Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 54 Singgah Di Rumah Kyra


__ADS_3

Hingga sore hari barulah Kyra dan Alden keluar dari resort Cleveland. Mereka berdua saat ini sedang berada di sebuah restoran yang ada di sekitar area resort.


“Bagaimana apa kau menikmati liburan kali ini ?”tanya Kyra sambil makan menatap Alden yang duduk di depannya.


“Ya... aku senang sekali bisa main ke sini.”jawab Alden tersenyum kecil menatap Kyra dan mengambilkan steak lagi untuk Kyra.


Beberapa saat kemudian Kyra sudah sudah selesai makan dan menatap Alden yang masih belum selesai makan.


Gadis itu diam dan melamun. Pikirannya tiba-tiba melayang pada keluarganya. Dia ingin tahu bagaimana kabar mereka semua saat ini.


“Apakah semua keluarga yang ada di rumah baik-baik saja ?”batin Kyra teringat pada ibu dan kelima saudara laki-lakinya.


Alden menaruh garpu nya ke piring setelah memakan satu gigitan steak terakhir. Dia melihat gadis yang ada di depannya itu tampak melamun.


“Apa yang kau pikirkan saat ini ?”ucap Alden berulang kali dan Kyra tak meresponnya hingga Alden memegang tangannya, barulah gadis itu tersadar dari lamunannya.


“Ahh... Alden... aku-aku hanya teringat pada keluargaku di rumah sana. Bagaimana keadaan mereka saat ini.”jawab Kyra menjelaskan setelah tersadar dari lamunan nya.


Alden melihat kerinduan di mata gadis itu dan dia ingin membuat kekasih nya itu senang.


“Bagaimana jika kita mampir sebentar ke rumah orang tuamu ?”ucap Alden.


“Ha... kau mau menemani aku ke rumah orang tuaku ?”jawab Kyra terkejut.


“Ya... aku juga belum pernah main ke Arkansas. Aku ingin melihat kota kelahiran mu dan juga mengenal saudaramu.”balas Alden menjelaskan keinginannya.


“Tapi keluarga ku orang biasa dan mereka...”ucap Kyra tak melanjutkan perkataannya karena latar belakang dan kehidupan keluarganya yang sederhana bahkan orang tuanya terlilit hutang.


“Tak apa... aku tidak mempermasalahkan dari itu dan baik-baik saja bagiamana pun keluarga mu.” balas Alden meyakinkan jika dirinya tidak menilai perekonomian seseorang.


Meskipun Alden tak keberatan namun masih ada yang mengganjal di hari Kyra.


“Alden.... kau tahu kan cerita ku sebelumnya jika aku kabur dari rumah. Lalu bagaimana jika aku kembali nanti, apa mereka tidak akan marah atau memukuliku nanti ?”ucap Kyra menjelaskan satu kekhawatirannya lagi sambil menggigit bibirnya.


Alden baru kali ini melihat Kyra gelisah dan khawatir seperti itu. Dia pun menggenggam tangan Kyra.


“Ada aku bersamamu. Mereka tidak akan berani menyakitimu. Aku akan melindungi mu.”jawab Alden meyakinkan gadis itu supaya tidak khawatir dan percaya padanya.


Kyra tak langsung menjawabnya. Dia berpikir sejenak, selama lima belas menit barulah dia akhirnya mengambil keputusan.

__ADS_1


“Baiklah kita ke rumah ku setelah ini. Tapi aku tidak yakin kau akan merasa nyaman di sana.”ucap Kyra memutuskan sambil menatap mata Alden.


“Aku akan merasa nyaman di manapun aku berada asalkan bersama denganmu.”jawab Alden lagi menjelaskan agar garis itu tidak perlu khawatir sama sekali dan memikirkan dirinya.


Karena Alden bersi keras, maka tak lama setelahnya mereka berjalan ke halte dan menaiki bus arah ke Arkansas.


“Kau naik duluan.”ucap Alden saat ada sebuah bus berhenti di depan mereka.


Kyra naik duluan dan Alden mengikutinya di belakangnya.


“Jangan di situ, itu pas dengan ban kendaraan ini. Lebih baik kita duduk di sana saja.”ucap Kyra menunjuk sebuah kursi yang ada di tengah saat Alden akan duduk di kursi nomor urut tiga dari depan.


Alden mengikuti Kyra menuju ke kursi tengah. Dia menunggu Kyra duduk duluan, namun gadis itu malah memintanya untuk duduk terlebih dahulu di dekat jendela.


“Tidak... kau saja yang duduk di situ dan itu aman untukmu.”ucap Alden yang menginginkan Kyra duduk di dekat jendela karena dia khawatir ada penumpang lelaki yang akan mengganggu atau menggoda gadis itu.


Sebenarnya Kyra tak suka duduk di dekat jendela. Tapi karena ia tak mau berdebat dan lagi busnya penuh, maka dia pun terpaksa duduk di dekat jendela.


Bus pun meluncur menuju ke Arkansas yang berjarak cukup lumayan dari Cleveland. Di butuhkan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke sana.


Di tengah jalan mereka berdua pun tertidur karena kelelahan setelah bermain di Cleveland. Dalam kondisi tidur, Alden masih memegang erat tangan Kyra.


“Dimana rumah mu, apa jauh dari sini ?”ucap Alden menatap ke sekitar.


“Kalau jalan kaki mungkin di perlukan waktu sekitar 30 menitan. Tapi kalau naik kendaraan hanya sepuluh menit saja.”jawab Kyra menjelaskan sambil berjalan.


Alden melihat pemandangan di sekitar yang terlihat hijau dan membuatnya merasa segar ingin terus melihatnya.


“Sebaiknya kita segera jalan kaki sekarang sebelum hari menjadi petang.”jawab Alden berjalan sambil menggenggam tangan Kyra lagi.


“Kau yakin tidak ingin naik taksi saja ?”ucap Kyra bertanya kembali.


Alden menggelengkan kepala yang membuat gadis itu bertanya lagi padanya.


Kyra berjalan melewati jalanan raya dan sampai di perempatan mereka belok ke ke timur.


“Kau tinggal di sini sejak kecil ?”tanya Alden tiba-tiba.


“Ya... kenapa kau tidak suka ya tinggal di daerah seperti ini ?”balas Kyra menanggapi.

__ADS_1


“Tidak... justru sebaliknya aku lebih suka tinggal di tempat seperti ini daripada di kota besar yang berisik dan penuh polusi.”balas Alden terlihat menikmati pemandangan di jalanan yang mereka lewati.


“Dimana rumah mu, apa masih jauh ?”ucap Alden tak sabar ingin segera melihat rumah kekasihnya itu.


“Sebentar lagi kita sampai. Tapi aku khawatir kau akan ilfil dengan keluarga ku setelah bertemu dengan mereka nanti.”jawab Kyra dan terlihat gugup menatap Alden.


Alden tak tahu harus mengucapkan apa lagi untuk membuat gadis itu yakin padanya dan percaya padanya jika semua itu tak akan mempengaruhi rasa cintanya pada Kyra.


Di tengah jalan Alden kemudian berhenti. Dia memutar tubuh Kyra menghadap dirinya.


“Jangan berkata seperti itu lagi. Aku benar-benar mencintai mu.”ucap Alden menyentuh bibir Kyra lalu mencium bibir merah gadis itu. Dia tak peduli meskipun ada beberapa orang yang juga melintas di jalanan melihat mereka.


“Alden... kita ada di tempat umum.”ucap Kyra mengakhiri ciuman mereka.


Dia pun menarik tangan Alden dan mengajaknya kembali berjalan.


Kyra akhirnya berhenti di depan sebuah rumah sederhana dan rumah itu tertutup.


“Kita sudah sampai.”ucap Kyra lalu menarik Alden dan berhenti di depan pintu.


Kyra diam dan ragu untuk menekan bel. Alden yang melihat kekasihnya itu enggan untuk memencet bel, berinisiatif untuk menekannya.


“Aku akan menekan belnya untukmu.”ucap Alden kemudian menekan bel.


“Ding-dong... !”suara bel rumah Kyra yang berbunyi.


Gadis itu segera bergeser dan berdiri di belakang Alden karena Sebenarnya dia belum siap bertemu dengan orang tuanya.


“tap... tap...”Kyra mendengar suara derap langkah kaki turun dari tangga dan menuju ke pintu. Gadis itu menggenggam erat tangan Alden dan memegang bahunya.


“klak...”pintu terbuka, keluar seorang lelaki yang tidak dikenal oleh Alden.


“Ya...mencari siapa ?”tanya lelaki itu menatap Alden karena baru pertama kali ini dia melihatnya.


Alden tidak menjawab dan dia menarik tangan Kyra, membuatnya bergeser di sebelahnya.


Lelaki itu terkejut saat melihat gadis yang berdiri di samping lelaki yang bertamu tadi.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2