Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 92 Bertamu Menemui Gavin


__ADS_3

Sore berganti malam. Di rumah keluarga Meyer tampak Christine yang berada di kamarnya. Ia berdiri di depan sebuah lemari dengan beberapa baju yang dia pegang, dan beberapa lainnya ada di tempat tidur berjajar rapi.


“Yang ini sepertinya tidak pas.” Christine mencoba satu gaun kemudian melepasnya dan berganti dengan gaun lainnya.


“Nah ini sepertinya pas dan cocok buatku.” tersenyum menatap pantulan dirinya dalam sebuah cermin mengenakan gaun berwarna salem tua yang lembut dan terlihat serasi dengan warna rambutnya yang pirang.


“Ya aku kembalikan yang lainnya jika begitu.” ucapnya meletakkan gaun berwarna salem dan menyampirkan nya ke kursi lalu mengambil 10 gaun yang ia taruh di tempat tidur, menggantungnya kembali di lemari pakaian.


Ia kemudian duduk di kursi dan mengambil peralatan make up nya, kemudian mengoleskannya ke wajahnya. “Perfect !” sembari tersenyum lebar.


Setelah merasa penampilannya sempurna dia pun keluar kamar dan menuju ke ruang tengah.


“Kau sudah selesai sayang ?” ibunya Christine menghampiri putrinya.


“Kenapa kakak mesti lama sekali kalau berdandan ?”sahut Steven mendengus sambil menatap jam yang melingkar di tangannya dan melihat jika mereka sudah menunggu selama dua jam lamanya.


“Steven jangan begitu sama kakakmu.”ucap ayahnya Christine, menutup mulut anak lelakinya sebelum tambah panjang yang diucapkannya dan tentunya semakin mengulur waktu lebih lama lagi.


“Ayo kita berangkat sekarang.” Jhon Meyer, ayahnya Christine mengambil kunci mobil yang ada di meja. “Baik kita berangkat sekarang.” balas Ellyz, sang istri segera mengikuti suaminya menuju ke mobil.

__ADS_1


Mobil meluncur menuju ke kediaman Bailey, dan 20 menit kemudian mereka tiba di sana itu pun dengan kecepatan standar.


“Selamat malam tuan dan nyonya Meyer.” sambut beberapa pelayan setelah melihat tamu yang turun dari mobil.


“Tuan dan nyonya Bailey ada ?” tanya Jhon Meyer.


“Ada tuan, silakan masuk.” pelayan mengantar masuk keluarga Meyer ke rumah kemudian menyampaikan kabar kedatangan mereka pada tuan rumah mereka.


“tok... tok...” suara pintu kamar Gavin di ketuk.


Gavin perjalanan menuju ke pintu dan membukanya. “Ya ada apa ?” ucapnya pada pelayan yang datang ke kamarnya.


“Christine ?” balasnya sama sekali tak mengetahui dan mengenal siapa tamu yang disebut oleh pelayan.


“Sudah... kau pergi saja. Biar Gavin menemuinya bersamaku.” Victoria tiba-tiba datang di belakang pelayan dan menarik bahunya. “Baik nyonya.” pelayan segera mundur dan meninggalkan mereka berdua.


Victoria sengaja datang menjemput Gavin karena anak lelakinya itu pasti tidak tahu siapa tamu yang datang.


“Gavin... ganti baju mu. Kita kedatangan keluarga Meyer. Dan ada Christine di bawah.”memilihkan baju di lemari lalu memberikannya pada Gavin.

__ADS_1


Gavin menerima baju itu dan menaruhnya ke tempat tidur.


“Ibu... aku tidak ada urusan dengan keluarga Meyer dan kenapa aku harus ganti baju segala ?”jawabnya protes sambil duduk.


“huft...” Victoria menghela nafas panjang. “Gavin... Christine adalah tunangan mu.”


Deg


Gavin seketika terkejut, apa yang ditakutkannya selama ini akhirnya menjadi kenyataan. Beberapa waktu sebelumnya dia pernah memikirkan tunangannya itu dan sekarang dia harus menghadapinya meskipun belum ada persiapan sama sekali.


“Tunangan ku ?” jawabnya sambil menelan ludah.


Victoria terus mendesak Gavin yang bersikeras tidak mau turun, namun akhirnya lelaki itu mau juga menuruti permintaan ibunya.


“Tak-tak...”


Gavin turun dari tangga mengikuti ibunya menuju ke ruang tamu.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2