
Alden mengulangi kalimatnya itu hingga membuat telinga Kyra panas mendengarnya.
“Alden kau ini kenapa ? Kenapa mengulangi kalimat yang sama berulang kali ? sekali saja aku sudah paham maksudmu tak perlu mengulanginya sebanyak itu.” balas suara cempreng Kyra.
“Ha-ha... iya. Kau masih seperti biasanya.” Alden malah tersenyum karena sebelumnya dia berharap mendapatkan ucapan yang romantis dari kekasihnya namun bukan kata romantis yang dia dapat melainkan sebuah omelan untuk dirinya, namun ya itu yang dia rindukan dari sosok Kyra.
“Kau belum menjawab semua pertanyaan ku.” desak Kyra masih dengan suara cemprengnya.
“Aku tidak bisa tidur, aku juga memikirkan dirimu. Aku tidak nyaman berada di sini. Tapi aku belum bisa pulang saat ini. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk menemui mu.”
“Pulang tinggal pulang saja kenapa harus mencari waktu yang tepat, apa kau menyembunyikan sesuatu di sana ? Apa kau bersama gadis lain di sana ?” pertanyaan Kyra menancap dan tepat sasaran menusuk hatinya.
“Ya... tidak semudah itu keluar dari sini. Kau tahu aku harus mengatasi ibuku dulu baru aku bisa kembali ke sana. Untuk masalah gadis lain, tak ada gadis di hatiku selain dirimu sayang.” Alden merebahkan dirinya di tempat tidur sambil tersenyum.
“Aku percaya padamu tapi jika sampai aku melihatmu bersama gadis lain, lihat saja nanti. Aku akan pukul Gadis itu hingga babak belur.” Gavin hanya menanggapinya dengan tersenyum saja karena baru pertama kali ini ia mendengar Kyra menunjukkan ke posesifan nya pada dirinya.
__ADS_1
Naitnya ingin bicara dengan Alden selama satu menit saja nyatanya mereka bicara sampai satu jam lamanya.
“Kyra sudah jam 24.00 lebih, sebaiknya Kau Pergi tidur dulu besok kita sambung lagi.”Alden melihat jam di layar ponselnya.
“Ya baiklah. Hoahem...”Kyra menguap sambil menutup mulutnya. Ia pun kemudian mematikan panggilan. Tak sampai satu menit dia pun tertidur pulas setelah menelepon Alden.
“Kyra... tunggu aku.” Alden menaruh ponsel di atas dadanya dan memeluknya sambil memejamkan mata.
Keesokan paginya. Pria itu segera bangun pagi-pagi hari sekali karena sudah terbiasa bangun pagi hari di rumah untuk mengupas kentang.
“Oh... aku lupa... disini aku tidak mengupas kentang.”ucapnya saat melihat ke samping dan menatap jam dinding yang masih menunjukkan pukul 04.00 dini hari. “Disini sepertinya aku bisa bangun siang.”gumamnya lagi kemudian memejamkan matanya.
“kriek...”Gavin membuka mata dan menoleh ke arah pintu.
“Ibu...” seketika pria itu langsung duduk.
__ADS_1
“Gavin cepatlah bersiap sekarang.”Victoria berdiri di depan pintu dengan pakaian yang sudah rapi sambil membawa tas.
“Ya ibu, kenapa pagi sekali Ibu sudah selesai bersiap ?”
“Hari ini aku akan mengajakmu berkeliling ke beberapa perusahaan kita. Cepatlah bersiap sekarang.”jawabnya menjelaskan pada Gavin.
“Baik bu.”
Tiga puluh menit kemudian Gavin sudah memakai pakaian rapi dan berbau harum. Ia turun dari tangga menuju ke depan rumah.
“Ayo cepat naik.”ucap Victoria yang sudah duduk menunggu di dalam mobil pada Gavin dari satu jam yang lalu.
“Ya ibu.”Gavin segera masuk dan duduk di samping ibunya.
Mobil meluncur di jalanan. setelah beberapa saat kemudian mobil berhenti di salah satu hotel besar berbintang 5 di Atlanta.
__ADS_1
“Ayo turun Gavin.” Victoria turun terlebih dulu dari mobil dan Gavin ikut turun setelahnya.
“Jadi keluarga Bailey mempunyai bisnis perhotelan mewah.”menatap kagum kota megah yang berdiri di depannya.