Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 44 Ciuman Hangat


__ADS_3

Alden menyentuh dahi Kyra yang semakin panas dan dia terlihat panik.


“Apa sebaiknya aku mengompres dengan kompres air hangat saja ?”batinnya lalu berdiri.


Kyra yang ternyata tidak tidur menarik tangan Alden karena melihat lelaki itu akan meninggalkan dirinya.


“Alden... jangan pergi...kau mau ke mana ?”ucap Kyra menggenggam tangan Alden erat.


“Aku akan mengambil kompres untuk mu. tunggu sebentar dan aku akan segera kembali.”jawab Alden menjelaskan sambil menatap Kyra.


“Jangan... jangan pergi tunggu saja aku di sini aku tak membutuhkan kompres atau apapun. Percayalah pada ku. Aku sudah biasa kena demam tifoid.”balas Kyra melarang keras Alden keluar dari kamar.


Alden menuruti perkataan Kyra dan dia lalu mengambil kursi yang ada di kamar itu dan menggesernya dekat Kyra dan duduk di sana.


Dalam keadaan sakit, Kyra teringat pada tugasnya dia masih belum dia selesaikan.


“Alden...tolong ambilkan tugas ku yang ada di meja luar dan bawa ke sini aku akan mengerjakannya.”ucap Kyra dengan pelan.


Alden kemudian berdiri dan mengambilkan tugas yang dimaksud oleh Kyra dan masuk kembali ke kamar.


“Ini kak... biar aku saja yang kerjakan. Kakak istirahat saja.”ucap Alden duduk kembali di kursi.


Kyra kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan Alden mulai mengerjakan tugas Kyra.


Sesekali lelaki itu menatap Kyra karena masih mengkhawatirkan keadaannya.


“Kakak... aku tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin bertanya padamu. Kenapa beberapa hari ini kau menjauhiku ?”tanya Alden sambil menandai artikel tugas Kyra.


Kyra memiringkan tubuhnya menghadap Alden.


“Aku tidak menjauhi mu Alden. Aku tidak tahu kenapa aku merasakan ada yang aneh saat dekat denganmu akhir-akhir ini. Maaf jika itu membuatmu tersinggung.”ucap Kyra menjelaskan.


Alden diam dan entah kenapa jantungnya sedikit berdesir mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Kyra.


“Aku harus fokus... apa yang kau pikirkan.”batin Alden mencoba mengalihkan pikiran nakalnya dan kembali fokus pada tugas Kyra.


Alden membaca artikel lain, dia berhenti saat memegang sebuah artikel yang menunjukkan berita keluarga Bailey beserta dengan foto seorang wanita yang tersenyum lebar menggunakan topi dan memakai kalung yang liontinnya mirip dengan miliknya.

__ADS_1


“Liontin ini sepertinya mirip dengan punyaku.”gumam Alden lalu mengeluarkan liontinnya untuk menyamakannya.


Lama dia Perhatikan dan membandingkan teotik miliknya dengan liontin yang ada pada artikel.


“Sayang sekali fotonya kurang jelas jadi aku tidak tahu pasti apakah milik ku sama dengan liontin yang di pakai wanita ini.”gumam Alden memasukkan kembali liontin nya ke balik baju.


Dia pun tak meneruskan rasa penasarannya karena dia berpikir dirinya tak ada sangkut pautnya dengan wanita tadi dan lebih memilih untuk fokus menyelesaikan tugas itu.


Tepat di saat Alden menyelesaikan tugas Kyra, tiba-tiba Kyra yang sudah tertidur kembali membuka mata.


“Panas... gerah...”ucap Kyra sambil duduk.


“Kakak sudah bangun ?”ucap Alden berdiri dan menata artikel milik Kyra di meja.


Gadis itu tak meresponnya meskipun menatapnya dan membuat Alden merasa aneh. Dia pun kembali menyentuh dahi Kyra yang ternyata semakin panas dari sebelumnya.


“Astaga suhu tubuhnya meningkat lagi.”ucap Alden lalu menarik tangannya dari sana.


Karena demam tinggi, Kyra mengigau dia tidak sadar juga tidak tahu pada apa yang dia ucapkan.


“Panas... aku mau ganti baju. Aku mau ganti baju tidur.”ucap Kyra lalu berusaha melepas kancing bajunya, namun yang dia pegang bukan kancing bajunya.


“Panas... lepas... aku mau ganti baju.”ucap Kyra berulang-ulang mencoba melepas bajunya namun dia tak bisa melepasnya.


“Apa dia mau ganti baju ?”ucap Alden. Dia pun ketika berdiri dan mengambilkan baju tidur Kyra dan membawanya kembali.


Kyra memegang baju tidurnya tapi dia juga tak bisa memakainya.


“Panas... lepas... ganti.”ucap Kyra lagi secara berulang-ulang.


Alden diam dan berada dalam dilema mau membantunya atau tidak. Karena itu arti dia harus melepas baju Kyra.


“Kakak dalam keadaan setengah tidak sadar, tak apa-apa jika aku membantunya. Dan tidak akan terjadi apapun di antara kami.”batin Alden memutuskan setelah Kyra mengulangi ucapannya berulang kali.


“Kakak permisi... aku hanya ingin membantumu saja.”ucap Alden meminta izin terlebih dulu.


Dia kemudian melepas kancing baju Kyra dan membuatnya melihat belahan tubuh Kyra yang menggantung dengan seksi.

__ADS_1


“glek...”Alden menelan ludah saat melihatnya dan menutup matanya sambil terus membuka kancing baju Kyra. Namun secara tak sengaja dia malah memegang bagian tubuh yang kenyal itu.


“Astaga.... !”Alden segera membuka matanya dan menarik tangannya dari sana.


Namun sungguh tak di sangka, Kyra malah melepas tali branya lalu menariknya.


“deg... deg...”Detak jantung Alden terdengar sangat kencang sekali saat melihatnya seakan mau meledak. Dia pun segera mengambil baju tidur Kyra berupa lingerie dan memakaikannya sebelum dia berpikiran nakal.


“bugh.... !”setelah selesai berganti baju tiba-tiba Kyra ambruk ke tempat tidur dan matanya kembali terpejam.


“Untung saja kakak sudah tidur. Jika masih terjaga mungkin aku sudah...”gumam Alden tak berani meneruskan ucapannya sambil memegang dadanya.


Alden kembali duduk di samping Kyra setelah mengambil dan merapikan baju Kyra. Dia kemudian menatap gadis itu lekat-lekat.


“Kakak di saat tidur seperti ini kau masih terlihat sangat cantik.”ucap Alden lirih yang mengagumi kecantikan gadis itu dan masih bisa melihatnya walaupun dalam kondisi tidur.


Alden selama ini merasakan hal yang aneh. Akhir-akhir ini dia merasa ada getaran aneh saat dia berada dekat dengan gadis itu.


Alden mencoba membuktikannya dengan menyentuh pipi Kyra yang lembut lalu turun dan menyentuh bibirnya yang terasa halus dengan jari telunjuknya.


“Kakak... aku tidak tahu apakah aku dosa mengucapkannya. Kurasa aku menyukai dan menyayangimu sebagai wanita bukan seorang gadis. Bolehkah aku sedikit berharap padamu ?”ucap Alden lirih masih menyentuh bibir Kyra.


“Jika terus seperti ini mungkin aku tak bisa lagi untuk menahan tidak bilang suka pada mu.”ucap Alden lagi menarik tangannya dari bibir Kyra.


Alden menekuk tubuhnya dan mencium kening Kyra meskipun jantung nya bertanya semakin kencang.


“Kakak... aku menyukai mu.”ucap Alden. Dia kembali menyentuh bibir lembut Kyra dengan jari tangannya lalu mencium bibirnya.


Namun tanpa sadar Kyra yang setengah sadar mengira hal itu mimpi, menyambut ciuman Alden. Bahkan dia menarik tubuh Alden dan membuatnya berbaring di sampingnya.


Alden yang awalnya hanya ingin mencium bibir Kyra sebentar, kali ini benar-benar menciumnya setelah Kyra membalas ciumannya. Dia bisa merasakan tubuh Kyra yang masih demam melalui bibirnya yang juga menjadi terasa panas.


Alden mengakhiri ciumannya dan dia menatap gadis itu lama hingga beberapa jam kemudian dia pun tertidur di sana.


BERSAMBUNG....


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Halo pembaca semua, penulis mengadakan giveaway dengan mengadakan event. tinggalkan komen setelah selesai membaca dan bagi satu pembaca yang beruntung dengan comment panjang dan hot di tiap akhir pekan akan mendapatkan Gift kecil berupa pulsa.😊❤️


__ADS_2