
Teman kerja yang lain ikut menatap Kyra dan tersenyum geli padanya.
“Kyra... kau ini masih sempat-sempatnya memikirkan bisnis di tengah padatnya aktivitas.” ucap senior Justin dan membuat suasana ruangan saat ini menjadi ramai dan Kyra hanya tersenyum kecil saja menanggapinya.
Bos David masih berpikir dan menyaring semua pendapat yang masuk.
“Ehem... kalian semua dengarkan aku baik-baik. Aku sudah putuskan. Dari semua ide yang masuk ku rasa ide dari Kyra yang terbaik.”ucap bos David setelah berpikir matang-matang.
“Apa... ? Bos... itu hanya ide murahan. Ayolah masa kita akan membagikan makanan ringan seperti itu ? Itu kan tak ada artinya sama sekali.”ucap salah satu pekerja, Darwin yang membantah keputusan bos nya.
“Iya bos... apa tidak lebih baik jika kita memberi mereka yang berkesan ?”ucap Noel ikut menyanggah.
“Ssts....tenanglah kalian semua. Disini yang mengambil keputusan adalah aku. Kita tak perlu memberikan mereka sesuatu yang mencolok atau berkesan. Bagi ku itu saja sudah cukup. Ingat kita tak ingin mendapatkan pujian dari pihak manapun.”jawab bos David menenangkan suasana yang mulai ramai.
Keputusan bos David mutlak dan tak bisa diganggu gugat yang membuat para pekerja lainnya akhirnya menerima keputusan itu dan menghormatinya.
Bos David kemudian membahas hal itu dengan Kyra detailnya.
“Baiklah bos aku sudah mencatat semua yang pesan dan nanti aku akan menyampaikannya pada Alden.”ucap Kyra setelah lama berdiskusi dengan bosnya.
“Baiklah aku percaya kan hal itu padamu.”ucap bos David sebelum membubarkan pertemuan rapat kecil mereka.
Para bekerja kemudian kembali ke ruangan mereka dan kembali bekerja. Sedangkan Kyra terlihat mengetik pesan.
“Ding... !”nada pesan masuk di ponsel Alden.
Alden yang masih sibuk membuatkan pesanan online menyempatkan diri untuk melihat pesan yang masuk.
“Pesan dari kakak ? Tumben sekali. Ada apa ya ?”gumam Alden penasaran dan segera membacanya.
“Astaga... aku tak percaya ini.”gumam Alden tersenyum setelah membaca pesan dari Kyra dan membalasnya.
Sore harinya Kyra pulang dengan bersemangat dan tak sabar ingin bertemu dengan Alden meskipun dia sudah memberitahunya lewat pesan sebelumnya.
“Kakak... !”ucap Alden menyambut kedatangan Kyra Setelah turun dari taksi dan segera menarik tangannya masuk ke rumah.
“Haha...kau tidak sabaran sekali.”ucap Kyra kemudian duduk di samping Alden.
Kyra kemudian menjelaskan detail acara besok di hari pers internasional. Dia juga menjelaskan Berapa banyak pesanan yang harus disiapkan untuk acara besok.
__ADS_1
“Terimakasih kak sudah membantuku dan mempromosikan aku di tempat kerjamu. Jika begitu maka berapa banyak bahan yang harus ku beli ? Selain itu dengan bahan sebanyak lima kali lipat dari biasanya apa aku akan sanggup ?”ucap Alden setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari Kyra.
“Tenang saja... aku akan membantumu besok. Jadi kau tak perlu khawatir.”balas Kyra menepuk-nepuk bahu Alden.
Alden menatap Kyra yang tersenyum padanya dan itu melelehkan bayangan rasa lelahnya.
“Oke jika begitu kita pergi belanja sekarang.”ucap Kyra berdiri dan masuk ke kamar untuk berganti baju. Sedangkan Alden kembali ke depan dan segera menutup tokonya.
Alden dan kira terlihat naik taksi menuju ke swalayan. Di sana mereka membeli banyak kentang hingga balik dua kali.
“Ugh... akhirnya selesai juga.”ucap Kyra setelah sampai di rumah.
Sesampainya di rumah mereka segera mengupas kentang bersama hingga malam.
Dua jam berlalu. Kyra menaruh pisau dan kentang di meja saat merasa bahunya sedikit pegal.
“Kenapa kak ? Jika lelah istirahat saja biar aku sendiri nanti yang melanjutkan.”ucap Alden Yes dari tadi fokus mengupas kentang beralih menatap Kyra.
“Tidak... aku hanya haus saja.”balas Kyra kemudian berdiri.
Alden ikut berdiri saat melihat gadis itu akan mengambil air.
Alden kemudian kembali dengan membawa seteko air dan gelas lalu memberikannya pada Kyra.
“Terimakasih.”ucap Kyra kemudian segera meminumnya.
Setelah istirahat selama 5 menit gadis itu kembali mengupas kentang yang masih banyak meskipun dia merasa pegal.
“Aku yakin kakak pasti lelah, tapi dia tidak mau bilang padaku. Nanti aku akan menyenangkan dirinya.”batin Alden sesekali menatap Kyra.
Dua jam kemudian semua kentang sudah selesai dikupas, dan Kyra duduk di kursi.
Alden tiba-tiba datang dan duduk di sampingnya.
“Kak coba berbalik.”ucap Alden.
Kyra mengikuti perkataan lelaki itu dan berbalik memunggungi Alden.
“Aah... ya... !”Alden memijat bahu Kyra dan gadis itu melihat menikmatinya.
__ADS_1
“Apa kau tidak capek ? Sudah hentikan, aku sudah merasa baikan.”ucap Kyra.
Alden berhenti memijat dan beberapa saat setengahnya dia masuk ke kamar. Di dalam kamar dia memasang koyo karena merasakan bahunya pegal luar biasa, tanpa sepengetahuan Kyra.
Keesokan paginya, Alden segera bangun dan bersiap. Tak lupa dia melepas koyo yang ada di punggungnya lalu membuang ke tempat sampah.
“Semoga hari ini semua berjalan lancar.”gumam Alden setelah selesai bersiap dan duduk di kursi menunggu Kyra.
Di dalam kamar Kyra bangun dan sebelum bergegas setelah dia teringat agenda hari ini.
“Astaga aku terlambat !”ucapnya saat melihat adanya sudah rapi jali. Dia pun segera keluar dari kamar dan pergi ke kamar mandi tanpa melihat jam terlebih dulu.
“Ini masih pagi kak dan kau belum terlambat !”teriak Alden menahan tawa melihat tingkah Kyra yang panik sendiri.
Dua jam berlalu, terlihat Alden dengan gerobak jualannya sudah berada di lokasi tempat berlangsungnya acara bersama Kyra.
Di sana terlihat ramai sekali. Banyak orang dari pers dan juga anak-anak dari panti asuhan yang berkumpul di sana.
Ternyata tak hanya anak-anak panti yang mendapatkan fried potato dari Alden, beberapa orang pers terlihat tertarik dan ingin mencoba fried potato Alden setelah melihat para anak panti yang terlihat bolak-balik meminta fried potato.
“Oh ya....apa aku boleh minta satu bungkus fried potato saja ?”ucap seorang lelaki dari media Avance.
“Tentu saja tuan.”jawab Alden lalu mengambilkan satu bungkus fried potato dan memberikannya pada pria tadi.
“Ehm...wajah mu terlihat tidak asing. Apa kau adalah seorang tuan muda ?”tanya lelaki itu.
“Tuan muda dari keluarga kaya ? Siapa itu ? Mungkin tuan salah lihat. Aku hanya orang kecil.”jawab Alden dan lelaki tadi segera berlalu dari sana.
Kyra berlari menuju ke tempat Alden saat melihat di sana ramai.
“Maaf... tadi bos memanggilku karena masih ada tugas.”ucap Kyra berdiri di samping Alden dan segera membantunya melayani pesanan.
Dari kejauhan Seryn mencari Kyra dan menemukannya gadis itu bersama lelaki sedang melayani pesanan fried potato.
“Aku penasaran seperti apa adiknya Kyra.”batin Seryn lalu bergegas menemui mereka berdua.
Seryn terlihat bengong saat melihat wajah Alden dan terus menatapnya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1