Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 41 Pertemuan Sepintas


__ADS_3

Suatu hari Alden berniat belanja bahan untuk jualannya karena semua bahan sudah menipis. Kebetulan di hari Sabtu Kyra libur, jadi dia menemani Alden belanja.


Beberapa waktu sebelumnya Alden membeli sebuah motor dari hasil penjualannya selama ini yang dia kumpulkan.


“Kakak... sudah belum ? Apa masih lama ?”ucap Alden di depan rumah duduk menunggu di sebuah motor sport putih.


“Ya sebentar... aku mencari helm.”ucap Kyra dari dalam rumah.


Helm yang di cari Kyra ternyata ada di motor di bawa Alden, dan dia lupa tidak memberitahunya.


“Kakak helm mu sudah kubawa.”ucap Alden berteriak dari luar.


Kyra yang masih mencari akhirnya segera berlari keluar lalu menghampiri Alden.


“Kenapa kau tak bilang sudah bawa helm ku ? Mana helm ku.”ucap Kyra berdiri di samping Alden dan sedikit mengomel padanya.


“Maaf... ini.”jawab Alden mengambilkan helm Kyra, namun dia tidak memberikan helm itu padanya, dan memasangkannya.


Kyra segera duduk di belakang dan berpegangan pada Alden. Mereka berdua kemudian menatap Bram yang menunggu toko.


“Bram kami pergi dulu. Kalau ada apa-apa telepon kami.”ucap Alden berpesan.


“Siap bos !”jawab Bram singkat menanggapi dan menatap kedua orang itu berlalu di jalanan.


“Mereka bilang bukan sepasang kekasih, tapi hubungan mereka tak seperti layaknya adik-kakak.”gumam Bram tersenyum kecil melihat Kyra yang berpegangan erat pada Alden.


Karena Alden sering pergi ke swalayan naik taksi jadi dia pun hafal jalannya menuju ke sana, dan hanya butuh waktu beberapa menit saja mereka sampai ke lokasi.


Alden dan Kyra turun dari motor setelah memarkirkannya. Mereka berjalan menuju ke swalayan melewati keramaian.


“Ada apa sebenarnya kenapa tiba-tiba ramai dan macet jalannya ?”ucap Kyra melihat ke jalanan sekitar swalayan yang macet dan ada beberapa mobil patroli polisi di depan. Beberapa polisi mengatur lalu lintas yang padat di jalanan.


Kyra dan Alden menyeberang di jalan tepat di saat sebuah mobil mewah melintas di jalanan.


“Argh.... !”Hampir saja Kyra terserempet oleh mobil yang barusan melintas namun untungnya Alden segera menarik gadis itu ke sisinya.


“Hati-hati kak menyeberangnya. Kau tidak apa ?”ucap Alden menatap Kyra yang gemetar.


“Aku tidak apa-apa, ayo masuk.”balas Kyra dan Alden kemudian melepaskan tangannya.

__ADS_1


Dari dalam mobil mewah lainnya yang melintas terlihat di mobil itu terdapat lima orang lelaki yang memakai setelan jas warna hitam. Salah satu dari mereka melihat ke arah Alden dan Kyra.


“Hati-hati mengemudinya !”ucap seorang lelaki pada driver yang mengemudikan mobil itu.


“Bukan aku yang salah tapi gadis itu yang sembarangan menyeberang.”jawab driver menjelaskan sambil menunjuk ke arah Kyra.


Lelaki tadi melihat ke arah luar jendela dan tatapannya terpaku pada sosok lelaki yang menarik tangan gadis tadi.


“Lelaki itu... dia mirip sekali dengan tuan muda Gavin.”ucapnya dan membuat lo lagi lain yang ada di mobil juga ikut menatap ke arahnya, namun sayang saat mereka menatap, sosok itu sudah hilang dari sana.


“Mana... lelaki itu yang kau maksud ? Dia sama sekali tak mirip dengan tuan muda.”ucap lelaki lain yang melihat seorang lelaki yang masuk ke swalayan bergandengan tangan dengan seorang gadis.


“Bukan dia.. ahh... lelaki itu sudah pasti sudah masuk ke swalayan.”balasnya.


“Tidak mungkin tuan muda berada di sini. Dia pasti berada di suatu tempat lain yang tidak terlalu jauh dengan Arkansas.”balas lelaki itu menyanggah temannya sehingga membuat temannya tadi percaya pada ucapannya.


“Hey... tutup jendela mobilnya !”ucap seorang lelaki lain di dalam mobil.


“klik....”jendela mobil tertutup dan para penumpang di dalam mobil kembali fokus pada tugas mereka, mengawal nyonya mereka melakukan perjalanan bisnis ke kota ini.


Di dalam swalayan Kyra dan Alden segera menuju ke stand sayuran dan bahan makanan.


Kyra mengambil kentang dan memasukkan ke troly yang di bawa Alden.


“Ooh...”Kyra mengembalikan kentang yang sudah ia pegang ke tempatnya lagi.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke kasir karena merasa sudah cukup yang mereka beli.


Tak lama setelahnya Alden dan Kyra berjalan menuju ke tempat parkir. Alden masuk ke tempat parkir, sedangkan Kyra menunggu di luar.


“puk...”seseorang menepuk bahu Kyra.


Gadis itu merasa aneh kenapa Alden menepuk bahunya tidak memanggilnya saja. Kyra menoleh ke belakang.


“Jerry... ?!”ucap Kyra setelah berbalik dan mengetahui siapa yang menepuk bahunya yang ternyata seorang lelaki dari pers Amazone.


Alden menuntun motornya keluar tapi dia berhenti saat melihat Kyra berbicara dengan seorang lelaki dan memutuskan untuk menunggunya sebentar.


“Kyra... kau sendirian ke sini ?”tanya Jerry melihat gadis itu seorang diri.

__ADS_1


“Tidak... aku sama seseorang ke sini.”jawab Kyra sambil menoleh ke samping mencari sosok Alden yang tak kunjung datang.


Jerry hanya tersenyum saja mendengar balasannya karena tahu gadis itu bohong dan sengaja melakukannya untuk menghindari dirinya.


“Kyra... aku tahu kau tidak dekat dengan lelaki manapun. Maukah kau makan malam denganku nanti ?”ucap lelaki itu to the point.


“Jerry... maaf aku tidak bisa... aku ada urusan lain.”jawab Kyra menolak lelaki yang berusia empat tahun di atasnya itu. Dia tahu lelaki itu ada rasa padanya, meskipun dari fisik dia menarik tapi entah kenapa dia tidak menyukainya.


“Kyra... kenapa kau tidak mencoba dan memberiku kesempatan saja ?”ucap Jerry mendesak.


“Mencoba apa... kesempatan apa ?”jawab Kyra datar.


“Kau ini... tidak tahu atau pura-pura tidak tahu ? Ku rasa sebenarnya kau sudah tahu kau sudah bukan anak kecil lagi. Tentu saja mencoba membuka hatimu dan menjadi hubungan denganku. Beri kesempatan aku sekali saja untuk mencobanya denganmu.”ucap Jerry terus membujuk dan mendesak Kyra.


Kyra terlihat diam dan Mencari Alasan lagi yang tepat untuk menolak lelaki itu tanpa menyakitinya.


“Apa yang harus ku katakan lagi padanya ?”batin Kyra sambil berjalan mundur.


“Jerry... kau ini sempurna dan aku terlalu baik untukmu. Selain itu aku belum ada pikiran ke arah itu.”jawab Kyra menolak lagi secara halus.


Namun Jerry sekolah tak mau menyerah, dan dia terus mendesak Kyra yang terkesan memaksa dan membuat gadis itu takut.


Alden yang dari tadi mendengar percakapan mereka menjadi tidak sabar setelah mendengar perkataan Jerry yang memaksa.


“Hey... ! berhenti menggoda kekasih ku !”ucap Alden menara motornya kemudian berjalan menghampiri mereka berdua.


Dia menarik tangan Kyra mendekat dengan dirinya dan menatap tajam Jerry.


“Kau adalah kekasihnya ? Bukankah tadi Kyra bilang dia sibuk dan ada waktu dengan hal itu ?”balas Jerry kesal karena ada pengganggu yang datang mengganggunya.


Alden menatap Kyra sebentar dan beralih menatap lelaki itu kembali.


“Ya kami memang tak lama jadian. Dan kau tahu... kak... maksud ku Kyra masih menyembunyikan hubungan ini.”balas Alden yang tiba-tiba mendadak pintar bicara dan beralasan.


Sedangkan Kyra hanya diam saja menatap Alden yang bicara.


“Ayo sayang kita pergi saja dari sini. Masih banyak yang harus kita lakukan.”ucap Alden menggenggam tangan Kyra dan mengajaknya berjalan.


“Dan kau... ingat jangan sampai aku melihatmu lagi mengganggu Kekasihku.”ucap Alden memberi peringatan pada Jerry.

__ADS_1


Alden kemudian segera meminta Kyra naik ke motor. Dan tak lama kemudian motor Alden melewati Jerry keluar dari tempat parkir.


BERSAMBUNG....


__ADS_2