Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Kecemasan Bima


__ADS_3

Matahari sudah sangat tinggi hingga sinarnya mampu menembus selah-selah gorden di kamar itu, wanita yang tengah tertidur pulas di kamar itu tampak mulai menggerakkan tubuhnya, meregangkan otot-ototnya, tapi tetap saja perasaan sedih tidak benar-benar hilang dari hati dan perasaannya meskipun sudah berlalu satu malam.


Mata Indah perlahan terbuka, meskipun cukup sulit karena matanya yang sembab. Ia menatap sekeliling tempat itu, perasaan cemas kembali muncul saat ia tidak bisa menemukan seseorang di sana.


Dengan cepat ia terduduk dan memastikan sekali lagi bahwa ia hanya sendiri di kamar itu,


"Dava!?"


Indah segera turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan pria itu,


"Dava, kamu di mana?"


"Dava!?"


Ia akhirnya keluar dari kamar dan perasaan lega segera hinggap saat melihat pria itu tengah berdiri di balik meja dapur, tangannya tengah sibuk melakukan sesuatu.


"Dav!?"


Pria itu segera berbalik dan tersenyum,


"Selamat pagi, bagaimana tidurmu? Nyenyak?"


Indah segera berjalan menghampirinya dan duduk di balik meja dapur itu,


"Aku takut!"


"Takut kenapa?"


"Kamu juga pergi!"


"Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu, aku janji!"


Dava segera duduk di balik meja itu dan memberikan sepiring nasi goreng untuk Indah,


"Makanlah, kamu pasti lapar. Kemarin seharian kamu belum makan kan?"


"Punya kamu mana?"


"Gampang, aku bisa masak lagi!"


"Biar aku saja!"

__ADS_1


"Memang siapa yang akan mengijinkan kamu memasak di sini!"


Indah tersenyum, ia memang sudah sangat lapar. Ia segera melahap nasi goreng buatan Dava,


"Gimana rasanya?"


"Enak, kamu suka masak juga ya?"


"Sedikit, hanya untuk diri sendiri! Dan sekarang aku masak buat kamu!"


"Tapi ini rasanya sungguh enak!"


"Syukurlah jika kamu suka, aku akan sering memasak untukmu!"


"Nggak perlu, lagi pula aku bisa masak sendiri!"


"Makanlah, aku akan ambilkan minum untukmu!"


Dava Kembali turun dari duduknya dan mengambilkan segelas air putih untuk Indah.


"Minumlah, jika kamu mau lagi aku akan memasak lagi untukmu!"


"Nggak perlu, ini sudah cukup! Terimakasih ya Dav, aku benar-benar nggak nyangka jika kamu yang akan ada di saat-saat terpurukku!"


"Tuan muda, apa yang harus saya lakukan?"


"Cari Indah, jangan kembali kalau Indah belum kembali!"


"Baik tuan, saya akan mengerahkan semua anak buah saya untuk mencarinya!"


Penampilan Bima benar-benar terlihat berantakan, ia juga tidak ada rencana untuk ke kantor hari ini padahal ia sudah berjanji pada Rena mereka akan ke kantor bersama.


Karena terlalu lama menunggu akhirnya Rena menghubungi Bima juga,


"Sayang, jadi nggak jemput aku?"


"Maaf Ren, hari ini aku nggak ke kantor!"


"Ada apa?"


"Indah belum pulang dari kemarin!"

__ADS_1


"Dia lagi, dia lagi...., sekarang ada apa lagi?" terdengar suara Rena begitu kesal.


"Indah pergi sama Dava!?"


Tapi seketika kekesalan Rena menguap begitu mendengar nama Dava,


"Jadi Indah nggak pulang sama cowok itu? Benar-benar Indah ya, dia itu istri macam apa sih, bisa-bisanya pergi sama cowok lain, bermalam lagi!"


"Cukup Rena, kamu jangan buat aku pusing!"


"Baiklah, kalau gitu biar aku ke situ ya!"


"Nggak usah!"


"Nggak usah khawatirkan macam-macam, lagi pula Indah tahu kalau aku sekretaris mu, pasti dia maklum lah kalau pulang trus lihat aku di tempat kamu!"


"Terserah kamu lah!"


Bima segera mematikan sambungan telponnya, ia benar-benar pusing hari ini. Ia takut jika sampai Dava berbicara macam-macam tentang dirinya.


Apalagi hubungan bisnis keluarganya dengan keluarga Dava sedang sangat tidak baik.


***


Kini Indah sudah tampak lebih segar dengan penampilan yang lebih rapi, ia sudah mandi dan membersihkan diri.


"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Dava, mereka sekarang sedang duduk di teras villa sambil menikmati hamparan danau yang luas.


"Aku akan kembali kepada mas Bima!?"


Mendengar pernyataan Indah, Dava begitu kesal. Ia sampai berdiri dari duduknya dan mengusap rambutnya dengan kasar,


"Kamu jangan gila Indah, kamu Sudan buta rupanya!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2