
Alden dan Kyra sepertinya tampak sepemikiran. Mereka berdua sama-sama merasa aneh saat melihat lelaki yang mengaku sebagai ayahnya Alden pergi begitu saja meninggalkan putranya setelah mengaku bilang rindu padanya juga merasa senang bertemu dengannya.
“Kenapa dia pergi begitu saja ? Seolah dia buru-buru dan takut ada sesuatu ?”ucap Kyra melihat ke arah luar menatap punggung lelaki yang mengaku sebagai ayah kandungnya Alden dan saat ini sudah hilang di tengah keramaian.
Matthew menuju ke tempat parkir. Dia kemudian segera masuk dan duduk dalam mobil.
“Ayo jalan segera.”ucap lagi itu meminta driver untuk segera mengemudikan mobilnya.
“Baik tuan, setelah ini kita mau ke mana ?”jawab driver bertanya sebelum menuju ke tempat lain.
“Kita pulang saja sekarang.”jawab Matthew tiba-tiba.
“Baik tuan.”jawab driver singkat dan tak berani bertanya dan memutar balik.
“Kenapa tiba-tiba tuan mendadak bilang minta kembali ke rumah sedangkan tadi minta ke sini ?”batin driver merasa bingung dengan perintah mendadak itu.
“Untung saja aku sudah menemukan Gavin terlebih dulu. Setidaknya dia bisa hati-hati dan lebih waspada lagi. Aku harus pergi dulu sebelum Victoria menemukanku di sini atau semuanya akan kacau.”batin Matthew tersenyum kecil dan puas karena sudah bertemu dengan putranya meskipun dengan terpaksa dia harus meninggalkannya.
Sementara Alden dan Kyra masih duduk di kursi berdua. Mereka terlihat mengobrol sendiri.
“Alden... jika dia memang benar ayahmu, kenapa dia tidak mengajakmu balik ?”ucap Kyra bertanya karena merasa aneh sekali.
“Kau juga beranggapan seperti itu ?Ku kira hanya aku saja yang berpikiran seperti itu. Kelihatannya aneh sekali jika dia mengakui diriku sebagai putranya, namun hanya meninggalkan kartu namanya untukku.”balas Alden melihat lagi kartu nama yang ada di tangannya.
Alden kemudian memasukkan kartu nama itu ke saku bajunya. Harusnya dia terkejut juga senang bertemu dengan ayahnya namun dia benar-benar biasa saja bertemu dengan lelaki itu.
“Sudah ayo kita pulang sekarang. Kita bahwa lagi hal itu setelah tiba di rumah.”ucap Kyra terdiri dari gusi sambil menjinjing tasnya.
“Yup kita pulang sekarang.”jawab Alden ikut berdiri dan berjalan di belakang Kyra mengikuti gadis itu keluar dari swalayan.
“Kau tunggu di sini saja aku akan mengambil motor di tempat parkir sebentar.”ucap Alden meminta Kyra berhenti di dekat pintu keluar dan menunggunya.
Kyra mengangguk dan menunggu Alden di pintu keluar dan Alden sekarang berjalan menuju ke tempat parkir.
__ADS_1
“broom... !”Alden keluar dari tempat parkir dengan mengendarai motor dan berhenti tepat di depan Kyra.
“Ayo naik.”ucap Alden sambil mengulurkan helm Kyra.
Kyra memakai helm dan segera duduk di belakang Alden dan mantap segera meluncur menuju ke Swalayan lainnya.
Siang hari beberapa utusan Victoria kembali dan masuk ke ruangan untuk melaporkan pada nyonya mereka.
“tok... tok... tok...”salah satu utusan Victoria mengetuk pintu ruangannya.
“Ya, masuklah.”jawab wanita itu singkat dan segera berdiri dari tempat duduknya berjalan dan berhenti di depan meja.
Tiga lelaki masuk ke ruangan dan melaporkan tugas mereka hari ini.
“Lapor nyonya... kami sudah selesai menyisir daerah Cleveland dan tak ada satupun yang terlewatkan. Tapi kami tidak menemukan keberadaan tuan Gavin, nyonya.”ucap salah seorang lelaki melaporkan.
“Ya... lalu bagaimana dengan pencarian di daerah lain ?”balas Victoria kembali mengajukan pertanyaan pada bodyguard lain yang bertugas menyisir area lain.
“Lapor nyonya, di daerah Dakkota kami jika tidak menemukan keberadaan tuan Gavin.”jawab lagi itu melaporkan.
Victoria beralih menatap pada bodyguard lainnya dan kembali mengurangi pertanyaannya.
“Lalu bagaimana dengan penyelidikan di Nebraska dan sekitarnya ?”tanya Victoria lagi.
“Maaf nyonya, kami juga tidak menemukan ada nya petunjuk di sana.”jawab lelaki tadi menjelaskan.
Victoria terlihat menekuk kedua alisnya dan raut mukanya berubah merah karena marah.
“brakk !”Wanita itu menggebrak meja di belakangnya karena kesal dan mencoba meluapkannya.
“Apa di sana juga kalian tidak menemukannya ? Bagaimana kalian ini, bisa bekerja atau tidak ?! Kenapa masih juga belum menemukan Gavin ?”ucap Victoria dengan nada tinggi dan membentang serta mata melotot menetap tiga orang lelaki di hadapannya.
“Ma-maaf nyonya, kami akan mencari lagi tuan Gavin sampai ketemu.”jawab tiga orang lelaki itu secara serempak dengan gemetar ketakutan mendengar Nyonya mereka sedang marah.
__ADS_1
“Ya sudah berapa lama kalian mencarinya namun hingga saat ini kalian masih juga belum menemukannya ! Aku tidak mau tahu, apapun caranya bagaimanapun keadaannya kalian harus menemukan dan membawa Gavin pada ku !”ucap wanita itu masih dalam nada tinggi dan muka yang merah terbakar.
“Siap... ! Baik nyonya, kami tidak akan mengecewakan nyonya lagi.”jawab tiga lelaki tadi bersamaan.
“Ingat...jika kalian gagal lagi, maka kalian semua siap-siap saja angkat kaki dari sini !”ucap Victoria sudah sampai di ujung kesabarannya.
Tiga body guard tadi segera keluar dari ruangan Victoria. Mereka sebenarnya merasa lelah dengan pencarian yang cukup panjang dan belum membuahkan hasil ini, namun mereka lebih takut lagi jika mereka harus kehilangan pekerjaan mereka.
“Ayo kita kembali bergerak sekarang dan lanjutkan pencarian kita.”ucap seorang body guard yang merupakan kepala body guard memberikan pengarahan dan perintah pada bawahan mereka.
“huft... setidaknya kita bisa beristirahat dulu selama satu atau dua jam ke depan setelah mereka semua melakukan pencarian.”ucap seorang lelaki setelah selesai memberi pengarahan dan juga perintah pada bawahan mereka.
Di ruangan terlihat Victoria duduk dan mengeluarkan sebotol obat dari laci kerjanya.
“Tac... !”Victoria membuka satu botol obat dan mengeluarkan isinya di tangannya. Dia kemudian mengambil tiga butir dari tangannya dan segera meminumnya meskipun dosis dan anjuran dari dokter jika obat itu dikonsumsi hanya sekali dalam sehari.
Alden dan Kyra tiba di swalayan lainnya di mana terdapat outletnya di sana sebentar sebelum mereka benar-benar pulang ke rumah.
Alden perjalanan masuk menuju ke outletnya bersama Kyra dan menghampiri salah satu pekerja nya.
“Bagaimana di sini, apa ada kendala atau masalah ?”tanya Alden salah satu pekerja nya.
“Aman bos. Semuanya masih dalam batas yang bisa dikontrol.”Jawab pekerja Alden menjelaskan.
Meskipun pekerjanya bilang seperti itu namun Alden tak semudah itu percaya begitu saja dan dia memeriksa ruang ganti, ruang masak dan lainnya.
“Ku rasa di sini semuanya aman dan terkendali. Jadi sebaiknya kita kembali saja karena tak ada yang perlu dikhawatirkan.”ucap Alden setelah selesai memeriksa semuanya.
Alden dan Kyra kembali menaiki motor menuju ke rumah.
Malam hari di kamar, terlihat Alden duduk sendiri dan merenung sambil memegang liontin yang tergantung di lehernya juga kartu nama pemberian dari Matthew. Dia terlihat ingin menghubungi nomor telepon itu setelah menyimpannya, namun dia mengurungkan niatnya itu dan berpikir ulang serta mengingat-ingat kembali apa yang lelaki itu katakan padanya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1