Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 37 Serpihan Ingatan


__ADS_3

Alden mencoba menenangkan Kyra yang masih menangis. Dia memeluknya agar gadis itu merasa tenang, sambil menepuk menepuk dan mengusap-usap bahunya seperti yang sering Kyra lakukan pada dirinya.


“Kakak.... sudah tenanglah... ku bilang aku tak apa. Ini hanya sebuah luka kecil, kau tak perlu khawatir.”ucap Alden pelan.


“Tapi Alden... seandainya kau tidak datang menjemput ku mungkin kau tidak akan mendapatkan luka itu tapi aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada ku.”balas Kyra menatap lelaki itu dengan rasa bersalah sekaligus rasa simpati dan terima kasih untuk bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Beberapa saat kemudian taksi berhenti di depan rumah mereka. Kyra turun dari taksi dan berjalan dengan limbung masuk ke rumah.


Di tengah jalan ada beberapa anak muda yang berjalan bersama dan sepertinya mereka mabuk berat. Salah satu dari mereka entah apa sebabnya tiba-tiba marah pada temannya dan melempar botol minuman ke arah temannya yang membuat pemuda tadi marah.


“wing... !”botol melayang dan terbang menuju ke Alden yang ada di dekatnya.


“Astaga... !”Alden yang mendengar suara sesuatu mengarah pada dirinya segera berbalik dan menangkapnya.


“Dasar anak muda itu !”gumam Alden kesal saat melihat botol itu akan mengenai kepalanya.


Tiba-tiba dia seperti teringat sesuatu di masa lalunya.


“Tuan muda... jangan terus-terusan minum meskipun kau kuat. Itu tak bagus untuk kesehatan mu.”ucap seorang lelaki pada pelayan lelaki di sebuah ruangan.


“Kau banyak omong ! Kau ini hanya pelayan tak berhak mengatur hidupku apalagi memberikan saran padaku ! Pergi kau !”jawab lelaki itu dengan marah dan melempar botol yang ada di meja ke arah pelayan tadi.


“Prang... !”Alden tersadar dari pikirannya dan dia pun segera menangkap botol yang hampir sedikit lagi akan mengenai kepalanya.


Kyra terkejut dan menatap Alden.


“Alden, kau tak apa-apa ?”tanya Kyra melihat botol di tangan Alden dan menoleh ke belakang.


Alden tak menjawab Kyra. Dia berbalik dan menatap segerombolan anak muda tadi.


“Woyy kalian.... ! Jangan asal lempar saja ya, ini terima kembali botol mu !”teriak Alden yang kesal dan melempar kembali botol yang dia pegang ke arah anak muda tadi lalu kembali berbalik dan berjalan bersama Kyra.


“Kakak.... awas !”ucap Alden menangkap Kyra yang hampir jatuh saat sudah berada di depan pintu.


“Ups... !”Alden berhasil menangkap Kyra dan membopongnya masuk ke rumah.


“Turunkan aku Alden... aku harus merawat luka mu.”ucap Kyra setelah sampai di dalam rumah.

__ADS_1


Alden membaringkan Kyra di tempat tidurnya. Namun gadis itu bangkit dan menarik tangannya.


“Alden... biarkan aku melihat luka mu.”ucap Kyra bersikeras turun dari tempat tidur kemudian menyentuh pipi Alden.


“Alden... meski wajah mu terluka seperti ini masih terlihat tampan.” ucap Kyra sambil tersenyum namun tiba-tiba dia ambruk ke lantai.


“Kakak... dasar... kau ini mabuk, hingga berkata melantur seperti itu.”ucap Alden tersenyum kecil mengangkat kembali Kyra yang tak sadarkan diri dan merebahkannya ke tempat tidur.


Dia lalu melepas sepatu Kyra dan menyelimutinya dengan selimut tebal, kemudian kembali ke kamarnya.


Alden duduk di kamar dan menatap dirinya di cermin. Ia melihat sisa darah di wajahnya lalu keluar kamar mengambil obat dari kotak P3K.


Alden kembali ke kamar dan bercermin. Dia membersihkan lukanya sendiri kemudian mengobatinya sendiri juga.


“Apa yang kulihat tadi ? Apakah itu diriku di masa lalu ?Kenapa pelayan tadi memanggilku tuan muda ?”gumam Alden mengingat lagi apa yang sebelumnya terlintas dalam pikirannya sebelum masuk ke rumah.


Alden mencoba untuk mengingat lagi dan berharap mendapatkan sedikit ingatannya kembali.


“Argh.... ! Ugh.... !”Alden merintih kesakitan setelah memikirkannya. Karena tak tahan rasa sakitnya dia pun kembali menuju ke belakang mengambil obat dan segera meminumnya.


Pagi harinya Kyra bangun dan dia baru sadar jika dirinya tertidur dan meninggalkan Alden yang sedang terluka.


“Alden.... !”pekik Kyra dan langsung berlari menuju ke kamar Alden yang ada di sebelah kamarnya.


Sesampainya di kamar Alden, dia berjongkok di samping lelaki itu yang masih tertidur dengan bekas luka di wajah yang sudah diplester.


“Jadi kau mengobatinya sendiri. Kenapa kau tidak minta tolong saja padaku untuk mengobati lukamu ?”ucap Kyra sambil menyentuh pipi Alden dan memeriksa lukanya.


“Untung saja hanya luka minor, jika saja luka ini merupakan luka mayor maka aku tak akan bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri.”ucap Kyra lagi.


Alden mendengar suara seseorang di dekatnya namun dia tak bisa membuka matanya.


“Apakah ini tangan kakak yang menyentuh ku dengan lembut ?”batin Alden di tengah kesadarannya.


Kyra tak mau membangunkan lelaki itu dan dia pun keluar dari kamar Alden lalu bersiap untuk berangkat kerja.


Kyra memasak sarapan pagi dan menghidangkannya di meja.

__ADS_1


“Makan sendiri begini terasa tak enak.”gumam Kyra menetap ke pintu kamar Alden yang ada di depannya dan melihat lelaki itu masih tertidur.


“klik...”Kyra berangkat dan menutup pintu lalu menunggu taksi di depan.


Tepat di saat gadis itu naik ke taksi, Alden baru bangun.


“Astaga... jam berapa ini ? Aku belum memasak juga belum menyiapkan bahan.”pekik Alden segera turun dari tempat tidur lalu keluar kamar.


“Ada masakan di meja ? Apa kakak yang membuatnya ?”gumamnya berhenti saat melihat sarapan yang tersaji di meja.


Alden kembali berjalan dan melihat kamar Kyra yang kosong. Ia kemudian berjalan menuju ke dapur dan ternyata sebagian kentang sudah di kupas oleh Kyra.


“Terima kasih kak.”ucap Alden lirih lalu melanjutkan sisa kentang yang belum dikupas.


Dua hari berlalu. Pagi ini di tempat kerja Kyra pimpinan mereka, bos David begitu mereka semua memanggilnya. Mengumpulkan para pekerjanya di suatu ruangan.


“Besok adalah hari pers nasional. Baik media cetak maupun non cetak akan menyelenggarakan bakti sosial dengan mengundang beberapa panti asuhan. Kita akan menyalurkan dana bantuan sosial untuk mereka.”ucap bos David menjelaskan pada para pekerjanya.


“Diantara kalian yang hadir kali ini apa punya ide dan masukan, selain dana apa yang bisa kita berikan pada anak panti asuhan ?”tanya bos David menatap satu persatu para pekerjanya.


Ada dari mereka yang memberikan masukan untuk memberikan pakaian layak pakai, ada juga yang menyarankan untuk memberikan peralatan sekolah, dan lainnya.


Kyra yang otak bisnisnya berjalan tiba-tiba terlintas sebuah ide.


“Bos... kenapa kita tidak membagikan makanan gratis saja pada mereka ? Maksud ku mungkin dari dana Parapat yang sudah terkumpul juga akan diwujudkan berupa peralatan sekolah dan kebutuhan lainnya.”ucap Kyra memberi ide paling aneh.


“Lalu makanan apa yang akan kita bagikan pada mereka ?”tanya bos David setelah berpikir sejenak dan saran dari gadis itu masuk akal juga.


“Kita berikan saja mereka makanan ringan karena jumlah dari mereka pasti banyak sekali. Misalnya fried potato.”jawab Kyra menjelaskan.


Teman kerjanya yang lain seketika langsung menoleh ke arah Kyra.


“Weew.... ada udang di balik batu rupanya.”celetuk Seryn sambil tersenyum nakal.


Sementara bos David masih diam dan memikirkan ulang hal itu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2