"Bim, kamu tega nyuruh aku. Kamu tidak lihat perut aku besar begini!" Renata menunjukkan perutnya yang sudah besar.
Bima menyerah, ia juga tidak mungkin memaksa Renata,
"Baiklah, aku akan meminta orang untuk bantu bersih-bersih."
"Itu baru ide bagus!"
Karena hari-hari Bima yang cukup sibuk, ia pun akhirnya meminta seseorang untuk membatunya membersihkan rumah.
Dan ia pun akhirnya meminta bantuan pada Dirman,
"Beneran butuh orang mas?"
"Iya, soalnya istri saya sedang hamil nggak tega kalau nyuruh dia mengerjakan pekerjaan rumah."
"Ada sih, bagaimana kalau istri saya saja?"
"Kamu serius?"
"Iya mas, kebetulan istri saya sudah satu bulan ini tidak bersih-bersih lagi di rumah majikannya. Bagaimana?"
"Kalau begitu malah bagus. Hanya bersih-bersih rumah aja, selebihnya biar aku yang mengerjakan sendiri."
"Siap mas. Nanti saya bicara sama istri saya."
Beruntung istri Dirman bersedia, saat pagi hari ketika ia sudah berangkat ke ladang, istri Dirman akan datang untuk membersihkan rumah.
Bima menggaji istri Dirman setiap bulannya, memang tidak banyak tapi cukup untuk membantu kebutuhan keluarga.
"Kamu istrinya Dirman ya?" tanya Renata, ia sempat mendengarkan cerita tentang Dirman dari Bima.
"Iya mbak."
"Bagus deh, aku nggak suka rumah berantakan. Tapi jangan ganggu aku, aku akan di kamar. Kalau sudah selesai bersih-bersih langsung pergi aja nggak usah panggil-panggil."
"Iya mbak!"
Akhirnya Renata benar-benar masuk ke dalam kamar dan sepertinya sengaja mengunci kamarnya dari dalam.
Istri Dirman hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan Renata,
"Ya Allah, kasihan banget mas Bima. Dapat istri kok kayak gitu."
Jadi selama ia bekerja di rumah Bima, ia jarang sekali bertemu dengan Renata.
Bukan hanya istri Dirman, bahkan para tetangga ikut penasaran dengan istri Bima, tapi tidak pernah menemukan wanita itu.
...***...
Bagaimana dengan hidup Indah?
Indah sudah hidup dengan tenang tanpa para penggangu, ia menikmati perannya sebagai mahasiswa semester akhir. Menikmati perannya sebagai pemilik perusahaan yang besar.
Setiap hari ia selalu di sibukkan dengan pekerjaan dan tugas kuliah, tidak ada waktu untuk memikirkan masalah hati.
__ADS_1
Bukan tidak ada yang berusaha untuk mendekatinya, baik dari perusahan maupun dari mahasiswa.
Bahkan beberapa putra dari beberapa lawan bisnisnya mencoba mendekati Indah tapi tidak ada yang bisa membuat Indah merasakan perasaan yang namanya cinta.
Ia lebih memilih fokus dengan pekerjaannya. Baginya saat ini sudah cukup ada Aya.
"Aya, kamu di mana?" tampak Indah beratnya dengan sambungan telpon. Ia terus berjalan di antara keramaian pusat perbelanjaan itu.
Mereka sebelumnya datang bersamaan, tapi karena terhebat di kerumunan diskon, mereka harus terpisah.
"Aku masih di bawah, di sini ramai banget. Kamu duluan aja deh, ntar aku nyusul."
"Beneran nggak pa pa?" tanya Indah dengan sedikit berteriak karena suasananya begitu bising.
"Iya."
Brukkk
Tiba-tiba tubuhnya terpental karena tanpa sengaja menabrak seseorang. Tapi saat hampir terjatuh, tangannya segera di tarik.
"Maaf ya!? Aku nggak sengaja."
Indah menatap pria yang menarik tangannya itu,
"Chef Bram!?"
Pria itu ternyata baru menyadari kalau itu Indah,
"Indah, lama nggak ketemu ya!?"
Akhirnya mereka pun memilih tempat yang nyaman untuk mengobrol.
"Bagaimana kabar kamu?"
"Seperti yang chef lihat, Indah baik-baik saja."
"Syukurlah!"
"Bagaimana kelanjutan hubungan kamu dengan Dava?"
"Dava?"
"Iya, seingatku kamu punya hubungan istimewa dengan anak itu."
"Tidak seperti itu. Dia memilih menerima tawaran pekerjaan di luar negri. Jadi kami tidak lagi berhubungan."
"Sepertinya, begitu lebih bagus. Aku nggak yakin kalau keluarga Dava akan setuju berhubungan denganmu jika mereka tahu kamu punya hubungan dengan Tante Rose."
"Maksudnya mamanya mas Bima?"
"hmmm!"
"Memang apa hubungannya?"
"Jadi kamu tidak tahu?"
Indah menggelengkan kepalanya,
"Mereka dulu punya hubungan yang buruk, ini mengenai papa Bima dan mamanya Dava. Itulah kenapa saat itu aku memperingatkan padamu untuk menjaga jarak dari Dava."
"Maksud chef apa ya, aku kurang mengerti!"
"Jadi begini, papanya Bima di minta Tante Rose untuk menikah dengan mamanya Dava, Tante Rose sengaja memalsukan perceraiannya dengan papanya Bima agar papanya bisa menikahi mamanya Dava."
"Dengan motif?"
"Ia ragu kalau papanya Bima itu cinta pertama mamanya Dava, setelah tahu papa Dava meninggal dunia, ia memanfaatkan situasi itu untuk mendekatkan suaminya dengan mamanya Dava. Dan itu berhasil, mereka benar-benar menikah. Tapi semuanya tidak bertahan lama karena Dava mengendus rencana Tante Rose."
"Jahat sekali mamanya mas Bima. Ternyata korbannya bukan cuma aku, bahkan sebelum aku bahkan sudah melakukan rencana yang sama pada suaminya!?"
__ADS_1
"Itulah kenapa, sampai sekarang papanya Bima tidak pernah bersedia untuk pulang. Ia memilih bercerai dengan kedua istrinya dan hidup sendiri di luar negri."
Sekarang Indah tahu kenapa ia kerap melihat Bima dan Dava bermusuhan, ternyata bukan hanya karena dirinya tapi karena ada alasan lain yang melatarbelakanginya.
"Indah!?" sapa seseorang dan dia adalah Aya, ia tidak menyadari ada chef Bram di sana.
"Hai Aya!" sapa chef Bram sambil melambaikan tangannya.
"Chef Bram!?" Aya jadi salah tingkah, ia sudah lama gefan dengan chef Bram.
"Duduk, Aya!?"
Aya pun segera duduk dan berbisik pada Indah,
"Kenapa tidak bilang kalau ada chef Bram, tahu gitu aku dandan dulu kan."
"Nggak pa pa, lagian chef Bram liat kamu tetap cantik kok, iya kan chef_!" dengan cepat Aya membekap mulut Indah.
"Kamu keterlaluan sekali!?" gerutu Aya dengan suara lirihnya.
"Aya kamu cantik!" puji chef Bram seperti mendengar pembicaraan mereka.
"Hahhhh?"
"Aku serius! Kamu cantik!"
Aya benar-benar dibuat salah tingkah dengan ucapan chef Bram, "Terimakasih!?"
"Kayaknya aku kebelet, kalian bicara dulu ya! Aku cuma bentar!?" Indah segera berdiri sengaja memberi kesempatan pada mereka untuk mengobrol.
"Indah, aku ikut!?" Aya menahan tangan Indah.
"Aku cuma bentar. Jangan khawatir, chef Bram nggak bakal gigit. Iya kan chef?"
"Hmmm!"
Akhirnya Aya melepaskan tangan Indah, Indah sengaja membawa serta tas dan ponselnya.
Setelah menjauh dari mereka, Indah menunggu hingga sepuluh menit kemudian ia mengirimkan pesan pada chef Bram.
//Maaf chef, aku ada keperluan mendadak. Aku titip Aya ya, kalau chef nggak keberatan tolong antar dia pulang ya, soalnya mobilnya aku bawa//
"Kirim!?" gumam Indah dengan begitu senang.
Benar saja dua orang yang tengah menunggu kembalinya Indah tampak gelisah hingga sebuah motif pesan masuk
"Indah kenapa ke toilet aja lama banget sih!?" gumam Aya.
Tapi chef Bram tampak tersenyum setelah membaca pesan,
"Ini!?" chef Bram menunjukkan layar ponselnya pada Aya.
"Dia seperti sengaja." gerutu Aya lirih.
"Saya akan pulang sendiri, chef. Jangan khawatir!?" ucap Aya yang merasa tidak enak dengan pria di depannya itu.
"Enggak, aku akan mengantarmu. Kebetulan hari ini aku tidak ada acara, itu kalau aya nggak keberatan."
"Ahhh, keberatan? enggak!?" ucap Aya dengan cepat.
"Bagus, habiskan minumanmu. Kau sudah lapar, bagaimana kalau kita cari tempat makan dulu?" ajak chef Bram.
"Begitu ya? baiklah!"
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...