Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 145 Mencari Rumah


__ADS_3

Setelah mandi Kyra duduk di kursi sambil sarapan pagi. Ia nampak sedih teringat pada Gavin.


“Rasanya sudah kenyang.” Kyra menaruh piring sarapan paginya Walaupun dia hanya makan lima suap sendok saja.


Ia melihat jam dinding yang ada di ruangan itu. Dia terlihat malas untuk bangun dari tempat duduknya apalagi bekerja.


“Sudah hampir masuk, jika aku masuk pun pasti akan terlambat.” gumamnya. “Apa sebaiknya aku ambil cuti saja hari ini ?” mengambil ponsel.


Kyra segera menghubungi nomor telepon editor Oliver.


“kring...” ponsel di meja editor Oliver berdering. Ia pun segera mengambilnya. “Halo... ada apa Kyra ?” ucapnya segera setelah mengetahui asistennya yang menelepon.


“Uhuuk.. uhuk... editor Oliver mohon maaf, hari ini aku benar-benar tidak enak badan.” ucapnya dengan pura-pura batuk meskipun ia baik-baik saja. “Bolehkah aku izin barang sehari ini editor ? Hachi... !!” ucapnya lagi dengan pura-pura bersin untuk meyakinkan editor.


“Sepertinya kau memang butuh istirahat. Ya baiklah kau boleh izin hari ini, dan besok tetap masuk seperti biasa.”

__ADS_1


“Terimakasih editor Oliver.” Kyra tersenyum lebar dan segera mematikan ponselnya.


Sebenarnya gadis itu memang sengaja ingin off hari ini. Ia punya rencananya sendiri.


“Huft....baiklah aku harus bergerak sekarang untuk mencari rumah baru.” Kyra menatap kembali ponsel yang masih ada di genggaman tangannya.


Ia mulai browsing dan mencari rumah yang disewakan di sekitar yang berada di sekitar tempat kerjanya berada, jadi ia tak perlu repot-repot naik taksi lagi seperti biasanya.


“Ini biayanya terlalu mahal.” menemukan rumah yang disewakan namun belum cocok.


Kyra kembali mencari hingga dua jam lamanya.


Kyra naik taksi menuju ke lokasi dan beberapa saat setelahnya ia tiba di sana.


“Sepertinya ini tempatnya.” Kyra berjalan kaki sejauh tiga meter setelah turun dari taksi sambil mencocokkan dengan alamat yang ada di ponsel.

__ADS_1


Kyra kemudian menemui pemilik rumah, seorang wanita dan melakukan negosiasi dengannya.


“Baik nyonya, aku akan membayar biaya sewanya di depan jika begitu.” Kyra fix menyewa rumah itu dan menyerahkan DP biaya sewa di awal pada nyonya rumah. “Terima kasih nona, ini kunci rumahnya.” punya rumah menyerahkan kunci pada Kyra.


Beberapa saat setelahnya Kyra kembali melihat seisi rumah itu yang berukuran sedang, sekalian untuk mengetahui perabot apa yang bisa masuk ke sana.


“Sepertinya semua muat jika aku membawanya kemari.”


Lima belas menit setelahnya gadis itu kembali pulang ke rumah. Setibanya di rumah ia langsung mengepak semua barangnya.


“Gavin... aku ingin sekali bertemu denganmu untuk yang terakhir kalinya tapi aku takut setelah menemui mu aku akan berubah pikiran.” Kyra duduk di tempat tidur menatap bantal yang biasa di pakai lelakinya.


Ia mengambil bantal itu dan menciumnya.


“Bahkan aroma keringat dan parfum mu masih menempel di sini.” memeluk bantal Gavin. “Oh ya, aku sebaiknya meninggalkan pesan untukmu.”

__ADS_1


Kyra mengambil secarik kertas dari dalam laci dengan sebuah bolpoin. Ia menuliskan pesannya di sana.


“Sudah selesai.” Kyra menaruh pesannya dan meletakkannya di meja ruang tamu. Air matanya mulai menitik dan beberapa jatuh di secarik kertas membasahi tulisannya tadi.


__ADS_2