
Malam hari di rumah Alden dan Kyra duduk di sofa setelah pulang dari Swalayan. Alden menyandarkan kepalanya ke bahu Kyra sambil memeluk pinggangnya.
“Kau pasti lelah... istirahatlah di kamar sekarang.”ucap Kyra menoleh ke samping kanan menatap Alden dan mengelus pipinya.
“Ya... kau pasti juga lelah. Izinkan aku tetap begini sebentar saja.”jawab Alden sambil memejamkan matanya setelah menghirup aroma parfum Kyra yang membuatnya tenang.
“Jadi besok gimana, siapa yang akan membantumu di swalayan saat aku masuk kerja ?”ucap Kyra melihat Alden yang hampir tidur.
“Besok aku sendiri yang akan ke sana. Aku masih merekrut karyawan. Tiga hari ke depan aku akan menempatkan karyawan baru itu di sini dan mengajak Bram ke swalayan.”jawab Alden yang bicara dengan memejamkan mata.
Kyra tiba-tiba teringat pada rencana yang diucapkan oleh Alden sesaat sebelum mereka pulang.
“Alden... kau bilang kau punya rencana lagi. Apa rencana mu ?”tanya Kyra lagi karena penasaran.
“Ya... aku mau membuka cabang lagi di beberapa swalayan lain. Dalam minggu ini aku harus sudah beroperasi di beberapa swalayan. Besok aku akan menemui kembali para pemilik swalayan yang ada di kota ini.”jawab Alden menjelaskan dalam kondisi mengantuk.
“Alden...kau tak perlu memaksakan diri seperti itu. Aku bilang cepat bukan berati kau melakukannya dalam satu minggu kan ? Bagaimana nanti dengan kesehatan mu ?”balas Kyra merasa senang pada planning yang akan dijalankan oleh Alden tapi dia juga merasa khawatir padanya.
Tak ada jawaban dan Kyra kembali menoleh ke samping, ternyata lelaki itu sudah tidur pulas.
“Kau kelelahan... tidurlah di kamar, aku akan mengantar mu.”ucap Kyra dengan lembut. Dia berdiri dan menarik tubuh Alden tegak kemudian memapahnya berjalan menuju ke kamar Alden dan membaringkannya di tempat tidur.
Kyra melepas sepatu Alden dan membuka bajunya. Dia lalu memiringkan tubuh lelaki itu dan mengolesi punggung Alden dengan cream massage juga bagian tubuh lain yang menurutnya pegal seperti lengan, bahu dll.
“Semoga ini akan sedikit membantu mu.”ucap Kyra mengembalikan posisi tubuh Alden kembali terlentang seperti awalnya.
Kyra sedikit berjongkok dan menatap tubuh Alden dari dekat. Dia pun kemudian mencium bibir Alden dengan kilat dan segera keluar dari gambar lu lagi itu dan masuk kamarnya.
“Aku lelah....”gumam Kyra kemudian segera berbaring di tempat tidur dan dalam hitungan detik gadis itu sudah tertidur lelap.
Pagi harinya Alden bangun dan dia terkejut saat melihat baju bagian atasnya terbuka dan dia merasa tubuhnya sedikit lengket.
“Oh... cream massage ? Pasti ini kerjaan Kyra.”ucap Alden setelah menyentuh dadanya yang lengket dan tercium aroma cream.
__ADS_1
Alden keluar kamar dan masuk ke kamar Kyra. Di sana Kyra masih tidur nyenyak dan dia keluar kembali karena tak mau mengganggu tidur gadis yang kelelahan itu setelah menciumnya.
Satu jam berikutnya, Alden selesai menyajikan sarapan pagi tepat di saat Kyra keluar dari kamarnya.
Gadis itu segera dodol di ruang makan saat mencium aroma lezat makanan yang menggiurkan.
“Makanlah...”ucap Alden mengambilkan piring dan menu sarapan pagi untuk Kyra dan memberikannya pada kekasihnya itu.
“Apa kau masih merasa lelah ?”tanya Kyra sambil makan.
“Ya sudah banyak berkurang berkat krim message yang kau oleskan pada tubuh ku.”balas Alden sambil tersenyum.
“Alden... kau jangan terlalu memfosir dirimu. Ingat berhentilah sebelum kau lelah.”ucap Kyra menasihati.
“Ya... aku tahu batasan kekuatan diri ku. Kau tak perlu khawatir.”jawab Alden kembali tersenyum karena merasa senang gadis itu memperhatikan dirinya.
Lima belas menit kemudian kedua orang itu bersiap untuk bekerja. Di depan rumah Kyra berpamitan pada Alden.
“Tunggu biar ku antar.”ucap Alden mengejar Kyra sambil membawa kunci motor.
“Hooh... baiklah aku tidak akan menyia-nyiakan waktu ku.”balas Alden saat gadis itu sudah masuk ke taksi dan melambaikan tangan padanya.
Alden kemudian mendatangi lima swalayan dalam satu hari dan mengajukan proposal bisnis nya pada pemilik swalayan.
Di kantor Kyra terlihat bos David yang berada di ruangan bersama editor Oliver dan sedang mengobrol.
“Ya bos aku sudah men-training Kyra selama beberapa pekan ini dan tak ada masalahnya untuk mencoba melihat kemampuan nya di lapangan.”ucap editor Oliver pada David.
“Ya... ya.. daripada merekrut karyawan baru lagi dan mengajari mereka yang akan membutuhkan waktu tidak sebentar, maka lebih baik aku meminta karyawan yang sudah sudah punya bekal agar tidak kewalahan. Dan kita butuh berita yang menarik, hot, fresh dari media lainnya.”balas bos David menanggapi saran dari editornya.
Sepuluh menit kemudian Kyra tiba di kantor. Gadis itu duduk di kursinya mengerjakan laporan tugas yang harus dia entry segera.
Dua jam kemudian telepon di depannya berdering.
__ADS_1
“kring... kring...”
“Aku harap itu bukan telepon dari editor Oliver.”batin Kyra menatap telepon yang berdering di depannya.
“Kyra masuklah ke ruangan ku sekarang.”ucap suara ditelepon.
“Baik bos.”jawab Kyra singkat kemudian segera menutup telepon.
“Ada apa sebenarnya bos memanggilku ?”batin Kyra masih menatap gagang telepon berwarna hitam di depannya.
Kyra pun segera berdiri kemudian keluar dari ruangan.
“tok... tok...”Kyra mengetuk pintu ruangan bosnya ketika tiba di sana.
David membaca satu surat kabar yang tayang hari ini kemudian meletakkannya kembali ke meja dan menetap ke arah pintu.
“Ya Kyra masuklah.”ucap bos David menatap Kyra.
Kyra masuk dan duduk setelah dipersilahkan duduk oleh bosnya.
David kemudian berdiri dan menunjukkan laporan penjualan koran Media Crown pada Kyra. Lalu menunjukkan laporan penjualan koran dari media lainnya dan membandingkannya.
Kyra tidak tahu apa yang dimaksud oleh bosnya itu dan hanya membacanya saja.
“Kau bisa lihat kan jika beberapa pekan ini media kita mengalami peningkatan penjualan meskipun hanya 5% saja. Untuk survive Kita semua harus bekerja sama meningkatkan penjualan Media Crown ini.”ucap bos David menjelaskan panjang lebar selama beberapa menit dan topiknya melebar.
“Jadi bos apa intinya ? Dan apa yang bisa kulakukan untuk bos ?”ucap Kyra menyelam pembicaraan bosnya yang sebenarnya belum selesai karena dia tak suka mendengarkan penjelasan yang terlalu bertele-tele.
“Bingo... ! Untuk itu kita memerlukan berita yang tak kalah hot dari media lainnya. Dan maka dari itu aku memintamu untuk membantu perusahaan ini supaya bangkit seperti 20 tahun yang lalu di masa kejayaannya. Kau bantu mencari berita untuk perusahaan ini.”balas bos David mengakhiri penjelasannya kemudian duduk di tepi meja.
“A-apa... ?! Tapi bos aku tidak bisa.”jawab Kyra terlihat sangat syok sekali.
Namun bos David tidak memberinya kelonggaran dan tetap meminta gadis itu untuk membantu reporter.
__ADS_1
Kyra keluar dari ruangan bosnya dengan lemas dan berjalan lunglai kembali ke ruangannya.
BERSAMBUNG...