
Alden mempercepat laju motornya lagi dan melirik ke arah spion motor dan melihat mobil metalik tadi juga ikut mempercepat laju mobilnya mengikuti dirinya kemanapun dia pergi.
“Shit... ! Siapa mereka sebenarnya ? Kenapa mengejar ku ?”gumam Alden karena merasa tak mempunyai musuh di sana dan tak banyak mengenal siapapun di sana.
Alden kemudian teringat pada ucapan beberapa waktu yang lalu yang diucapkan oleh ayahnya.
“Apa mungkin mereka yang dimaksud oleh ayah dan merupakan utusan ibu ?”gumam Alden mengira-ngira sendiri.
Dia pun mencari jalan yang sepi negara luar biasa bergerak untuk menghindari kejaran mobil metalik tadi, namun ternyata meskipun berada di jalan sepi mobil metalik tadi tetap berhasil mengejarnya.
Karena lelaki dalam mobil metalik tadi mendapatkan perintah dari ketua mereka, Andrew untuk menangkap tuan muda mereka hari ini maka mereka pun bergerak sesuai dengan perintah ketua.
“Secepat apapun tuan Gavin berusaha kabur dari kita, maka sangat mudah bagi kita untuk menangkapnya.”ucap seorang lelaki dari dalam mobil metalik pada rekannya sambil tersenyum menyeringai.
Lelaki itu kemudian menatap ke arah driver dan memberikan perintah padanya.
“Percepat lagi laju mobilnya !”
Mobil meluncur semakin lebih cepat dan beberapa saat kemudian berhasil mengejar motor Alden dan berada sejajar dengan motornya.
“Berhenti tuan muda, maka kami tidak akan melakukan apapun pada anda.”ucap Tomy membuka kaca jendela mobil yang berada tepat di samping Alden dan memintanya berhenti dengan baik-baik.
Alden menoleh ke samping dan menatap lelaki berkacamata dan berbaju serba hitam itu. meskipun dia tidak mengetahui namanya namun pakaian yang dipakainya sama dengan pakaian yang ada dalam ingatannya saat dia di buang ke sungai.
“Aku tidak tahu apa yang kau ucapkan. Aku bukan tuan muda kalian, kalian salah tangkap !”jawab Alden membalas perkataan body guard tadi dan menambah kecepatan motornya.
Mobil metalik juga menambah kecepatannya untuk mengejar motor Alden yang berhasil mendahuluinya.
“Tuan muda, jika anda mau bekerja sama maka kami akan bersikap lunak pada anda namun jika tuan muda tidak bisa kooperatif maka jangan salahkan kami untuk bertindak kasar.”ucap Tomy lagi untuk terakhir kalinya sebelum dia benar-benar mengambil tindakan yang tegas.
“Jika kalian memaksaku terus-menerus maka jangan salahkan aku. Jika ada polisi yang menangkap kalian.”ucap Alden memberikan ancaman.
Tanpa menunggu jawaban dari bodyguard yang mengejarnya, Alden membawa mobilnya menuju ke rute tempat kantor polisi berada.
“Baiklah kita harus cepat, sebelum tuan muda sampai ke kantor polisi kita harus menganggapnya terlebih dahulu.”ucap Tomy pada rekannya.
__ADS_1
Mobil metalik kembali menambah kecepatan dan mendahului motor Alden lalu mengerem mendadak di depannya. Selain itu dari arah belakang motor Alden tiba-tiba datang mobil metalik lain yang juga mengejarnya.
“Shit... aku terkepung !”Alden menambah kecepatan mobil dan melompati mobil metalik di depannya.
“dor... !”dari arah belakang seorang lelaki terpaksa melepaskan peluru dari pistolnya ke arah ban motor Alden.
Untungnya Alden bisa menjaga keseimbangannya dan tidak jatuh meskipun ban motornya kempes namun terpaksa dia berhenti dan turun dari motor.
“tap-tap-tap...”seketika semua lelaki ada dalam mobil metalik keluar dan menghampiri Alden.
Ada lima belas orang yang saat ini mengepungnya. Alden memasang kuda-kuda dan mencoba untuk melawan mereka.
“bugh... !”Alden bermaksud melindungi dirinya dengan menyerang terlebih dulu dan menendang beberapa orang yang ada di depannya yang membuat mereka jatuh.
Baku hantam terjadi di antara mereka namun Sekuat apapun Alden akhirnya dia tumbang juga karena kalau jumlah.
“Lepaskan aku ! Kalian akan tahu rasa nanti !”ucap Alden berusaha berontak dan melepaskan diri saat beberapa lelaki menangkapnya dan mengunci tangannya.
“Maafkan kami tuan muda, kami hanya menjalankan perintah saja.”jawab salah seorang bodyguard.
Alden seketika tak sadarkan diri setelah menghirupnya.
“Ayo kita bawa tuan muda sekarang.”ucap seorang body guard melihat tuan udah mereka sudah diam tak berontak dan tak berdaya.
Tiga orang lelaki membawa Alden masuk ke sebuah mobil metalik.
“broom...”mobil metalik meluncur dengan cepat pergi dari tempat itu menuju ke Atlanta.
Seorang bodyguard lain menelepon dan melakukan pembicaraan singkat.
“Ketua Andrew kami berhasil menangkap tuan muda.”ucap Tomy ditelepon.
“Bagus, bawa tuan muda dan serahkan pada nyonya hari ini juga.”balas Andrew singkat kemudian mengakhiri panggilan.
Setelah percakapan mereka selesai, ketua Andrew kemudian menelepon Victoria dan menyampaikan padanya jika mereka berhasil menangkap tuan muda dan saat dia sedang perjalanan menuju ke rumah.
__ADS_1
“Bagus sekali... good job !”ucap Victoria tersenyum lebar di suatu ruangan.
Di lain tempat di malam hari Kyra yang berada seorang diri di rumah terlihat cemas dan panik sekali dan sedari tadi menatap jam dinding.
“Kenapa jam segini Alden belum juga pulang ? Apa dia keluar kota ? tapi dia tidak bilang ke sana padaku sebelumnya.”gumam Kyra berjalan mondar-mandir di ruangan.
Kyra mengeluarkan ponselnya dan mencoba meneleponnya.
“tut... tut... maaf telepon yang Anda tuju berada di luar jawaban silakan mencoba menghubungi untuk beberapa saat lagi.”
“Kenapa teleponnya tidak aktif ?”ucap Kyra bingung karena tak biasanya lelaki itu mematikan ponselnya. Ia pun mencoba mengulangi panggilan dan meneleponnya berkali-kali, namun tetap saja nomor Alden tidak aktif.
Kyra kembali menelepon salah satu pekerja Alden yang ada di sebuah swalayan, dan menanyakan apakah Alden ada di sana namun ternyata lelaki itu tak ada di sana dan mereka bilang sudah pulang dari siang tadi.
“Apa dia ada di swalayan lainnya ?”gumam Kyra yang masih panik kemudian menelepon satu persatu pekerjaan yang ada di setiap outlet di swalayan.
Kyra semakin panik setelah semua pekerja Alden yang dia telepon menyatakan jika lelaki itu tak ada di sana.
“Alden... kemana kau sebenarnya ? Kenapa kau tidak memberi kabar padaku ? Apa kau baik-baik saja ? kuharap kau tidak mengalami kecelakaan di tengah jalan...”ucap Kyra menelepon selnya ke meja setelah menghubungi beberapa pekerja dan tak mendapatkan hasil sama sekali.
Dia pun duduk di kursi dan masih terlihat panik sambil memegang kepalanya.
“Berpikir... berpikir...”gumam gadis itu di saat pikirannya kalut dan ketakutan sendiri.
Kyra berdiri dan menarik nafas panjang. Dia pun kemudian teringat pada nomor yang harus dihubungi situasi genting seperti ini.
“Ya... call 999 !”pekik gadis itu setelah teringat jika dirinya harus menghubungi nomor itu.
Kyra menelepon nomor polisi dan menyampaikan jika dia kehilangan seseorang dan dia juga menyampaikan kecurigaannya pada polisi antara terjadi sebagai kecelakaan ataupun penculikan.
“Baik nona laporan anda kami terima dan kami akan segera melakukan pencarian.”balas polisi menerima laporan masuk.
Polisi menyampaikan hal itu pada rekan yang lainnya dan mereka kemudian bergerak mencari Alden sesuai dengan data yang masuk pada mereka.
BERSAMBUNG...
__ADS_1