Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 94 Semakin Suka


__ADS_3

“Ha... ?” Christine terlihat lemas seketika mendengar jawaban dari tunangannya. Impian nya untuk melepas rindu bersama lelaki itu sirna sudah dengan kondisi amnesianya saat ini. “Jadi sebaiknya apa yang harus kulakukan, aku harus memulainya lagi semuanya dari awal. Sungguh langkah yang panjang dan melelahkan.” Menghela nafas dalam hati lalu menatap Gavin dengan perasaan tak jelas yang bercampur aduk.


“Christine kami harap kau lebih bersabar dengan kondisi Gavin saat ini. Setelah ingatannya kembali pulih dia pasti akan kembali seperti biasanya.”ucap Victoria melihat kesedihan di mata Christine dan kekecewaan di sana.


“Tentu tante, aku akan sabar.” jawabnya singkat teringat betapa sabarnya dia selama ini dengan Gavin. Dia sudah cukup bersabar dengan perilaku pria itu yang palyboy, dekat dan bahkan menjalin hubungan dengan wanita di belakangnya, termasuk dengan sahabatnya sendiri yang menyebabkan hubungan dirinya dengan sahabatnya itu hancur karena pria itu. Sekarang di tambah kondisi yang amnesia.


“Amnesia itu artinya dia saat ini dalam kondisi white blanc. Aku tidak tahu ini musibah atau keberuntungan bagiku. Mungkin dalam keadaannya saat ini aku bisa merubah sikap negatifnya itu pelan-pelan hingga hanya ada aku seorang dalam hatinya.” batin Christine tersenyum kecil di tengah kesedihannya.


“Kenapa dia tersenyum mengetahui kondisi ku seperti ini ? Tidak kah dia menyerah dengan keadaanku yang begini ? Ku harap dia menjauh dari ku.”batin Gavin menatap tunangannya.


“Apa kalian semua sudah makan ?”Matthew menatap satu per satu keluarga Meyer di ruangan tamu.


“Ha... itu tak perlu repot-repot, hari belum terlalu malam.”Jhon Meyer menanggapi.


“Ayolah... kita sudah lama tidak berbincang. Jangan menolak tawaran kami.”Victoria menambahkan sambil tersenyum. Ia pun memanggil salah satu pelayan yang ada di ruangan itu yang dari tadi stand by menunggu perintah apapun darinya.

__ADS_1


“Parker kemari sebentar !”


“Ya nyonya.”pelayan segera menghampiri Victoria.


“Siapkan makan malam untuk kami semua secepatnya.”


“Baik nyonya.”jawab pelayan singkat kemudian segera ra pergi dari ruangan itu dan menyiapkannya.


Satu jam kemudian setelah makan malam siap, Victoria mengajak keluarga Meyer menuju ke ruang makan.


“Ayo tunggu apa lagi, sebelum makanannya dingin.”Victoria memberi sambutan.


“Terimakasih.” Ellys tersenyum kemudian segera mengambilkan makanan untuk suaminya dan juga dirinya.


Gavin sebenarnya tak berselera makan, tapi ia pun mengambil menu di depannya untuk menghormati mereka semua.

__ADS_1


“Tunggu kau mau yang mana, biar ku ambilkan.”Christine menahan Gavin mengambil menu dan yang lainnya karena biasanya pria itu selalu menjalani mengambilkan menu yang dia suka.


“Oh... tidak perlu... aku bisa mengambilnya sendiri.” Gavin menolak dan mengambil menu yang dia sukai.


“Aneh sekali... kenapa sikapnya berubah, tidak seperti biasanya ?” batinnya termangu.


“Em... kau mau yang itu ? Biar ku ambilkan saja.” Gavin melihat Christine kesulitan mengambil menu yang ada di ujung meja di dekatnya.


Gavin mengambilnya saat melihat gadis itu menggangguk.


“Ini.” Gavin menaruh stik lada hitam ke piring Christine kemudian kembali melanjutkan makan.


Sedangkan Christine masih terbengong melihatnya, karena baru pertama kali ini tunangannya itu mau membantu dirinya.


“Gavin semoga saja yang ku pikirkan benar, kau jadi lebih manis daripada sebelumnya. Kau membuatku semakin menyukai mu.” tersenyum menatap Gavin.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2