
Keesokan paginya Gavin bangun dari tidur. Pelayan langsung masuk ke kamarnya dengan membawakan sarapan pagi dan keperluan lainnya untuk dirinya.
“Terima kasih.”jawab Gavin singkat sambil mengambil baju ganti.
“Ya tuan, apa ada keperluan lainnya lagi ?”ucap pelayan di ujung pintu.
“Tidak ada, semuanya sudah cukup.”Gavin tersenyum menatap pelayan tadi.
“Tumben sekali, tuan Gavin tersenyum pada pelayan seperti ku. Dan lagi dia tidak menyuruhku macam-macam.”pelayan tadi menatap heran tuan mudanya di luar pintu karena sebelumnya pria itu sama sekali tak ramah apalagi tersenyum pada seorang pelayan seperti dirinya.
“Menikmati fasilitas seperti ini memang menyenangkan.”Gavin menutup pintu karena dia akan berganti baju. Ia kemudian mau makan menu sarapan pagi ada di meja setelah selesai berganti baju.
Satu jam kemudian seseorang membuka pintu kamarnya.
“klik...”Gavin menoleh ke arah pintu yang terbuka. “Ibu...” Victoria masuk dan menghampirinya.
__ADS_1
“Ayo kita berangkat ke kantor sekarang.”Victoria melihat jam di tangannya yang menunjukkan jika waktu sudah siang.
“Baik bu.”Gavin segera berdiri dan mengambil tas kerja yang ada di meja kemudian berjalan keluar mengikuti wanita itu.
“Silahkan masuk nyonya dan tuan muda.”ucap driver membukakan pintu mobil.
Victoria tak menjawab sedangkan Gavin menjawab dan berterima kasih pada driver itu.
“Gavin berterima kasih padanya ? Aneh sekali. Mungkin karena otaknya masih ada masalah hingga membuatnya berubah sedemikian rupa.”batin Victoria terlihat terkejut melihat perbedaan sikap pada putranya itu namun dia tak menunjukkan keterkejutannya.
“tap-tap-tap...”Gavin berjalan seperti biasanya mengikuti ibunya masuk ke kantor. Mereka berpisah di tengah jalan dan masuk ke ruangan masing-masing.
“Apa yang harus ku lakukan ?”Gavin hanya dia memandang monitor di depannya karena pikirannya sedang blank, dia terpikirkan pada outletnya di Ottawa dan beberapa kota lainnya.
Di lain tempat di kantor tiga, terlihat Matthew sedang berada di ruangannya. Dia duduk dan menatap monitor di depannya membaca semua data yang ada pada flashdisk yang diberikan oleh Gavin satu hari sebelumnya.
__ADS_1
“Ini semua rekayasa Victoria, tak ada satu pun data yang benar.”gumamnya setelah mencocokkan dengan data perusahaan asli, serta menemukan banyak aku tidak cocokan di sana.
“Aku harus segera memberitahu Gavin sebelum dia masuk perangkap Victoria.” Matthew mengambil kembali dan menyimpan flashdisk dari Gavin kemudian mengambil ponselnya.
“kring...”suara dering ponsel milik Alden. Pria itu terlihat melamun tanpa sebab entah kenapa hingga pada jaringan kelima baru dia menyadari ada telepon masuk untuknya.
“Halo ayah... ada apa ?”ucapnya setelah mengetahui siapa peneleponnya.
“Gavin aku sudah mengkroscek data yang kau berikan padaku dan itu semua data palsu.”jawab Matthew sambil Waspada karena mungkin saja ada mata-mata di antara beberapa staf yang ada di sana.
“Lalu ayah....apa harus kulakukan ?”balas Alden terkejut mendengar penjelasan ayahnya. Dia tak habis pikir apa motif sebenarnya ibunya ingin menjebaknya.
“Kau Tenang saja seperti biasa dan jangan tunjukkan jika kau tahu kalau semua data itu palsu. Kerjakan saja seperti biasanya, tunggu info selanjutnya dariku.”jawab Matthew menjelaskan dengan singkat dan cepat karena melihat ada beberapa orang yang melintas di depan ruangannya dan menatap ke arahnya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1