Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 127 Room 403


__ADS_3

“prok.” Gavin bertepuk tangan dan memanggil chef yang ada di sana. “Ya tuan muda.” seorang Chef datang menghampiri meja Gavin. “Buatkan menu ini untuk kami berdua.” Gavin menunjuk menu yang ia pilih dan menunjukkannya pada chef.


“Baik tuan muda. Nanti waiter akan mengantarnya.” chef pergi dan kembali masuk ke dapur.


Christine duduk diam menatap tenang aja yang duduk di depannya dengan berbunga-bunga.


“Gavin... apa kau mulai terpikat padaku ? Kau sungguh manis sekali mengajak ku kesini. Apalagi ini hotel mu. Ohh... kau akan jadi milikku malam ini.” Christine menatap intens Gavin.


“Christine, maaf aku mau ke toilet sebentar.” Gavin berdiri meminta izin. “Ya sayang.” jawab Christine.


Gavin berjalan menuju ke toilet, namun di tengah jalan ia berbalik arah dan masuk ke ruang dapur lewat pintu belakang.


“Chef Vertz aku ingin minta tolong padamu.” Gavin menghampiri chef dan berbicara pelan. “Ya tuan muda.” jawabnya menoleh. “Campurkan ini pada makanan yang akan kau berikan pada Christine.” mengeluarkan obat serbuk sambil berbisik dan menatap ke pintu. “Baik tuan muda.” chef menerima obat dan segera menyembunyikannya.


“Terimakasih.” ucap Gavin kemudian segera keluar dari sana sebelum ada yang melihat dirinya.


Ia pun menuju ke toilet pria. Namun dia tidak masuk pesan dan hanya berada di sekitarnya saja. Ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.


“Halo Feliks aku sudah di lokasi. Kau di mana ?” ucap Gavin setelah telepon tersambung.


“Aku masih di rumah. Satu jam lagi aku akan berangkat. Apa kau sudah memesan room nya ?”


“Sudah. Room 403. Kau tinggal ambil kuncinya saja nanti saat masuk ke hotel.” Gavin sambil menetapkan sekitar dan waspada jika ada seseorang yang mendengarnya. “Oke friend. Thanks sudah membantuku.”


Gavin kemudian mengakhiri panggilan telepon dengan sahabatnya itu. Sebenarnya ia yang harus berterima kasih pada temannya itu yang sekaligus merupakan kekasih Christine, tepatnya mantan kekasih gadis itu yang barusan putus satu bulan ini dan masih menyimpan rasa pada Christine.


Flash back


Semalam sebelumnya Gavin tiba-tiba teringat pada sosok temannya, Feliks. Ia pun mencoba mencari nomor ponsel sahabatnya itu dan menemukannya setelah 30 menit melacaknya menggunakan laptopnya.


“Halo apa ini Feliks ? Aku Gavin.” ucapnya setelah telepon tersambung. “Gavin... sudah lama sekali kita tidak bertemu dan nomormu tak bisa dihubungi.”

__ADS_1


“Feliks dengarkan aku. Aku butuh bantuan mu.” ucapnya serius. “Ya katakan saja.” Gavin Kemudian menceritakan semua rencananya pada Feliks. “Baiklah sobat, dengan senang hati aku akan membantumu.”


Kembali ke masa sekarang. Pria itu masuk ke toilet sekedar untuk mencuci tangannya dan membasuh mukanya agar benar - benar di kira ke toilet sungguhan.


Lima menit kemudian ia keluar dari toilet dan berjalan kembali ke restoran.


“Maaf membuat mu menunggu lama.” Gavin duduk dan merapikan bajunya yang sudah rapi.


Baru saja ia duduk waiter datang mengantarkan menu pesanan mereka. “Silakan tuan muda, nona Christine.” menaruh menu ke meja. “Terima kasih.” jawab Gavin.


Tanpa ia minta Christine segera menyantap hidangan makanan yang ada di depannya.


“Gavin kenapa kau diam saja, ayo cepat makan.” Christine mengambilkan hidangan untuk Gavin. “Sudah tak perlu. Aku bisa mengambilnya sendiri.” menolak dan langsung mengambil sendiri.


Ia makan dengan pelan dan tenang sambil terus memperhatikan tunangannya.


“Gavin kenapa kau menatapku seperti itu ?” Christine berhenti sejenak dan menatap tunangannya. “Tidak, aku hanya senang saja melihatmu makan dengan lahap.”jawabnya singkat.


“Apa kau terburu-buru ?” Gavin menaruh sendok ke piring yang masih separuh. “Tidak, santai saja. Aku akan menunggumu sampai kau selesai makan.” jawabnya dengan tersenyum dan sama sekali tidak keberatan malah semakin senang bisa berlama-lama dengan tunangannya itu.


Gavin sengaja memperlambat makannya untuk menunggu obat yang ia berikan bereaksi. Ia pun terus mengajak gadis itu mengobrol.


“Gavin... tiba-tiba badan ku terasa panas.” Christine merasakan badannya tidak nyaman dan mukanya mulai memerah di tengah pembicaraan mereka.


“Sekarang berarti saatnya untuk beraksi.” Gavin tersenyum dalam hati.


“Apa kau ingin aku membawamu ke rumah sakit sekarang juga ?”


“Tidak Gavin. Aku tidak tahu kenapa mungkin saja aku alergi dengan salah satu makanan yang ku makan tadi.” menolak dengan tegas. “Atau Sebenarnya aku mengantarmu pulang saja sekarang ?” Gavin kembali menawarkan opsi lain.


“Tidak, tidak perlu. Ku rasa aku hanya butuh istirahat sebentar mungkin satu atau dua jam aku akan kembali lagi seperti biasa.” Christine berdiri dan pandangannya mulai terasa kabur. “Gavin tolong pesankan aku gambar di hotel ini untukku beristirahat sebentar saja.” pinta Christine.

__ADS_1


“Baiklah tunggu sebentar di sini.” Gavin berdiri kemudian menuju ke area hotel dan langsung menuju ke room 403.


“klak.” ia membuka pintu kamar dan di sana sudah terlihat Feliks yang sedang duduk bersandar di dinding. “Sebentar lagi aku kesini.”


“Ya jika begitu aku akan pindah ke kamar sebelah dulu.” Feliks segera keluar dari kamar dan masuk ke room 405.


“Gavin kau akan jadi milikku malam ini. Dan sudah bisa dipastikan kita akan menikah setelahnya.” gumam Christine tersenyum lebar setelah berfantasi liar.


Tak lama kemudian Gavin kembali ke restoran.


“Christine ayo aku akan mengantarmu ke kamar sekarang juga.” Gavin menghampiri tunangannya.


Ia membantu gadis itu berjalan setelah melihat jalannya tersenyum dan hampir jatuh entah itu pengaruh obat atau rekayasa saja.


“Christine berbaringlah di sini sebentar aku akan menggambarkan lemon jus untukmu mungkin itu akan memulihkan keadaan mu.” Gavin mengantar masuk Christine ke room yang sudah ia persiapkan sebelumnya dan memberikan gadis itu di sana.


“Sayang jangan pergi, temani aku sebentar.” Christine merajut sambil menarik lengan Gavin. “Sebentar saja, aku akan segera kembali.” melepas tangan Christine dari lengannya.


“Cepatlah kembali.” Christine menatap kepergian Gavin.


Sepuluh menit berlalu.


“Kemana Gavin belum kembali juga katanya sebentar ?” Christine terus menetap ke arah pintu menunggu kedatangan Gavin. “Oh... kenapa badan ku semakin terasa panas saja.” menyentuh bajunya dan rasanya ingin melepasnya saja.


“klik.” sepuluh menit kemudian Feliks masuk ke room 403 dan mengunci kembali pintunya setelah menutupnya dengan membawa segelas lemon juice.


“Gavin... kau lama sekali ?” Christine berdiri dan menghampiri Feliks yang nampak sebagai Gavin dalam pengaruh obat perangsang. “Minumlah dulu lemon juice mu.” Feliks menyerahkan segelas lemon juice yang dibawanya.


“Tidak aku tidak perlu ini.” Christine menerima lemon juice dan menaruhnya ke meja.


Ia kemudian menarik Feliks dalam pelukannya.

__ADS_1


“Gavin... kau manis sekali malam ini.” Christine menyentuh bibir pria dalam pelukannya dan menciumnya. Feliks membalas ciuman Christine yang membuat gadis itu semakin liar saja.


__ADS_2