
Setelah memastikan Rena benar-benar pergi, Indah pun segera meletakan piring itu di atas pangkuan Bima.
"Mas, bisa lanjutkan sendiri kan makannya, aku kebelet ke kamar mandi, tidak pa pa kan?"
"Iya, tidak pa pa!"
Indah dengan cepat pergi ke kamar mandi, mengunci kamar mandi dari dalam,
Ia segera memuntahkan semua isi perutnya di toilet,
Hoeks hoeks hoeks
Ia merasa jijik sendiri dengan apa yang baru saja ia lakukan, ia juga mengusap tubuhnya yang baru saja di sentuh oleh Bima,
"Ini benar-benar menjijikkan!"
Indah beberapa kali mengusap tubuhnya seakan-akan bekas Bima benar-benar hilang dari sana.
"Dan aku harus melewati semua ini setiap hari!"
Indah kembali mengusap air matanya yang lulu dengan sendirinya,
"Indah, kamu harus kuat! Jika kamu lemah maka mereka akan menganggapmu bodoh!"
Indah berusaha keras untuk mengendalikan dirinya, ia harus menyiapkan rencana yang lebih matang sekarang, setidaknya mereka berdua harus mendapatkan yang setimpal dengan yang ia rasakan saat ini.
Benar saja, baru saja permulaan kini Rena yang sudah berada di dalam kantor hanya bisa uring-uringan. Ia benar-benar kesal melihat kemesraan yang di tunjukkan Bima dan Indah.
"Enggak, ini nggak bisa di biarkan. Indah nggak boleh ambil Bima dari aku, Bima adalah milikku!"
Setelah puas di kamar mandi, Indah pun kembali menghampiri Bima yang masih berada di tempat yang sama tapi sekarang ia sudah memegang berkas-berkas di tangannya.
"Mas, maaf ya aku lama di kamar mandi!"
"Nggak pa pa, kamu istirahat saja, hari ini aku akan menemanimu seharian karena aku tidak akan ke kantor!"
__ADS_1
"Benarkah?"
"Iya!"
"Tapi maaf mas, hari ini aku ada acara lagi!"
"Acara apa?"
"Tugasnya belum selesai, tapi jangan khawatir. Tidak akan sampai malam kok mas, nggak pa pa kan kalau mas Bima di rumah aja!"
"Kalau begitu biar aku antar aja ya!"
"Nggak usah mas! Nanti aja kalau aku kemalaman, aku akan hubungi mas Bima, gimana?"
"Tapi kamu yakin?"
"Iya mas!"
Indah pun segera kembali ke kamar untuk mengambil tasnya,
"Aku pergi mas!"
Karena panggilan Bima membuat Indah terhenti di depan pintu, "Iya mas, ada apa?"
"Sepertinya kamu melupakan sesuatu!"
"Apa?"
Bima pun beranjak dari tempatnya dan menghampiri Indah, Bima hampir saja mengecup bibir Indah tapi dengan cepat Indah menundukkan kepalanya hingga bibir Indah hanya mengenai kening Indah,
"Sampai jumpa nanti mas!"
Indah pun dengan cepat berlalu membuat Bima terpaku di buatnya,
"Kenapa Indah sepertinya sengaja menghindari ku!" gumam Bima sambil memegangi bibirnya.
__ADS_1
Indah mengusap keningnya saat Sudja berada di lift, ia benar-benar merasa jijik dengan semua yang di lakukan oleh Bima, bayangan bagaimana pria itu bermesraan dengan Rena selalu saja melambai-lambai di pelupuk matanya.
"Jangan harap aku akan menghabiskan seharian bersama kamu mas!?" gumam Indah, ia sudah terlanjur benci dengan pria yang beru kemarin masih begitu ia cintai itu.
Indah segera segera menghubungi Aya, mengajaknya bertemu di tempat nongkrong.
"Tumben Ndah, ngajak aku ke sini!" ini untuk pertama kalinya Indah mengajak Aya pergi hanya untuk menikmati waktu luang.
"Aku bosan di rumah, sesekali liat cowok-cowok ganteng nggak pa pa kan!" ucap Indah dengan senyum manisnya.
"Ehhh kemarin sepupu kamu hubungi aku loh, dia nanyain kamu!"
"Trus kamu ngomong apa?"
"Ya aku bilang kalau kamu sama Dava perginya, emang kemana sih? Kenapa Sampek malam masih di cariin, kamu kencan ya sama Dava?"
Ohhh jadi Aya yang bilang ... ...
"Enggak, lagi males aja pulang!" Indah bicara sambil meneguk minuman dinginnya.
"Kamu ada masalah ya? Sama sepupu kamu?"
Indah tidak mungkin cerita tentang masalahnya pada Aya, Aya tidak tahu apa-apa tentang kehidupannya.
Bukannya sudah tidak cinta lagi dengan pria yang sudah berstatus sebagai suaminya itu tapi mengetahui kenyataan yang membuat dirinya hancur, ia memilih menghindar agar tidak semakin terjerumus dalam cinta yang semu.
Indah terus saja mengaduk minumannya dan sesekali menyesapnya. Tetap saja suasana terasa begitu berbeda, ia di tempat yang ramai tapi hatinya begitu sepi sekarang.
Aya yang juga hanya bisa diam tidak berani bertanya banyak melihat wajah Indah yang tampak begitu tertekan.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga yang banyak biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy Reading 🥰🥰🥰...