
Di lain tempat di Ottawa, di tempat kerja Kyra. Gadis itu teriak sibuk sekali hari ini karena harus membantu pekerjaan reporter dalam waktu satu hari ke depan. Bahkan dia tidak sempat membuka ponsel dari pagi tadi.
“huft.... akhirnya selesai juga.”Kyra duduk bersandar di kursi setelah menyelesaikan tugasnya membantu Anne. Tidak dipungkiri gadis itu juga merasa kesepian dan juga merindukan kekasihnya setelah 33 jam tidak bertemu dengannya. Ia mengeluarkan ponselnya setelah mendengar nada pesan masuk.
“Haah.... Alden... ? Benarkah ini dirimu ?”Kyra tak menyangka ternyata batinnya bisa menembus dan sampai pada pria tersebut. Ia terkejut melihat foto kiriman Alden yang berpakaian rapi, tidak berpakaian santai seperti biasa dan terlihat lebih gagah. Ia segera membalas pesannya karena takut tidak diperbolehkan menelepon untuk beberapa alasan.
...Alden kau benar-benar berbeda dalam balutan tuxedo hitam. Dan kau terlihat tampan sekali. ...
... Bagaimana keadaan di sana ? Kapan kau akan pulang ? Oh ya kau tak perlu mengkhawatirkan outletmu di sini, aku bisa menghandlenya sepulang kerja. ...
Kyra masih memegang ponselnya dan terus menatapnya hingga 5 menit ke depan, namun sayang tak ada balasan ataupun telepon dari Alden.
__ADS_1
“Kyra....”suara seseorang memanggilnya dari luar ruangan. “Ya editor Oliver.”jawabnya hafal pada suara yang sering memanggilnya dan membuatnya kesal dari waktu ke waktu, betapa tidak ia pikir editor itu tak akan memintanya untuk membantu setelah dia ditugaskan membantu tugas para editor.
Kyra terpaksa menaruh ponselnya di saat dia sedang menunggu balasan dari sang kekasih dan segera bergegas menuju ke ruangan editor Oliver.
“Ini tugas mu hari ini.”ucap editor Oliver saat melihat gadis itu masuk ke ruangannya dan menyerahkan setumpuk berkas dokumen. “Jangan lupa serahkan kembali padaku besok, karena lusa adalah deadline nya.” “Ya editor Oliver.”
Kyra keluar dari ruangan dengan muka cemberut, membawa setumpuk dokumen kembali ke ruangannya. “Coba saja ada Alden, pasti beban ku sedikit berkurang. Huft....belum lagi aku harus ke outlet Alden nanti pulang kerja.”
Sore hari sebelum jam pulang kerja, Gavin yang seharian membaca semua data yang tersimpan di sana merasa ada yang aneh. “Apa benar semua data di sini adalah asli dan bukan rekayasa ?” Ia termangu menatapnya. Setelah dua kali membacanya dan mencoba berpikir secara rasional.
Gavin mematikan komputer di depan dan berjalan keluar ruangan. Tepat di saat dia menutup pintu ibunya keluar dari lift yang berada tepat di depan ruangannya.
__ADS_1
“Gavin... kau sudah mengunci pintu ruangan ini. Apa kau mengalami kendala ?”Victoria menghampiri dan menatapnya intens, dengan tatapan menyelidiki, berusaha mencari informasi membaca pikiran putranya.
“Tidak ibu... hanya saja aku butuh waktu untuk menyelesaikannya dan itu tak cukup dalam sehari.”
“Ya... aku tahu. Maka kau santai saja dan pelan-pelan mengerjakannya agar tidak terjadi kesalahan.”
Mereka berdua kemudian masuk ke lift dan turun ke basement tempat driver menunggu mereka.
“Silakan nyonya, tuan muda.”ucap travel membukakan pintu saat mereka melihat mereka berdua datang.
“Ya.”
__ADS_1
Mobil meluncur dari perusahaan menuju ke rumah. Setibanya di rumah, Gavin segera masuk ke kamar dan menutup pintunya.
“Pesan balasan dari Kyra ? Kenapa aku tidak mengetahuinya ?”Gavin duduk dengan melonggarkan dasinya dan melepas tuxedonya sambil membuka ponselnya.