
Matthew tersenyum lebar menatap sosok di depannya dan dia sama sekali tak menyangka bisa bertemu dengan putranya yang sudah hilang hampir satu tahun lamanya.
“Gavin.... kau di sini rupanya.”ucap lagi itu sambil memegang bahunya.
Alden diam menatap sosok lelaki di depannya. Dia mencoba mengingat kembali dan lelaki itu memang muncul dalam ingatan masa lalunya bersama dirinya.
“Apa hubungannya lelaki ini denganku ? Tapi dia memanggilku Gavin.”batin Alden berpikir dan masih menatap lelaki di depannya.
“Maaf... aku... tidak mengenali anda.”balas Alden karena tidak tahu apa hubungannya dengan lelaki itu meskipun dia tahu ada hubungan keluarga dengannya.
Matthew terus sedikit kecewa mendengar ucapan putranya sendiri yang tidak mengenali dirinya.
“Berarti dia belum pulih ingatannya.”batin Matthew merasa iba melihat kondisi putranya saat ini, namun dia merasa lega setidaknya kondisinya dalam keadaan baik.
“Gavin... aku adalah ayah mu.”ucap lelaki itu menjelaskan.
Alden hanya mengerutkan dahinya mendengar penjelasan lelaki itu dan tak bicara sepatah kata pun selain melihat sosok di depannya.
“Jadi dia ayah ku... tapi aku sama sekali tak mempunyai ingatan tentang dirinya. Hanya wajahnya saja yang ku ingat.”batin Alden masih menatap sosok lelaki di depannya.
Matthew melihat keraguan di mata Alden dan berpikiran mungkin saja dirinya hanya di kira mengaku sebagai keluarganya.
Lelaki itu tanpa permisi dan meminta persetujuan dari Alden, menyentuh liontin yang tergantung di lehernya.
“Liontin ini adalah identitas mu sebagai keluarga Bailey.”ucap lelaki itu menjelaskan juga menunjukkan nomor seri di balik liontin yang dikenakannya.
Untuk lebih meyakinkan dia juga mengeluarkan liontin yang dia pakai dan menunjukkannya pada Alden.
“Lihat liontin yang ku pakai ini. Liontin kita sama karena kita satu keluarga.”ucap Matthew lagi untuk meyakinkan Alden.
Alden mengamati liontin yang dipegang oleh lelaki di depannya dan memang liontin mereka identik.
“Sepertinya orang ini memang tidak berbohong tapi aku merasa aneh jika harus memanggilnya dengan sebutan ayah.”batin Alden selesai memperhatikan liontin milik Matthew.
Karena Alden hanya diam saja maka Mattew menariknya dan mengajaknya duduk agar lebih jenak berbicara.
“Duduklah...”ucap Matthew mengajak Alden untuk duduk di kursi tempat dia sebelumnya duduk.
__ADS_1
Alden duduk dan diam menatap lagi yang duduk di depannya dengan pikiran kosong. Karena baginya setelah ingatannya hilang dia menganggap dirinya hidup sebatang kara.
“Gavin... aku tahu mungkin ingatanmu memang belum kembali. Tapi suatu saat kau akan memperoleh kembali ingatanmu. Dan percayalah aku ayah mu dan aku sudah lama mencari mu.”ucap lelaki itu kembali meyakinkan putranya karena merasa Alden tetap tidak yakin pada dirinya.
“Bukannya aku tidak percaya pada tuan, maaf tapi ku rasa aku sudah mempunyai kehidupanku sendiri saat ini.”balas Alden menjawab.
Matthew terlihat terpukul mendengar jawaban putranya yang seolah-olah tak merindukan dirinya.
“Apa kau tak ingin kembali pulang ke rumah ?”balas Matthew.
Alden bingung dan tak tahu harus menjawab apa. Di satu sisi dia Senang berjumpa dengan lelaki yang mengaku sebagai ayahnya, di sisi lain dia masih tidak siap jika harus kembali ke keluarganya.
Di luar outlet terlihat Kyra yang berjalan masuk dan mencari keberadaan Alden, karena lelaki itu meninggalkannya terlebih dulu untuk mengambil kunci motor yang tertinggal di ruang ganti.
“Kemana Alden... kenapa dia lama sekali mengambil kunci motor saja ?”gumam Kyra setelah melihat jam tangannya dan ternyata dia sudah menunggu selama 30 menit.
“Apa dia membantu pekerja disini ?”gumam Kyra lalu menatap ke arah outlet dan tidak menemukan keberadaan lelaki itu di sana, hanya ada pelayannya saja.
Kyra mengedarkan pandangan ke sekitar dan menatap satu per satu kursi yang ada di outlet untuk mencari keberadaan Alden.
“Tunggu... itu seperti Alden. Tapi dia bicara dengan siapa ?”gumam Kyra melihat Alden duduk di pojokan dan sedang bicara dengan seorang lelaki.
“puk...”Kyra menepuk pelan bahu Alden.
Alden menoleh ke belakang dan melihat Kyra berdiri di belakangnya.
“Kyra... kenapa kau menyusul ku ke sini ?”ucap Alden.
“Aku sudah lama menunggumu Alden, kita jadi pulang atau tidak ? Tapi jika kau masih ada urusan maka tak apa aku akan menunggumu.”balas Kyra kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan lelaki itu.
Alden memegang dan menarik tangan Kyra, menahannya agar tidak pergi meninggalkannya.
“Temani aku sebentar di sini.”ucapnya singkat dengan tatapan memohon.
“Tapi kau sedang ada urusan, aku tak ingin mengganggu mu.”balas Kyra kemudian menoleh menetap seseorang lagi yang duduk di depan Alden.
“Tak apa, temani aku sebentar.”ucap Alden lagi menarik tangan Kyra.
__ADS_1
Kyra pun akhirnya duduk di samping Alden dan menemaninya. Dia kemudian menatap lelaki yang duduk di depan Alden, namun hanya diam saja dan mencoba mengingat wajahnya yang familiar itu.
“Gadis ini memanggilnya dengan nama Alden ?”batin Matthew menatap Kyra.
“Ehm... Gavin... kita lanjutkan kembali pembicaraan kita. Aku beruntung sekali menemukan dirimu lebih dulu daripada ibumu.”ucap Matthew kembali melanjutkan obrolannya.
“Apa... ibu ?”ucapnya singkat karena dia tak tahu apa dan bagaimana rupa ibunya selain itu dia juga tidak tahu apa rencana ibunya.
“Ya ibu mu... aku tidak tahu apalagi yang akan dia lakukan padamu jika dia menemukan dirimu.”ucap Matthew menyambung pembicaraannya.
Alden mengerutkan alisnya dia tidak tahu apa maksudnya pembicaraan lelaki yang mengaku sebagai ayahnya itu.
“Ibu mu... dia yang membuatmu kehilangan ingatan. Dan jika dia sampai menemukanmu lagi dalam kondisi seperti ini, aku tak tahu lagi apa yang akan terjadi pada mu.”ucap Matthew lagi.
Kyra yang sedari tadi mendengarkan mencoba mencerna apa yang diucapkan oleh lelaki yang duduk di depannya itu.
“Lelaki ini sedari tadi dia bilang jika ayah nya Alden, mungkinkah yang dikatakannya benar ?”batin Kyra menetap dan mengamati sosok lelaki yang duduk di depannya.
“Tunggu, maaf... anda bilang anda adalah ayahnya Alden, apa itu benar ?”ucap Kyra menyela pembicaraan mereka berdua dan bertanya secara langsung karena penasaran.
Matthew berhenti bicara dengan Gavin lalu beralih menatap sosok gadis yang duduk di depannya.
“Ya nona... aku adalah ayahnya Gavin. Siapa kau ? Kenapa kau bersama putra ku ?”ucap lelaki itu bertanya pada Kyra.
Alden memegang tangan Kyra dengan erat.
“Dia adalah kekasih ku.”ucap Alden menjawab mewakili Kyra.
“Oh begitu... jadi kau yang menyelamatkan putra ku ini ?”tanya lelaki itu lagi masih menatap Kyra.
Kyra hanya mengangguk menatap Matthew. Karena dia jika tidak tahu apa yang harus diucapkan.
Matthew kemudian kembali bicara dengan Gavin, meskipun lagi itu hanya menanggapinya dengan sedikit kata saja.
Tiba-tiba Matthew berdiri setelah menatap jam di tangannya sambil melempar pandangan ke arah luar.
“Gavin... ayah tahu semua ingatanmu belum kembali. Dan aku tak bisa melakukan apapun untukmu saat ini. Bawa ini, telepon ayah jika ada sesuatu.”ucap lelaki itu mengeluarkan sebuah kartu nama dan memberikannya pada Alden kemudian terlalu pergi dengan terburu-buru meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Sementara Alden dan Kyra saling menatap telah melihat kepergian lelaki yang mengaku sebagai ayahnya Alden itu.
BERSAMBUNG....