Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 133 Brankas Berdebu


__ADS_3

Gavin terus bergerak tanpa sepengetahuan ibunya. Setelah kesuksesannya membuka tiga outlet baru di daerah Atlanta. Ia kembali buka 3 outlet lainnya di kota lain untuk melebarkan sayapnya.


Sementara itu virus yang Gavin sisipkan saat ini sudah 100% masuk ke data induk di semua perusahaan keluarga Bailey tanpa terkecuali.


Suatu siang di kantor. Terlihat Victoria sedang duduk di kursi kerjanya. Ia menatap setumpuk dokumen yang ada di meja yang harus segera ia selesaikan.


“Laporan ini banyak sekali. Kapan habisnya ?” wanita itu mengambil beberapa dokumen dan memeriksanya sebentar kemudian memisahkan dan menaruh ke meja lain. “Aku tak mau ambil pusing seperti ini.” menaruh kembali beberapa dokumen yang sudah ia ambil dan mengembalikan ke tempatnya. “Lebih baik ku serahkan saja tugas ini pada Matthew.” tiba-tiba terpikirkan pada suaminya. “Ya benar, biar dia yang mengurus semua ini daripada kepalaku pusing dibuatnya.


Victoria kemudian mengambil ponsel dari dalam tasnya dan segera menghubungi suaminya.


“Ya halo.” ucap Matthew ditelepon saat dia masih mengendarai mobil menuju ke rumah setelah keluar dari kantor 3. “Matthew... kau dimana ?” duduk bersandar di kursi. “Aku hampir sampai rumah sayang.”


“Matthew kau kembali sekarang juga ke kantor 2. Bantu aku menyelesaikan laporan yang setumpuk ini. Kau tahu kan deretan angka-angka ini membuatku pusing. Dan aku yakin kau bisa melakukannya untukku, benar kan sayang ?” ucap wanita itu lagi panjang lebar menjelaskan dan meminta bantuan tanpa menunggu persetujuan dari suaminya.


“Ya baiklah aku ke sana.” jawabnya singkat kemudian menutup ponsel dan menghela nafas panjang karena tak bisa menolak apapun perintah dari istrinya meskipun dia melakukannya dengan terpaksa.


Pria itu pun membalik haluan mobil padahal tinggal satu meter lagi dia akan tiba di rumah. Ia melajukan mobilnya menuju ke kantor 2.


“Masalah apa yang membuatnya pusing ?” gumamnya setelah turun dari mobil dan berjalan masuk ke kantor.


“Dimana dia ?” Matthew tiba di ruangan kerja Victoria namun ia tidak mendapati keberadaan istrinya di sana. “Huft... pasti dia pergi ke spa sekarang.”


Di lain tempat terlihat Victoria sedang melakukan perawatan botox untuk wajahnya agar selalu terlihat awet muda.


“Sekarang aku ingin body spa.” ucap Victoria pada pekerja di sana. “Baik nyonya, kami akan mempersiapkannya terlebih dulu.”


Kembali ke Matthew. Pria itu sengaja tak menelepon istrinya karena ya tahu dalam keadaan seperti ini berapa kali pun dia meneleponnya akan diangkat.

__ADS_1


“Apa dokumen ini yang dimaksud oleh Victoria ?” melihat setumpuk dokumen yang ada di meja kira-kira setinggi 1 meter.


Ia mulai duduk dan membaca satu dokumen yang ada di meja.


“Bukankah ini data yang sudah direkayasa oleh Gavin ?” pekiknya terkejut saat melihat data yang masih diingatnya dan pernah diceritakan oleh anak lelakinya.


Daripada ragu dan salah mengerjakannya Ia pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Gavin.


“Ya halo ayah.” ucap Gavin ditelepon dan berdiri dari tempat duduknya, di kantor 1.


“Gavin apa kau ingat data dengan nomor seri 125XY00WU ?”


“Ayah itu data yang sudah ku rekayasa untuk ibu. Ada apa ?”


“Jadi benar dugaan ku. Tidak, ibu mu memintaku untuk mengerjakannya. Oh aku sendiri juga pusing setelah membacanya, apa kau ada solusi ?” menyentuh dokumen di meja.


Setelah panggilan berakhir, Gavin segera mengirimkan data yang sudah ia persiapkan sebelumnya pada e-mail ayahnya.


“Ding.” suara email masuk di ponsel Matthew.


“Ini pasti dari Gavin.” pria itu membuka ponselnya dan benar saja ada email masuk untuknya dari anak lelakinya satu-satunya yang isinya ternyata data penting.


“Good job Gavin.” Matthew tersenyum kecil sambil menaruh kembali ponselnya ke meja. Ia kemudian segera mengerjakan satu tumpuk dokumen yang ada di depannya itu dengan cepat.


“huft akhirnya selesai juga.” Matthew perasaan menyelesaikan setumpuk dokumen itu dalam waktu dua jam. “Sebaiknya aku pulang sekarang.” berdiri setelah menatap jam yang melingkar di tangannya yang menunjukkan jika waktu sudah sore.


Ia keluar dari kantor dan berjalan dengan terburu-buru masuk ke mobilnya dan menuju ke rumah karena ingin segera beristirahat setelah melakukan pekerjaan yang cukup memeras otak.

__ADS_1


Di lain tempat Kyra yang barusan pulang kerja dan masuk ke kamar melihat sebuah kartu di meja.


“Apa itu ?” merasa tak pernah mempunyai kartu seperti itu kemudian mengambilnya. “Dasar Gavin ! Dia meninggalkan kartu kredit unlimited-nya di sini.” tersenyum setelah mengetahui itu kartu kredit yang pernah ditunjukkan oleh lelakinya pada dirinya. “Padahal aku sudah bilang padanya tak usah memberiku kartu kredit seperti ini. Jadi jangan salahkan aku jika aku memakainya sedikit untuk bersenang-senang setelah ini.


Kyra kembali duduk di tempat tidur. “Kemana sebaiknya aku pergi untuk memanjakan diriku ?” berpikir mencari beberapa tempat yang menurutnya asyik untuk di kunjungi. “Kenapa aku tidak melakukan perawatan ratus dan spa saja ?” gumamnya menemukan sebuah ide.


Ia pun terlihat bersemangat dan segera berganti baju kemudian keluar lagi dari rumah menuju ke pusat body care.


Di rumah Gavin


Pria itu pulang lebih awal karena mendapat kabar dari ayahnya tadi jika ibunya tak ada di kantor. Di rumah ia masuk ke ruang keluarga di mana di sana tersimpan berbagai dokumen penting yang merupakan peninggalan dari kakeknya, juga dokumen penting perusahaan lainnya.


“Brankas itu terlihat berdebu ?” Gavin melihat dari luar pintu sebuah brankas yang berdebu setebal sekitar 1 cm yang menarik perhatiannya.


Niatnya hanya ingin melihatnya saja namun tiba-tiba sebuah pikiran terlintas dalam otaknya yang membuatnya penasaran ada apa isi dari brankas itu. Karena selama ini tak ada siapapun yang boleh masuk ke ruangan ini saat ada Victoria, kecuali ayah nya saja yang boleh membukanya.


“Apa ya kira-kira isinya ?” Gavin berdiri di depan brankas Yang Berdebu itu dan melihat kode kunci di sana. “Apa kode kuncinya ?” berpikir untuk menemukan kode kunci brankas.


“Mungkin ini kodenya.” memasukkan tanggal lahir neneknya. Karena berpikir isi brankas Itu sebenarnya dari kakek untuk neneknya.


“klik.” sungguh tak di sangka, kode yang ia masukkan benar dan pintu brankas terbuka.


Gavin membuka isinya. Ternyata bukan berlian atau batu berharga mahal yang ada di dalamnya,tapi selembar dokumen.


“Apa ini ?” Gavin mengambil dokumen itu dan membacanya.


“Apa... ? Apa benar yang ditulis di sini oleh kakek ?” terkejut melihat apa yang dibacanya. “Kakek mewariskan seluruh aset perusahaan ini padaku dan bukan pada ibu yang merupakan anak kandungnya ?!” Gavin syok tak percaya melihat apa yang dibacanya dan disembunyikan oleh ibunya bertahun-tahun darinya.

__ADS_1


Ia pun segera memasukkan Dokumen itu kembali ke brankas setelah selesai membacanya sebelum ada seseorang yang melihatnya.


__ADS_2