Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 62 Membantu Reporter


__ADS_3

Setelah Kyra masuk ke ruangan dan duduk sama beberapa menit, bos David datang ke ruangan itu. Semua stok yang ada di sana seketika langsung melihat atasannya itu masuk termasuk Kyra.


“Ada apa lagi bos David masuk ke ruangan sini ?”batin Kyra menatap lelaki itu dan dia mempunyai feeling negatif.


David kemudian berjalan ke tengah dan menatap semua stafnya kemudian beralih menatap Kyra.


“Apa ini ada kaitannya denganku ?”batin Kyra menatap atasannya itu bersiap akan mengucapkan sesuatu.


“Dengar semua aku ke sini hanya minta waktu sebentar saja.”ucap lagi itu membuka omongannya dan membuat staf yang ada di ruangan itu menghentikan sebentar pekerjaan mereka dan menatap dengan serius atasannya itu.


“Begini... aku menetapkan target mulai saat ini untuk mendongkrak dan meningkatkan penjualan kita seperti 20 tahun yang lalu dimana Media Crown ini berada di puncaknya saat dipegang oleh orang tua ku. Ku rasa Sudah saatnya kita tidak bersantai lagi dan harus berpacu dengan yang lainnya.” ucap bos David panjang lebar menjelaskan maksud kedatangannya.


“Mulai hari ini semua artikel yang akan tayang untuk esok hari atau beberapa hari ke depan akan ada tema per edisinya dan itu bisa ditanyakan pada editor Oliver. Selain itu aku bermaksud membantu salah satu reporter yang ada di ruangan ini.”ucap lagi itu menyambung perkataannya.


Semua staf di ruangan itu saling memandang, karena tidak tahu apa maksud sebenarnya bosnya itu.


“Siapa di antara kalian yang membutuhkan seseorang untuk membantu kalian terjun di lapangan ?”ucap bos David lagi namun tak ada yang menjawabnya.


“Baiklah kalian tidak mengerti maksudku rupanya. Mulai hari ini aku akan memperbantukan Kyra untuk membantu kalian bekerja di lapangan mencari berita. Dan siapa saja yang membutuhkan bantuan bisa langsung memberitahukan itu pada Kyra dan atas persetujuanku tentunya.”ucap bos David lagi.


Bak angin segar yang berhembus di tengah terik siang hari, Seryn memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.


“Aku bos... aku butuh bantuan besok.”ucap Seryn seketika sebelum yang lain mendahuluinya sambil mengangkat tangan kanannya ke atas.


Seryn kemudian beralih menatap Kyra yang ada di sampingnya.


“Bagaimana Kyra apa kau siap terjun ke lapangan bersamaku besok ?”ucap Seryn karena merasa pekerjaan yang akan terasa ringan jika ada yang membantunya.


“Ya....”jawab Kyra singkat dengan terpaksa dan wajah yang kusut.


“Baiklah hanya itu saja yang ingin ku sampaikan silahkan kalian semua kembali bekerja.”ucap bos David mengakhiri ucapannya.


Ruangan awalnya sepi kini menjadi ramai setelah kepergian atasan mereka.

__ADS_1


“Hey Seryn kau sengaja ya mendahului kami semua ? Kau kan tahu aku banyak kerjaan, harusnya tadi aku yang akan mengajukan diri.”ucap Billy, salah satu reporter di Media Crown.


“Ya salah sendiri kenapa tadi tidak segera mengajukan diri. Kalau begitu kau harus menunggu antrian.”balas Seryn berdiri menatap rekannya itu.


“Kalau begitu Kyra besok kau tolong bantu aku.”ucap Anne, reporter lain di ruangan itu.


“Lusa kau membantu ku ya Kyra.”ucap Eddie, reporter lain dalam ruangan itu dan reporter lain terlihat memperebutkan Kyra.


Kyra menetap semua rekannya yang ada di ruangan sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


“Oh My God... kenapa maksud gue tiba-tiba berubah seperti ini ?”batin gadis itu pusing melihat keributan rekannya yang merebutkan dirinya.


“brak... !”Kyra merasa pusing mendengar keributan di ruangan dan menggebrak mejanya. Gadis itu kemudian berdiri.


“Asal kalian tahu ya aku ini bukan barang atau asisten kalian. Semua yang butuh bantuan meminta bantuan padaku. Tapi giliran aku yang repot tak ada satupun dari kalian yang mau membantuku.”ucap gadis itu berdiri kemudian keluar dari rumah itu tanpa menunggu jawaban dari temannya.


Seketika ruang yang tadinya gaduh dan ramai gini kembali tenang dan hening.


Dan tak ada satu pun dari mereka yang menjawab perkataan Seryn karena mereka merasa bersalah pada Kyra.


Sore harinya Kyra keluar kantor. Tepat di saat dia berada di luar Alden datang menjemput.


“tap... tap... tap...”Kyra berlari menghampiri Alden.


“Bukankah kau bilang ada janji bertemu dengan lima pemilik swalayan ?”ucap Kyra berhenti di depan motor Alden.


“Ya... sebelumnya aku sudah pernah bertemu dengan satu pemilik swalayan jadi dengan kelima pemilik swalayan lainnya aku bisa menyesuaikan.”jawab Alden sambil tersenyum lebar menatap kekasih nya itu yang terlihat tidak bersemangat kali ini.


“Ada apa dengan mu, apa sesuatu terjadi padamu ?”tanya Alden saat melihat muka Kyra yang kusut dan cemberut.


Kyra tak langsung menjawab pertanyaan Alden dia langsung naik dan duduk di belakang lelaki itu dan memeluknya.


“Apa sebaiknya aku berhenti kerja saja ya ?”ucap Kyra memulai bercerita saat motor sudah melaju di jalanan raya.

__ADS_1


“Ada apa di kantor ? Kalau berhenti kerja kau mau kerja apa ?”balas Alden sambil memerankan motornya.


“Aku bisa membantumu di rumah atau di swalayan.”jawab Kyra.


“Kenapa... apa ada yang menganggu mu di tempat kerja ?” balas Alden penasaran.


“Aku kesal pada semuanya. Aku di situ sudah bersabar mendapatkan tambahan tugas membantu editor sekarang aku mendapatkan tugas tambahan lagi membantu reporter.”ucap Kyra mengeluarkan keluh kesahnya pada Alden.


“Kau saat ini bukan Kyra yang biasanya. Biasanya kau tak mudah menyerah menghadapi suatu masalah. Aku akan membantumu jika kau kesulitan, tenang saja.”balas Alden mencoba menenangkan gadisnya itu.


“Lalu bagaimana pertemuan mu dengan pemilik swalayan lainnya ?”ucap Kyra balas bertanya.


“Ya baik... minggu depan akan buka secara serempak. Dan aku akan merekrut beberapa orang untuk minggu ini.”jawab Alden senyum lebar.


Malam hari di rumah, terlihat Alden sibuk mengurusi berbagai keperluannya. Sedangkan Kyra duduk termenung memikirkan nasibnya besok seperti apa.


“Kenapa dia masih cemberut begitu ?”batin Alden masuk ke rumah setelah memeriksa beberapa barang di depan.


Dia kemudian duduk di samping Kyra.


“Apa yang masih mengganjal di hatimu ?”ucap Alden sambil menyibak rambut Kyra yang menutupi wajah.


“Apa aku tidak masuk saja besok ya... kalau perlu cuti selama beberapa hari.”jawab Kyra sambil menghembuskan nafas panjang.


“Apa karena membantu reporter ? Apa kesulitannya menjadi reporter ?”balas Alden menanggapi.


“Apa kau tahu apa saja yang harus di lakukan seorang reporter?” ucap Kyra melempar pertanyaan asal.


“Ya sedikit. Menjadi reporter tidak lah sulit. Asal kau mendapat berita yang menarik itu sudah bagus. Cara mendapat berita yang bagus seperti ini... bla-bla...”jawab Alden menjelaskan panjang lebar.


Sementara Kyra hanya mendengarkan dan terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Alden karena ternyata lelaki itu mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan jurnalis.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2