
Gavin tiba di airport. Sesampainya di sana ia segera memesan tiket dan tak lama setelahnya ia sudah berada di pesawat.
“Aku sudah berada di pesawat sekarang.” ucapnya merasa lega sambil menyandarkan bahunya ke kursi.
Dalam pesawat ia pun tersenyum sendiri dan tersipu mengingat apa yang sudah ia lakukan bersama kekasihnya.
“Kau semakin membuat ku tak bisa lama-lama jauh berada darimu, Kyra.” teringat kembali ******* gadisnya di bawah tubuhnya dan gigitan manisnya di area dada, dan tentu saja rasa nikmat luar biasa yang membuatnya seperti ketagihan.
Gavin memejamkan mata sejenak karena merasa separuh energinya terkuras telah beraktivitas bersama Kyra tadi.
“Tuan... pesawat sudah sampai di tujuan.” seorang pramugari datang menghampiri dan membangunkan Gavin karena sebagian penumpang sudah pada turun duluan. “Oh... baik terima kasih.” Gavin membuka mata dan segera berdiri dari tempat duduknya.
Ia merasa baru tidur 5 menit tapi sudah sampai. Pria itu kemudian segera menuju ke mobil yang ia parkir di sekitar area airport.
“Aku harus cepat kembali.” Gavin duduk di mobil. Ia mulai mengendarai mobilnya menuju ke rumah meskipun dalam kondisi mengantuk berat.
Di rumah Gavin.
__ADS_1
Matthew yang berada di kamar lain terlihat gelisah. Ia duduk di tempat tidur sambil tak henti-hentinya menatap jam dinding di depannya.
“Huff... Gavin belum kembali juga. Aku khawatir jika sampai pagi dia belum bangun, semuanya akan kacau.” kembali menatap jam yang tergantung di dinding. Selain itu Victoria akan bagun dua jam lagi.”
Flash back, lima jam yang lalu Matthew pergi ke dapur setelah kepergian Gavin. Di sana ia mencampurkan obat tidur pada lemon juice.
“Sayang... wajah mu sedikit kusam ?” Matthew masuk ke kamar dan menghampiri Victoria yang barusan berganti baju piyama. “Oh benarkah ?” terkejut mendengar ucapan suaminya.
Wanita itu meskipun tak lagi muda, dia memperhatikan betul penampilannya apalagi kesehatan kulitnya.
“Oh kau memang bisa diandalkan.” Victoria menerima jus itu dan segera meminumnya hingga habis.
Sepuluh menit setelahnya wanita itu terlihat menguap lebar. “Kenapa mataku berat sekali rasanya tidak seperti biasanya.” ia pun tertidur setelahnya.
Kembali ke masa sekarang.
Matthew mengambil ponsel dan menghubungi nomor Gavin.
__ADS_1
“Nomornya juga tak bisa di hubungi.” meletakkan kembali ponselnya setelah berulang kali mencoba menelepon dan tetap tidak tersambung. “Gavin cepatlah kembali.”
Tiga puluh menit kemudian Gavin tiba di rumahnya. Ia segera berlari masuk ke rumah dan langsung menuju ke kamarnya.
Di tengah jalan, ia berpapasan dengan Matthew yang juga barusan keluar dari kamar yang merusaknya tempati.
“Gavin... untunglah kau sudah kembali. Bagaimana dengan masalah mu ?” tanya Matthew dengan suara pelan. “Beres ayah, terimakasih.” jawab Gavin tersenyum kecil.
Dari kamar Victoria, wanita itu tiba-tiba membuka matanya meskipun seharusnya efek dari obat tidurnya belum habis.
“Seperti suara Matthew dan Gavin.” ucapnya kemudian duduk dan mendengarkan dengan seksama. “Ya benar itu suara mereka.” ucapnya lagi dan yakin jika memang itu suara mereka berdua.
“Apa yang mereka lakukan di jam seperti ini ?” Victoria penasaran dan ia pun keluar dari kamar menuju ke tempat Gavin dan suaminya bicara.
“Matthew... Gavin... apa yang kalian lakukan di sini ?” ucap Victoria berjalan menghampiri mereka berdua.
Matthew dan Gavin segera menghentikan pembicaraan mereka dan mana menatap ke arah Victoria.
__ADS_1