Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 48 Resmi Jadian


__ADS_3

Di dalam kamar Kyra duduk di tempat tidur. Dia mengatur nafasnya yang tidak beraturan dan membuatnya susah bernafas dengan detak jantung 190 bit per second.


“Oh ya Tuhan.... apa yang barusan kulakukan pada Alden lagi ? Sungguh memalukan.”gumam Kyra mengingat kembali saat dia mencium Alden.


Gadis itu menyentuh bibirnya dan merasa malu telah melakukan hal yang menurutnya bodoh itu. Tapi memang itu mewakili perasaannya untuk Alden. meskipun dia berusaha menutupinya, dan berusaha menahannya namun tetap saja dia tak bisa menyembunyikan hal itu darinya.


“Jadi...jadi... aku dan Alden sudah jadian sekarang ?”gumam Kyra baru tersadar namun dia terlihat bingung bagaimana dia menghadapi lelaki itu besok.


“Ahh... kepala ku pusing memikirkannya.”ucap Kyra. Dia berdiri dan mengacak rambutnya.


Kyra ingat jika jadinya belum ganti baju. Dia bersandar ke pintu dan melepas bajunya.


“Ini... dasar Alden... dia banyak tanda kiss mark di dada ku ? Apa yang di pikirkan nya ?”gumam Kyra lirih melihat tanda itu di tubuhnya dan menyentuhnya.


Alden menoleh ke meja makan, dan piring Kyra baru seperempatnya yang kosong. Dia pun berjalan menuju ke kamar Kyra.


“Kak... kakak... ayo kita lanjutkan makan malamnya.”ucap Alden di depan pintu kamar Kyra sambil mengetuknya perlahan.


Kyra yang sedang berganti baju tak berani bergerak sama sekali ataupun bersuara sama sekali.


“Aku tak mau bertemu dengannya saat ini.”batin Kyra diam tak membalas panggilan Alden saat lelaki itu mengulangi memanggilnya.


“Mungkin saja kakak sudah tidur. Baiklah aku bersihkan saja dulu makan malamnya kalau begitu.”gumam Alden segera berbalik dan berjalan kembali ke dapur untuk membersihkan piring kotor.


“huft.... untung saja Alden mengira ku sudah tidur.”ucap Kyra pelan kemudian naik ke tempat tidur dan merebahkan dirinya di sana.


Hingga larut malam gadis itu terlihat berganti posisi tidur miring ke kiri dan ke kanan. Kyra tak bisa tidur memikirkan Alden dan terus teringat pada apa yang terjadi saat makan malam tadi.


Di kamar sebelah, terlihat Alden yang tertidur pulas memeluk guling dengan wajah damai yang senantiasa tersenyum.


“Kakak... aku akan segera menikahi mu.”gumam Alden mengigau dalam mimpi indahnya.


Pagi hari kemudian Alden segera bangun dan berkas ke dapur menyiapkan sarapan pagi.


Kyra yang baru bisa tidur kurang lebih tiga jaman belum bangun hingga Alden sampai datang untuk membangunkannya.


“Kakak... bangun... sudah siang. Cepat bangun, sarapannya hampir dingin.”ucap Alden masuk ke kamar Kyra dan berjongkok di depannya sambil menepuk pipi Kyra.


Gadis itu membuka mata dan seketika terkejut saat melihat Alden ada di sampingnya.

__ADS_1


“Al-Alden... kenapa kau ada disini ?”ucap Kyra segera duduk setelah menarik selimutnya dan terlihat gugup menatap Alden.


“Tumben kakak bangun siang. Ayo cepat kita makan.”ucap Alden menarik Kyra keluar dari kamar dan memegang tangannya masuk ke dapur.


Kyra tak menjawab dan saya berjalan mengikuti lelaki itu saja.


Di tempat makan, Kyra kembali makan dengan cepat karena merasa gugup dan salah tingkah saat melihat Alden.


“Tambah ini kak...”Alden mengambilkan brokoli dan menaruh ke piring Kyra karena gadis itu suka pada brokoli.


Kyra merasa canggung dengan hubungan mereka saat ini.


“A-aku bisa mengambilnya sendiri.”ucap Kyra menolak saat anda akan mengambilkan kembali brokoli untuk dirinya.


Kyra makan dengan cepat lalu bangkit dari kursi dan berjalan keluar dari dapur.


“Tunggu sebentar !”Alden menarik tangan Kyra dan menghampirinya sambil membawa selembar tisu.


“Kakak ada sisa makanan di sudut bibirmu.”ucap Alden lalu mengusap lembut bibir Kyra dengan tisu dan membersihkan sisa makanan di sana.


Kyra terlihat masih canggung dan dia Belum bisa mengendalikan ritme jantungnya yang selalu meledak saat berada di dekat Alden.


Beberapa saat kemudian Kyra terlihat sudah selesai bersiap dan mengambil tas kerjanya.


Alden datang dengan wangi yang semerbak mengambil kunci motor dan menggandeng Kyra keluar rumah.


“Kak... ini helm mu.”ucap Alden mengambil dan memakaikan helm pada Kyra.


Kyra segera duduk di belakang dan memeluk pinggang Alden seperti biasanya.


Di tengah jalan Alden memegang tangan Kyra sambil mengendarai motor.


“Alden ini bahaya. Lepaskan tangan ku.”ucap Kyra protes. Namun Alden tetap memegangnya.


“Habis dari tadi kakak diam saja dan terlihat gugup. Bersikaplah seperti biasanya saja kak.”ucap Alden menoleh ke samping.


Kyra hanya diam tak menjawab dan malah mencubit punggung Alden.


Tak lama kemudian mereka tiba di tempat kerja Kyra. Dia turun dan melepas helmnya lalu memberikan pada Alden.

__ADS_1


Alden turun dari motor dan melepas helmnya. Dia menarik tangan Kyra dan menahannya sebentar.


“Alden... ada apa ?”ucap Kyra berhenti dan menatapnya mengira ada sesuatu yang terlupa atau tertinggal.


Alden mencium kening Kyra kemudian berbisik lirih di telinganya.


“Selamat bekerja kakak ku cantik.”ucapnya berbisik.


“Kau ini...”balas Kyra bersemu merah pipinya dan memukul pelan dada Alden.


Kyra balas berbisik di telinga Alden.


“Jangan panggil aku kakak mulai dari sekarang.”ucapnya lirih lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Alden dan masuk ke kantor.


Alden tersenyum lebar menatap Kyra yang tak sungkan lagi padanya. Dia pun segera naik ke motor dan kembali ke rumah.


Di dalam kantor, terlihat Kyra sering melamun dan beberapa kali wajahnya tersipu.


“Sebenarnya apa yang terjadi pada Kyra ?”gumam Seryn menatap teman yang duduk di sebelahnya itu beberapa kali tersenyum sendiri dan melamun.


“Mungkin dia sedang gila. Sudahlah... aku banyak kerjaan.”batin Seryn yang hanya menatapnya saja dan tak menjahilinya karena dia banyak tugas.


Di suatu tempat yang jauh di rumah mewah terlihat seorang wanita memasuki sebuah kamar kosong yang selama ini tak dihuni selama beberapa bulan.


“klik...”wanita itu membuka pintu dan masuk ke kamar kosong itu.


Di kamar itu tergantung foto seorang lelaki muda, dan wanita itu berdiri di bawahnya sambil menatap fotonya.


“Gavin... sudah lima bulan lebih kau tak ada kabar. Bagaimana keadaan mu sekarang dan di mana kau saat ini ? Aku rasa kau belum mendapatkan ingatanmu kembali.”ucap wanita itu tersenyum lebar kemudian berjalan keluar dari kamar itu.


Seorang lelaki yang berpakaian serba hitam dan seperti seorang body guard menghampiri wanita tadi setelah mendengar suara tepukan tangan.


“Ya nyonya Victoria... apa ada yang bisa ku bantu ?”ucap lelaki itu menghadap.


“Kirim beberapa orang untuk mencari jejak Gavin ! Beri tahu aku segera jika sudah menemukan keberadaannya.”ucap wanita itu memberi perintah kemudian segera berlalu meninggalkan lelaki tadi.


“Baik nyonya.”jawab lelaki tadi singkat. Dia pun segera keluar dari rumah dan bergerak sesuai dengan perintah atasannya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2