Terpaksa Menikah Karena Hamil (Anna Dan Logan)

Terpaksa Menikah Karena Hamil (Anna Dan Logan)
Jika kamu jadi dia?


__ADS_3

Anna mengajaknya Park Jiwon dan Park Yeojin menepi, lalu menceritakan semua yang diketahuinya tentang Logan. Anna sangat percaya bahwa mereka memang ayah kandung dan saudari tiri Logan.


Park Jiwon pun berbagi cerita mengenai dirinya yang telah terpaksa meninggalkan Maya, ibu kandung Logan, ketika mengandung. Park Jiwon yang merupakan anak orang kaya, harus menurut pada orangtuanya untuk dijodohkan dengan gadis sederajat dengannya. Apalagi, orangtuanya mengancamnya.


Tak mau mengorbankan keselamatan Maya, Park Jiwon mau tak mau meninggalkan Maya tanpa jejak. Setelah pernikahan, Park Jiwon tinggal di Amerika, dan baru kembali setelah 10 tahun kemudian.


Rasa bersalah dan sisa cinta yang masih ada, Park Jiwon mencari jejak Maya dan anaknya. Namun, ia tak menemukan apa pun, selain tentang kematian Maya.


Mata keriputnya menyendu, lirih ia berkata, "Choegeunkkaji, naneun geugeosdeur-eul beolin geos-eul huhoehaessda. Aiga keoganeun sigileul nohchyeoss-eoyo, keureuse... (sampai saat ini, aku menyesal telah membuang mereka. Aku melewatkan masa-masa anak itu tumbuh, entah...)." Ia menghela napas berat, menatap kedua telapak tangan keriputnya. "Ajig *** sigan-i issdeun eobsdeun (aku masih sempat melihatnya atau tidak)."


Park Jiwon menghela napas, Anna mencelus. Penyesalan pria tua itu, Anna bisa memahaminya. Lalu, ia membuat inisiatif lain, yang mungkin bisa menghibur pria itu.


"Logan aju jal jalago itseumnida. Geuneun jalsaeng-gigo kiga keugo bojogaega issda (Logan tumbuh dengan sangat baik. Dia tampan, tinggi, dan punya lesung pipi)," kata Anna ceria sembari menunjuk pipinya. "Keu namja biseushada... a! Kim Min-kyu (Dia mirip dengan ... ah! Kim Min-Kyu)."


"Jeongmal? A! Keu atiseuteu!" sahut Park Jiwon, bibir tipisnya menyunggingkan senyuman merekah. "Geu bojogae geuui eomeoniegeseo eod-eotseumnida (Lesung pipinya dia dapatkan dari ibunya)."


"A! Keureokeuna? (Oh, begitu?)"


Anna tersenyum getir. Park Jiwon kembali mengenang Maya, Anna membiarkannya. Angin yang membelai rambut, membuat pandangannya teralihkan pada langit cerah dengan awan berarak bebas terhela oleh angin. Kini, bayangan Logan memenuhi kepalanya, lalu menoleh pada Park Jiwon seraya berangan-angan.


Jika Logan bertemu dengan ayah kandungnya, bagaimana reaksinya nanti?


...💍...


Sebelum pulang ke rumah, Anna mengunjungi minimarket. Ia membeli satu kap ramyun dan sebotol air mineral dingin. Ramyun itu ia masak di sana, lalu duduk di kursi yang ada dalam minimarket.


Selagi menunggu mie matang, Anna memeriksa ponselnya. Tak diyana Woojin sedang lewat di depan minimarket, lalu melihat Anna. Woojin mendekati kaca besar itu, mengetuk kacanya hingga berhasil membuat Anna melihat padanya.


Anna melirik padanya, dan Woojin tersenyum seraya melambaikan tangan. Di luar dugaan, Anna membalasnya dengan senyuman tulus. Itu pertanda undangan baginya untuk mendekat.


Gegas Woojin masuk, tetapi ia membeli beberapa gimbab dan minuman kaleng, barulah menghampiri Anna yang tengah mengaduk mienya.


"Aku nggak ngikutin kamu loh? Tujuan aku memang ke sini." Tiba-tiba Woojin berceloteh sambil meletakkan kantong plastik belanjaannya.

__ADS_1


"Mwoya? Aku nggak ngomong apa-apa loh," bantah Anna polos, tapi sedikit tersinggung.


Saat Woojin mengeluarkan sebungkus gimbab dan minuman kaleng dari plastik. Tak sengaja ia melirik pada ramyun Anna, lalu tertegun. "Kamu makan ramyun? Tumben?"


"Oh!" seru Anna, melirik pada kap ramen sejenak. "Lagi pengin aja. Hari ini lagi nggak pengin masak," jawabnya renyah.


"Ngomong-omong kamu cantik banget hari ini? Habis pergi, ya? Kencan?" celetuk Woojin mencemooh seraya membuka bungkus gimbabnya.


Seketika Anna tersipu, dan sontak berseru membantah. "Sok tahu! Aku habis mengunjungi makam."


"Makam?"


"Ya. Di Dongjak-gu."


Woojin tampak agak terkesiap, tapi tetap ingin mencari tahu. "Makam siapa?"


Hati Anna jadi sendu, apalagi saat ia harus memikirkan Logan saat menjawabnya. "Makam ibu dari mantan suamiku," jawabnya lirih.


Di balik kacamata berbingkai tebal itu terlihat mata Woojin melebar. Woojin hening dan gugup, entah bagian mana yang membuatnya cukup terkejut.


Anna menoleh dan terkesima. "Kenapa? Kaget kalo aku udah pernah nikah?" sahutnya, lalu tersenyum tipis. "Untuk umuran aku ini, kalo di Indonesia, seharusnya udah punya anak 3."


Woojin ikut tertawa meski terlihat hanya pura-pura, tetapi Anna tak menyadarinya. "Oh. Makanya itu kamu bersikap dingin sama aku? Kamu masih ... em ... apa istilahnya itu? Gamon."


Gagal move on. Anna tak bisa menertawakan fakta yang menyedihkan itu, seperti yang Woojin lakukan. Ia hanya tersenyum getir. Dan ketika Woojin menyadari perubahan suasana, ia berhenti tertawa.


"Woojin," panggil Anna, setelah hening beberapa saat.


"Hmm, iya?"


"Bagaimana perasaanmu, ketika kamu bertemu dengan ayah kandung yang telah meninggalkanmu sejak kecil?"


Woojin menegak, ekspresinya berubah seketika. Lalu, ia memalingkan wajah seraya bertanya dengan nada datar. "Kenapa kamu tiba-tiba bertanya begitu?"

__ADS_1


Menyadari perubahan nada ucapan, Anna tertegun. "Hari ini, aku bertemu dengan ayah kandung mantan suamiku," gumamnya. Sebenarnya, Anna agak ragu ingin bercerita. "Ah! Maaf. Kayaknya, nggak seharusnya aku cerita ke kamu."


"Apa yang dibilang oleh pria itu?" tukas Woojin. Anna merinding. Pria yang biasanya ceria, tiba-tiba bisa berkata dengan dingin.


"Em ... dia cerita tentang dirinya dan hubungannya dengan ibu kandung mantan suamiku," jawab Anna kikuk. "Dia juga bilang, dia ingin menemui anaknya."


Woojin hening sejenak, Anna mendapati jemari pria itu mengepal. Kenapa dengan pria ini? Kenapa dia yang jadi emosional setelah mendengar cerita tentang ayah kandung Logan?


"Kalau menurutmu bagaimana?" tanya Woojin, alih-alih menjawab pertanyaan Anna tadi.


"Justru itu yang aku ketahui," jawab Anna menghela napas panjang. "Saat bapak itu bilang ingin menemui anaknya, aku bertanya-tanya. Apakah anaknya akan menerimanya atau justru membencinya?"


Woojin tak bersuara lagi. Anna tak dapat membaca ekspresinya karena Woojin tertunduk dalam. Apa salah membawa topik pembicaraan ini dan membahasnya dengan Woojin?


Namun kemudian, terdengar suara helaan napas panjang. Woojin mengangkat kepalanya, menoleh sedikit pada Anna. "Kasus kami hampir mirip. Dan aku rasa, jawaban kami akan sama. Dia akan membenci ayah kandungnya itu."


Anna ingat kalo Woojin ditinggal ayahnya saat masih kecil, sama seperti Logan. Tapi, Anna tidak yakin jika Logan akan sedendam itu pada ayah kandungnya.


"Em ... tapi, ayahnya itu punya alasan...."


"Apa pun itu, mantan suamimu pasti sulit menerimanya." Woojin menyela tegas, hampir saja dia mengebrak meja dengan kepalan tangannya.


Penyelaan yang cukup tegas itu membuat Anna sulit untuk berkata-kata dalam beberapa saat. "Woojin. Yang mana yang akan kamu pilih? Menuruti kata orangtua atau memilih bersama dengan orang yang kamu cintai?"


Woojin menoleh, tercengang.


"Dalam agama manapun, berbakti pada orangtua adalah keharusan," lanjut Anna. "Dan kalau orangtuamu memintamu meninggalkan orang yang dicintai karena beda kasta, siapa yang akan kamu pilih?"


Pertanyaan pancingan, Woojin terlihat bingung untuk menjawabnya. "Pas. Aku tidak bisa menjawab karena aku bukan anak orang kaya," jawabnya grogi. "Itu di luar dari kuasaku."


"Ini nggak ada hubungannya dengan itu, Woojin," sahut Anna tergelak. "Dalam kehidupan nyata, di keluarga kelas menengah ke bawah ada juga yang cintanya tak direstui. Sebab karena beda agama, atau mungkin orangtua merasa pilihan sang anak sesuai standar mereka. Atau ... berbeda adat."


"Anna," sela Woojin, sehingga Anna berhenti berceloteh. "Jalan keluar pasti ada. Kalau aku di posisi itu, aku akan berusaha mengejar cintaku, sekaligus memenangkan hati orangtua. Aku akan memperjuangkan cintaku."

__ADS_1


Mata Anna membulat, terpana seakan ucapan itu ditujukan untuknya. Dan anehnya, Anna malah merasa jantungnya berdebar kencang seperti saat ia bersama dengan Logan.


Tapi, Anna. Pria yang di depanmu ini Woojin. Tidak mungkin kan kalau Anna membuka hati untuk pria ini?[]


__ADS_2