
Sore hari Kyra keluar dari kantor dan menunggu Alden menjemputnya. Gadis itu duduk sudah 10 menit lamanya namun dia tak melihat kedatangan Alden.
“Tak biasanya Alden telat menjemput ku. Biasanya aku hanya menunggu sekitar tiga menitan saja. Ada apa ya...”gumam Kyra khawatir.
Kyra berdiri dan berjalan menuju ke tepi jalan raya sambil mengeluarkan ponsel dan melakukan panggilan.
“kring... kring...”suara ponsel Alden yang berdering.
Alden yang saat itu masih berdiskusi dengan pemilik swalayan minta izin sebentar untuk mengangkat teleponnya.
“Halo... ya Kyra...”ucap Alden setelah telepon tersambung, di luar ruangan.
“Aku sudah menunggumu sekitar sepuluh menitan lebih tapi kau belum datang. Kau ada di mana sekarang ?”balas Kyra yang tak henti-hentinya menatap jalanan mencari sosok Alden.
“Astaga... aku hampir lupa menjemput mu. Maaf, aku masih menemui pemilik swalayan dan saat ini sedang berdiskusi dengannya mungkin sebentar lagi akan selesai. Tunggu aku di sana, jangan ke mana-mana.”ucap Alden di telepon setelah teringat.
Kyra melihat jam di tangannya, menunggu 10 menit ditambah perjalanan, dan juga macet bisa-bisa dia harus menunggu selama 30 menit.
“huft... Alden kau tak perlu buru-buru, lanjutkan saja diskusi mu dengan pemilik swalayan dan aku akan pulang naik taksi sekarang.”balas Kyra kemudian langsung menonton telepon tanpa mendengar jawaban lebih lanjut dari Alden.
Dia pun segera memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas dan menunggu taksi lewat.
“hiss... dia tidak sabaran sama sekali. Kira-kira dia marah padaku atau tidak ?”gumam Alden menaruh kembali ponselnya ke dalam saku baju kemudian kembali masuk ke ruangan dan lanjutkan diskusi mereka yang hampir selesai.
“Taksi... !”panggil Kyra saat melihat taksi melintas di depannya. Dia pun segera masuk begitu taksi itu berhenti.
“Terimakasih...”ucap Kyra setelah taksi berhenti tepat di depan rumahnya sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada driver taksi.
Kyra jalan menuju ke rumah dia berhenti di depan dan melihat Bram seorang diri di sana.
“Dimana Alden... kenapa kau sendirian ?”tanya Kyra pada Bram.
“Bos pergi sedari tadi belum kembali kak.”jawab Bram sambil membuatkan pesanan untuk beberapa pembeli.
“Oh ya baiklah.... berati dia masih belum selesai.”balas Kyra kemudian masuk ke rumah karena di luar ramai dan tak mau mengganggu Bram.
__ADS_1
Di dalam Kyra segera masuk ke kamar. Setelah menaruh tasnya ke meja dia mengeluarkan semua artikel yang didapatnya dari kantor dan mulai membacanya.
Dia selesai membaca satu artikel dan membaca artikel berikutnya lalu menumpuknya ke meja.
“Nyonya Victoria sekilas dari wajahnya terlihat jika wanita itu agak kejam dan tega. Tapi entahlah aku tidak tahu sendiri. Jadi Alden benar-benar putranya ?”gumam Kyra setelah selesai membaca beberapa artikel dan mempunyai pandangan sendiri tentang ibunya Alden.
Kyra masih haus informasi dan membacanya dengan cepat. Dia ya sama sekali tak mengetahui latar belakang Alden mencari tahu bagaimana kepribadian lelaki itu sebenarnya.
“Ini dia artikel khusus yang membahas tentang lelaki itu.”ucap Kyra menemukan Artikel kepribadian Gavin.
Kyra membacanya dengan seksama dan hati-hati. Semakin lama membacanya semakin terlihat alisnya berkerut.
“Hah... jadi... Alden yang asli adalah seorang yang playboy dan juga berkepribadian buruk ?”pekik Kyra terkejut membaca artikel itu.
Dia diam dan berbeda Kenapa sifatnya sangat bertolak belakang dengan yang saat ini dia lihat.
“Aku berharap Alden mendapatkan ingatannya kembali jika dia seperti itu sikapnya. Aku tidak mau dia kembali pada kehidupannya yang lama.”gumam Kyra lagi.
“ckiiit...”Alden tiba di depan rumah namun dia tidak turun dari motor.
“Bram... Kyra sudah pulang belum ?”tanya Alden di depan menatap asistennya itu.
Alden kemudian segera turun dari motor dan berjalan dengan cepat masuk ke rumah. Dia berlari masuk ke kamar Kyra, takut jika gadis itu akan marah padanya karena tidak menjemputnya.
“klak... !”Alden membuka pintu kamar Kyra dan menepati gadis itu membaca sebuah artikel. Karena penasaran artikel apa yang dibacanya dia pun duduk di sebelahnya dan mengintipnya.
“Itu kan artikel tentang diri ku ?”gumam Alden lalu mengambil artikel di tangan Kyra dan membacanya.
“Bahkan di artikel ini sekalipun menjelaskan karakter dan kepribadian ku. Aku tidak tahu bagaimana gadis ini menilai ku setelah mengetahuinya. Semoga saja dia tidak berubah.”batin Alden pemegang artikel yang ada di tangannya dengan gemetar.
Kyra seketika menggeser duduknya mendekat ke Alden dan menatapnya dalam-dalam.
“Kyra apa kau marah pada ku ? Maaf aku baru selesai ternyata dan aku bertanya pada Bram ternyata kau sudah pulang.”ucap Alden meminta maaf kalau mengira lagi di situ pasti marah padanya.
Kyra tidak menjawabnya, dia menyentuh pipi Alden dan memeluknya erat.
__ADS_1
“Kyra... ada apa ? Kau tidak marah padaku ?”ucap Alden dan balas memeluk kekasihnya itu.
“Tidak... aku tidak marah pada mu. Aku tidak mengenal Gavin. Aku takut jika kau kembali menjadi Gavin, kau akan meninggalkan diriku.”ucap Kyra memeluk Alden dengan erat.
“Dengar Kyra... aku sebenarnya juga takut menghadapi diriku yang sebenarnya. Tapi aku selalu bersemangat karena adanya dirimu di sisiku. Apapun yang terjadi nanti aku akan tetap memilih bersama mu. Aku hanya minta kepercayaan mu saja.”balas Alden menjelaskan dengan tegas dan meminta gadis itu tak perlu khawatir padanya.
Alden menyentuh pipi Kyra dan mencium bibirnya.
“Bagaimana dengan planning mu hari ini Gavin ?”tanya Kyra setelah mengakhiri ciuman mereka.
“Kau jangan memanggilku dengan nama itu dulu. Ya aku sudah membawa kontraknya juga.”balas Alden sambil menunjukkan kontrak yang dia bawa pada Kyra.
“Jadi dalam waktu dekat tak akan mempunyai cabang di swalayan ?”ucap Kyra tersenyum lebar dan menyerahkan kembali kontrak milik Alden.
“Ya...”jawab Alden tersenyum kecil kemudian kembali mencium bibir Kyra.
Tiga hari kemudian setelah semua persiapan yang Alden lakukan selesai tampak ada stand baru di swalayan Oxcy di food court.
Di hari grand opening kali ini tampak Alden di bantu Kyra yang sengaja cuti satu hari kerja melayani banyak pembeli.
“Ada saus di hidung mu.”ucap Alden di tengah-tengah kesibukannya.
“Dimana ?”balas Kyra menoleh pada Alden.
“Diam dulu.”jawab Alden. Dia pun mengambil tisu kemudian membersihkan saus di hidung Kyra.
Mereka berdua tak sempat bicara panjang atau banyak karena banyaknya pembeli. Hingga sore hari, bahan yang mereka siapkan sudah habis.
“Aku senang sekali di hari pertama aku buka ternyata semuanya habis terjual.”ucap Alden menutup stand nya dan bersiap untuk pulang.
“Ya kau memang hebat.”jawab Kyra menuju dan membantu lagi itu berberes.
“Tapi ini belum cukup. Aku harus melakukan terobosan agar aku bisa melihat hasilnya lebih cepat dari sekarang.”jawab Alden sambil tersenyum lebar kembali menyusun rencana untuk bisnisnya.
Kyra hanya diam dan berberes dengan cepat agar mereka bisa segera pulang dan penasaran apa yang direncanakan kekasihnya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
D