Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"

Ternyata, "Aku (Bukan) Satu-satunya"
Ke rumah besar


__ADS_3

Seharian Indah sengaja mengacau hari Rena dan tentunya bima. Bukan tidak mungkin Rena terus mengirimkan pesan meneror pada Bima.


"Kalian pulang berdua ya?" tanya Rena yang tampak berlari mengejar langkah Indah dan Bima.


Indah dan Bima pun terpaksa menghentikan langkahnya,


"Iya, ada apa?" tanya Bima.


"Hari ini aku tidak bawa mobil, kalau kalian tidak keberatan. Boleh nggak aku numpang sampek rumah?"


Bima tersenyum dan hampir mengangukkan kepalanya,


"Nggak!?" tapi ucapan tegas Indah berhasil membuat Bima menoleh padanya, "Maksudku hari ini kan ada janji sama mama rose!"


"Janji?" Bima mengerutkan keningnya, seingatnya ia tidak merasa memiliki janji.


"Iya mas, tadi mama Rose kirim pesan ke aku katanya mama pengen makan malam bareng sama kita!"


"Begitu ya?"


"Hmm!"


"Tapi tetap saja satu jalan kan ke rumahku!" Rena masih memaksa, ia merasa bukan masalah kalau hanya ingin melanjutkan perjalanan ke sana.


"Kayaknya nggak bisa deh, Rena! Aku juga mau ke toko kue yang ada di dekat taman dulu. Jalannya kan berlawanan, lebih baik kamu naik taksi aja deh, nggak pa pa kan?"


"Baiklah, tidak pa pa!"


Bima terlihat begitu berat meninggalkan Rena tapi ia juga tidak bisa berbuat banyak.


"Kami duluan ya!" Indah segara menarik tangan Bima meninggalkan Rena yang masih berdiri di tempatnya, walaupun dia tengah tersenyum, tapi senyum itu jelas bukan senyum yang tulus. Terlihat kebencian di hati Rena saat ini.


Kini Indah dan Bima sudah berada di dalam mobil, terlihat Bima sesekali mengirimkan pesan. Walaupun Indah tahu pesan itu untuk siapa, ia sedang tidak ingin mempermasalahkan.


Ada hal yang lebih penting yang ingin ia ketahui, itulah kenapa ia mengajak Bima ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


"Sini ya toko kuenya?" tanya Bima membuat Indah tersadar dari lamunannya,


"Ahhh iya! Aku turun bentar ya mas!"


"Iya!"


Indah pun segera turun, Bima memanfaatkan hal itu untuk menghubungi Rena.


"Hallo Rena!"


"Bima, kamu jahat banget sih, hari ini seharusnya kamu ke rumah kan?"


"Iya, tapi maaf. Aku tidak tahu kalau Indah mengajak ke rumah mama!"


"Kalian nggak nginep kan di sana?"


"Aku belum tahu, nggak usah tunggu aku!"


"Kamu kebiasaan sekali sih, aku juga istri kamu. Aku malah istri pertama kamu seharusnya kamu bisa adil!"


"Aku cuma mau di perhatikan juga sama kamu, bukan cuma gadis kampung itu!"


Bima melihat Indah sudah kembali keluar dari toko kue itu,


"Sudah dulu ya, Miss you!"


Dengan cepat Bima mematikan sambungan telponnya tepat saat Indah membuka pintu mobilnya,


"Sudah dapat?" tanya Bima berbasa-basi.


"Sudah, ayo!"


Setelah Bima meletakkan kemasan kue itu di bangku belakang, ia segera melajukan kembali mobilnya.


Hanya butuh waktu setengah jam dan mereka sampai di depan rumah besar itu, mereka segera turun dan di sambut oleh para pelayan seperti biasanya.

__ADS_1


Tidak terkecuali dengan mama Rose, sebuah kejutan melihat putranya itu pulang,


"Ya ampun, mama benar-benar senang kalian ke sini!"


"Bukankah mama sendiri yang minta tadi?" tanya Bima tetap dengan sikap dinginnya membuat wanita paruh baya yang masih terlihat begitu cantik itu mengerutkan keningnya dan menatap Indah serta Bima bergantian.


Indah segera mengedipkan matanya, "Iya ma, mama tadi kirim pesan kan sama Indah buat makan malam sekalian menginap di sini!?"


Walaupun masih bingung akhirnya mama Indah pun mengerti, "Ahhh iya, maklum mama sudah tua, jadi sedikit lupa!"


"Bima capek, mau istirahat!" Bima berlalu begitu saja seolah-olah benar-benar malas saat bertemu dengan mamanya.


"Mas!?" Indah memanggil suaminya tapi tetap tidak berguna karena pria itu sudah berjalan cepat menaiki tangga.


"Sudah nggak pa pa, Bima memang selalu seperti itu!"


"Ahhh iya ma, Indah bawakan ini untuk mama sama papa, semoga mama suka!" Indah menyerahkan kue yang sempat ia beli tadi.


"Ya ampun, nggak perlu repot-repot Indah. Bima sudah kamu ajak kesini aja mama sudah seneng!"


"Maaf ya ma, tadi Indah nggak kasih tahu dulu!"


"Nggak pa pa, mama suka! Istirahatlah dulu, mama akan minta pelayan untuk menyiapkan makan siang spesial buat kita malam ini!"


"Iya ma!"


Indah pun terpaksa menyusul Bima ke kamar.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2