Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Pencarian Indah


__ADS_3

Taksi yang di tumpangi Indah akhirnya sampai juga di depan sebuah rumah besar yang walaupun ia hanya tinggal beberapa bulan aja di sana, Indah sudah merasa akrab dengan rumah itu.


Seperti ada daya tarik sendiri bagi Indah yang membuatnya ingin menetap di sana, Indah menatap nanar rumah itu. Rumah yang seharusnya menjadi tempat terhangat baginya mengadu ternyata hanya di penuhi dengan kebohongan. Ia merasa saat ini dalam hidupnya tidak ada tempat untuk bertahan atau mengadu. Hanya ada kehampaan yang tidak berujung.


"Aku harus cari tahu semuanya sebelum semuanya meninggalkanku!" gumamnya sambil mengusap sisa air matanya yang masih menempel di pipi. Tidak lupa ia juga mengambil cermin kecil yang ada di dalam tasnya, memastikan jika penampilannya masih cukup layak untuk bertemu dengan mertuanya.


Langkah Indah begitu yakin, tapi saat kakinya hampir saja menapak di tangga di depan teras, sebuah mobil juga masuk ke halaman luas itu. Indah menghentikan langkahnya dan menunggu siapa pemilik mobil itu.


Yang ia kira nyonya Rose ternyata seorang pria dengan penampilan rapi lengkap dengan tas yang ada di tangannya.


"Selamat siang!" sapanya membuat Indah tersenyum dan menjawab sapaan.


"Selamat siang!"


Ternyata bukan hanya Indah yang penasaran, tapi pria itu sepertinya juga penasaran dengan Indah.


"Anda putri nyonya Rose?" tanyanya tapi tampak ia meragukan pertanyaannya sendiri,


"Bukan, saya menantu nyonya Rose!" jawab Indah dengan pasti tapi matanya terus mengawasi tas yang di bawa oleh pria itu.


"Jadi kamu Indah?" pria itu langsung tersenyum ramah seolah-olah ia tengah menunggu sosok Indah.


"Iya."


"Kenalkan." pria itu mengulurkan tangannya pada Indah, Indah pun dengan perasaan masih bingung menyambut uluran tangannya, "Saya pengacara Hadi, saya kuasa hukum keluarga kamu dan keluarga nyonya Rose!"


Jadi dia pengacara, kebetulan sekali. Mungkin aku bisa banyak bertanya padanya ...., tapi yang di maksud keluargaku? Indah tiba-tiba terfokus dengan kata keluargamu.


"Maksudnya?"


Tapi belum sampai pak Hadi menjawab tiba-tiba nyonya Rose datang dari dalam,


"Pak Hadi, anda sudah datang!" kemudian tatapannya beralih pada Indah, "Indah, kamu juga di sini?"

__ADS_1


Indah tersenyum menanggapinya, ia memang tidak mengatakan dulu kalau ia akan datang lagi,


"Ya sudah, mari masuk!" nyonya Rose segera mempersilahkan mereka untuk masuk.


Awalnya Indah ingin ikut mendengarkan pembicaraan mereka tapi ternyata nyonya rose menyadari keberadaan Indah,


"Indah, kamu masuk dulu ya. Mama mau bicara sama pak Hadi dulu."


"Baik ma!" Indah pun terpaksa meninggalkan ruang tamu.


Tapi Indah tidak langsung pergi jauh. Ia memilih bersembunyi di balik dinding pemisah dan mendengarkan pembicaraan dua orang itu yang mungkin saja membicarakan dirinya.


"Silahkan duduk pak Hadi!"


"Terimakasih!"


Mereka pun akhirnya duduk di sofa terpisah,


"Nyonya Rose, bukankan tadi itu Indah? Kenapa tidak kita bicarakan hal ini langsung pada Indah?"


"Tapi usia Indah sudah lebih dari delapan belas tahun sedangkan wasiat dari orang tuanya, semua aset yang di miliki Indah harus di serahkan pada usia delapan belas tahun!"


"Bukan apa-apa pak Hadi, tapi aku rasa Indah masih belum mengerti tentang mengelola perusahaan. Biarkan saja perusahaan di kelola Bima sampai Indah benar-benar siap."


"Baiklah, kalau begitu saya percayakan semuanya pada nyonya dan putra nyonya!"


"Saya mengerti!"


Indah yang masih mendengarkan pembicaraan mereka sekarang pun jadi tahu apa tujuan pernikahan mereka sebenarnya.


Jadi aku hanya akan di jadikan mesin pencetak anak agar bisa di manfaatkan ...., enggak, semua ini nggak boleh terjadi ...


Indah pun segera meninggalkan tempat itu sebelum ada yang melihatnya. Ia segera masuk ke dalam kamar yang menjadi kamarnya dan Bima.

__ADS_1


Indah segera melepas tas dan sepatunya, ia duduk di salah satu tepi tempat tidur. Ia memikirkan apa yang baru saja ia dengar.


"Mungkin aku harus menemui pak Hadi sendiri." gumamnya, "Aku harus mencari alamat kantornya, mungkin di ruang kerja itu."


Indah pun segera berdiri, ia sudah tahu ruang kerja itu. Dengan mengendap-endap ia berjalan menyusuri lorong dan masuk ke dalam ruang kerja itu. Ruang kerja yang membuatnya tahu banyak tentang rahasia mereka.


Indah segera mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa di jadikan petunjuk. Ia memeriksa meja, laci hingga lemari. Tapi baru saja ia membuka laci lemari tiba-tiba ia mendengar pintu di buka.


Dengan cepat Indah mencari tempat persembunyian, ia berjongkok di balik meja kecil yang ada di samping lemari yang di atasnya ada fas bunga besar hingga mampu menutupi tubuhnya.


Ternyata yang masuk ke dalam ruangan itu adalah nyonya Rose. Indah segera menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara apapun.


"Papa nyimpennya di mana ya!" gumam nyonya Rose, seperti sedang mencari-cari sesuatu tapi ia juga meninggalkan sesuatu di atas meja.


Ternyata yang tengah ia cari adalah sebuah flashdisk yang tersimpan di laci yang ada bawah meja, "Ini dia." gumamnya sambil tersenyum lalu meninggalkan ruangan itu lagi.


Indah sudah hampir berdiri tapi tiba-tiba nyonya Rose kembali berbalik seperti ada yang tertinggal, "berkasnya." sepertinya ia teringat dengan berkas yang tadi ia bawa, "Ahhh biarkan di sini dulu deh, nanti saja saya simpennya." nyonya Rose akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan itu membuat Indah merasa lega.


Setelah memastikan nyonya Rose benar-benar pergi, Indah segera memeriksa berkas yang di tinggalkan nyonya Rose di atas meja.


"Ternyata ini berkas yang di bawa pengacara Hadi." gumam Indah saat membaca tulisan yang ada di sampul atas. Indah pun segera memeriksa apa isi berkas itu dan benar saja ternyata di dalamnya ada berkas tentang pengalihan surat kuasa,


"Jadi ini_, Seharusnya ini atas namaku. Apa yang di katakan Dava benar!" Indah pun segera mengambil satu lembar berkas yang di rasa cukup penting, tidak lupa ia juga memfoto alamat pengacara Hadi.


Setalah mendapatkan apa yang ia cari, Indah pun buru-buru pergi dari ruang itu agar tidak sampai ada yang melihatnya di sana.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.abi5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2