Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 131 Membatalkan Pertunangan


__ADS_3

Suara Victoria yang sedang membanting barang-barang di ruangan belakang terdengar hingga ke seisi rumah. Tak ada yang berani menuju ke belakang ataupun mendekati wanita itu di saat kondisinya sedang seperti ini.


“Cepat pergi dari sini sebelum nyonya datang kemari dan aku tak tahu apa yang akan dia lakukan pada kita.” ucap seorang pelayan yang berada di luar ruangan tempat saat ini Victoria sedang kambuh. “Sudah lama penyakit nyonya tidak kambuh, kenapa sekarang kambuh lagi ?” balas pelayan lain yang juga stand by di sana. “Entahlah mungkin ada masalah atau sejenisnya yang bisa memicu emosi nyonya.”


Pernah satu tahun yang lalu wanita itu sedang kambuh dan apa yang terjadi ? Siapa saja yang ada di dekatnya menjadi pelampiasan amarahnya hanya karena salah satu perhiasan kesayangannya hilang. Dan pelayan yang saat itu ada di dekatnya sampai masuk ke rumah sakit terkena lemparan meja yang mengakibatkan tulang rusuknya patah.


“Ayo cepat pergi dari sini.” dua pelayan tadi kemudian pergi dari sana menuju ke tempat yang aman berkumpul dengan pelayan lainnya.


“Suara gaduh apa itu ?” Gavin yang berada di kamar dan mau istirahat setelah selesai bercakap-cakap dengan kekasihnya di telepon, keluar kamar.


“Ayah... ada apa ?” Gavin melihat ayahnya berjalan dengan cepat melewati kamarnya.


“Ibumu, biasa... kambuh.”


Gavin menoleh ke arah belakang. Ia juga melihat beberapa pelayan berjalan menuju ke ruangan lainnya setelah mendengar kegaduhan itu.


“Sebaiknya kau masuk ke kamarmu kembali, jangan pergi ke belakang.” ucap Matthew kembali mengingatkan dan kembali berjalan setelahnya menuju ke kamarnya.


“Ohh... ibu... aku sebenarnya kasihan padamu.” Gavin kembali melirik ke arah belakang sebelum masuk ke kamarnya.


Dan seisi rumah itu tak ada yang berani mendekati ruang belakang hingga pagi hari esoknya.


Victoria yang tergeletak di sofa membuka matanya.


“Apa yang terjadi ?” ia terkejut melihat tempat yang berantakan. “Apakah aku yang melakukannya ?” Victoria berdiri di tengah kekacauan yang ia buat. Ia menoleh ke ruangan, tak ada satupun pelayan di sana. Ia keluar ruangan juga tak ada satupun pelayan di sana.


“Kemana semua pelayan di rumah ini ?!” ucapnya menyusuri jalan dengan kesal. “Pelayan ! Cepat kemari !” teriaknya dengan lantang sambil menetapkan lantai yang ada di bawahnya karena terlihat beberapa pelayan berkumpul di sana.


“Apakah nyonya masih kambuh atau sudah sembuh ?” tanya seorang pelayan dari dalam ruangan saat mendengar teriakan lantang dari nyonya mereka. “Aku tidak tahu, tapi biasa nya dalam semalam kondisi nyonya sudah pulih kembali.”

__ADS_1


“Pelayan...!” Victoria kembali berteriak dengan mantan karena tak ada satupun dari mereka yang menjawab.


“Ya nyonya.”jawab salah satu pelayan yang ada di sana memberanikan diri karena jika tidak menjawab sudah pasti akan berakibat lebih fatal lagi.


“Kenapa hanya satu orang saja yang merespon, padahal di sana banyak pelayan yang berkumpul.” Victoria kembali menatap ruangan tempat para pelayan berkumpul. “Kalian semua cepat keluar dari sana dan kemari !”


“Baik nyonya.” satu per satu pelayan yang ada dalam ruangan itu keluar dan menaiki tangga menghampiri nyonya mereka.


“Kalian semua cepat ruang belakang dan bereskan semua kekacauan di sana.”


“Baik nyonya.” semua pelayan segera bergerak dan menuju ke ruang belakang.


“Untung saja Nyonya sudah kembali normal.” bisik lirih seorang pelayan pada temannya saat sudah berada di ruang belakang dan mulai membersihkan ruangan itu.


Ya meskipun kondisinya sudah kembali normal wanita itu hari ini tidak berangkat ke kantor dan memilih untuk berada di rumah, sebagai antisipasi jika ia kembali kambuh karena ia sendiri tak bisa mengendalikannya.


Beberapa hari kemudian, Christine yang sudah lama tidak berkunjung ke rumah Gavin, malam itu dia berkunjung seorang diri ke sana.


“Ya tante aku sedang sibuk beberapa hari ini.” jawabnya sambil tersenyum setelah memeluk Victoria. “Gavin ada tante ?”


“Ada, dia ada di kamar.” Victoria balas tersenyum. “Duduklah dulu di sini ada yang ingin ku bicarakan denganmu.” menepuk kursi di sampingnya.


Christine kemudian duduk di samping Victoria.


“Pelayan pergi ke kamar tuan muda dan bilang padanya jika nona Christine menunggu di bawah.” ucap Victoria pada pelayan yang kebetulan lewat di ruang tamu. “Baik nyonya.” pelayan segera menuju ke kamar Gavin.


“Tuan muda, nyonya memanggil anda. Ada nona Christine di bawah.” ucap pelayan menyampaikan setelah mengetuk pintu. “Ya terima kasih aku akan segera turun.” jawab Gavin membuka pintu.


“Merepotkan sekali gadis itu. ternyata dia masih berani dan punya nyali ke sini untuk menemui ku setelah Kejadian beberapa waktu yang lalu di hotel.” umpat Gavin kesal namun ia pun memutuskan untuk menemuinya juga.

__ADS_1


Di ruang tamu Victoria dan Christine terlibat dalam pembicaraan serius.


“Sayang... aku rasa usia mu dan Gavin sudah cukup matang. Buat apa bertunangan lama-lama. lebih baik kalian segera menikah saja.” ucap Victoria menjelaskan maksudnya.


Bak gayung yang bersambut. Christine yang memang menginginkan hal itu sudah lama senang sekali mendengarnya.


“Ya tante, menurut tante Kapan sebaiknya kita akan melangsungkan pernikahan ?” jawabnya terlihat antusias. “Mengenai itu gampang tinggal pilih harinya saja yang terpenting Gavin siap dulu.”


Gavin yang berada tak jauh dari ruang tamu dan mendengar pembicaraan mereka dengan jelas mempercepat langkah kakinya.


“Tidak ibu. Aku tidak akan menikah dengan seseorang yang mengkhianati diri ku.” ucap Gavin tiba-tiba.


Christine dan Victoria seketika menatap langsung ke arah Gavin berada.


“Apa maksud mu bicara seperti itu ?” Victoria menatap tajam Gavin.


“Ini.” Gavin berdiri di depan mereka berdua, mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan menunjukkan sebuah video pada mereka berdua.


Deg


Christine terkejut sekali dengan video yang ia tonton. Mukanya seketika menjadi pucat pasi melihat adegan dirinya bersama Feliks di sebuah hotel. “Bagaimana bisa ada video ini ? Dan Bagaimana bisa video ini ada di tangan Gavin ?” Gemetar menatap videonya.


“What's ? Christine... kau dan Feliks...” Victoria terkejut bukan main melihat video yang ia tonton sampai-sampai ia menutup mulutnya.


“Christine bagaimana kau bisa jelaskan itu padaku ?” Gavin mengambil ponselnya kembali dan menatap tajam pada Christine.


“A-aku... tidak melakukannya. Sungguh aku tidak tahu itu. Ini pasti salah paham dan seseorang pasti menjebak ku dengan membuat video rekayasa seperti ini.”


“Christine aku sudah mengeceknya sendiri dan video ini asli tanpa editing dan rekayasa sama sekali.”

__ADS_1


Christine terdiam tak bisa berkata-kata. “Sialan... apa Feliks yang melakukan semua ini ?”


“Ibu mulai detik ini aku minta pertunangan kami dibatalkan. Aku sudah dikhianati di belakang ku. Dan kurasa akan menjadi duri jika aku terus melanjutkan hubungan ini.” Gavin terbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


__ADS_2