Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 46 Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Kyra keluar dari minimarket. Dia duduk sebentar di kursi yang ada di depan minimarket.


“klak... !”dia membuka kaleng dan menanggapi isinya sampai habis.


“Oh aku baru merasakan minuman jenis ini ternyata rasanya lumayan.”gumam Kyra. Dia pun mengambil lagi satu kaleng dan meminumnya.


Kyra melihat minuman kalengnya masih ada tiga dan dia meminumnya lagi satu.


“Yang ini untuk Alden nanti.”ucap Kyra menyisakan dua botol minuman untuk Alden. Dia kembali berjalan dan membuang tiga botol kaleng yang kosong ke tempat sampah.


Dia mempercepat langkahnya saat melihat jam di tangannya yang sudah lebih lima menit dari jam pulang.


“Alden pasti sudah menunggu ku.”gumam Kyra sedikit berlari. Namun sesampainya di sana dia tidak melihat Alden.


Kyra kemudian duduk. Dia merasakan kepalanya sedikit pusing dan bersandar ke dinding.


Kyra menatap jalanan dan mencari sosok Alden. Pandangan matanya sedikit kabur, tapi dia bisa melihat Alden dari kejauhan.


“tap... tap...”Kyra berjalan dan menghampiri Alden yang sedang menyeberang.


Alden berhenti dan mengambil helm. Dia memakaikan pada Kyra.


“Maaf lama menunggu jalanan macet dan aku mencari jalan alternatif lain.”ucap Alden menatap wajah Kyra yang terlihat merah dan matanya sedikit berair.


“Kira-kira aku hanya menunggumu selama tujuh menit.”balas Kyra sambil tersenyum. Dia kemudian berjalan sedikit limbung dan hampir jatuh.


“Awas kak... !”ucap Alden menarik tangan Kyra dan menahannya sehingga gadis itu tak jadi jatuh.


Kyra teringat jika dia membeli minuman untuk Alden.


“Alden ini untuk mu, aku sudah minum tiga.”ucap Kyra kembali tersenyum dan duduk di belakang.


Alden menerima minuman itu dan melihatnya lalu segera menggantungnya di motor.


“Kak... kakak mabuk ya... kenapa minum minuman seperti ini ? Bukankah kau tidak kuat minum ?”ucap Alden bertanya sambil menjalankan motornya.


“Aku tidak mabuk Alden... ini hanya minuman bersoda dengan kandungan sedikit alkohol saja. Aku hanya merasa sedikit pusing saja dan minuman ini membuatku tenang sekarang.”balas Kyra sambil memegang Alden.


“Kak... sudah kubilang berulang kali jangan minum-minuman beralkohol, meskipun kandungannya sangat kecil sekali.”balas Alden kembali mengingatkan.


Kyra Merasa tidak senang mendengar ucapan Alden yang mengaturnya.

__ADS_1


“Alden... kakak... kakak begitu kau memanggilku. Aku perjelas lagi aku ini bukan kakakmu, dan jangan panggil aku kakak.”jawab Kyra dalam pengaruh alkohol.


Alden menoleh ke belakang sebentar dan kembali fokus menyetir.


“Kakak sepertinya mabuk berat. Ucapannya jadi melantur seperti ini.”batin Alden tak menanggapi perkataan Kyra dan hanya mendengarkan ucapannya saja.


Di sepanjang jalan Kyra terus mengoceh tidak jelas dan tidak karuan arahnya ke mana, dan Alden hanya diam dan sesekali tersenyum kecil menanggapinya.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah. Kyra turun dan berjalan dengan sempoyongan.


“Tunggu kak... !”panggil Alden turun dari motor dan mengikuti gadis itu berjalan masuk ke rumah dan memapahnya.


Alden kemudian segera ke dapur dan membuatkan minuman dari sari jahe yang dipercaya bisa meredakan efek mabuk.


“Kak minumlah ini selagi hangat.”ucap Alden kembali dari dapur dengan membawa segelas air hangat dan sari jahe lalu menaruhnya ke meja.


Kyra mengambil dan minumnya sedikit.


“Tsk... hiss... minuman ini panas dan pedas. Kenapa kau tak memberiku cabai sekalian ?”ucap Kyra menaruh kembali gelas yang dipegangnya ke meja.


Alden sedikit merasa kerepotan dengan sikap Kyra di saat mabuk. Kali ini dia lebih parah dari hari sebelumnya saat dia makan malam bersama teman sekantornya.


Saat Alden berbalik dan keluar dari kamar, Kyra menariknya untuk tetap tinggal di dalam bersamanya dan menutup pintunya.


“Kak... apa ada yang mau kau sampaikan pada ku ?”tanya Alden berdiri di depan Kyra yang sudah duduk di tempat tidur.


Kyra menaruh tas kerjanya dia kemudian melepas sweater-nya dan menatap Alden.


“Sudah ku bilang jangan panggil aku kakak. Kau ini bukan adikku. Aku tidak suka kau memanggilku begitu dan menganggap ku sebagai kakakmu.”ucap Kyra dengan kesal karena Alden tak mendengar perkataannya.


“Hmm... lalu bagaimana aku harus memanggilmu dan menganggap mu ?”balas Alden dengan sabar.


“Aku ini wanita dewasa, panggil saja nama ku tanpa tambahan kakak. Anggap aku sebagai wanita dewasa yang menarik. Bukankah kau sebelumnya kau bilang padaku kau suka padaku ?”balas Kyra sambil menarik kerah baju Alden dengan kasar.


Alden seketika terkejut ternyata gadis itu mendengar apa yang dia ucapkan semalam sebelumnya di saat dia sedang demam tinggi. Dia hanya diam saja dan berjongkok di depan Kyra.


“Kau juga mengganti bajuku saat aku tak sadar. Aku tidak tahu apa saja yang kau lihat dan kau lakukan padaku.”ucap Kyra lagi mendekatkan wajahnya pada Alden.


“Maaf... aku sudah minta izin padamu saat mengganti baju mu.”balas Alden pelan dan masih sabar.


Alden teringat jika perkataan seseorang di saat mabuk adalah perasaan sebenarnya yang sedang dialami oleh seseorang.

__ADS_1


“Kak... aku minta maaf... aku memang suka pada mu. Tapi aku tidak tahu bagaimana perasaanmu padaku.”ucap Alden sengaja berkata seperti itu untuk mengetes dan mengetahui bagaimana perasaan Kyra padanya.


Kyra tiba-tiba berdiri dan menarik Alden berdiri. Dia berjalan maju yang membuat Alden mundur hingga ke sudut dinding dan terpojok.


“Kau tanya padaku bagaimana perasaanku padamu ? Sepertinya akhir-akhir ini aku menjadi kurang waras dan pikiranku menjadi kurang jernih karena aku menyukai lelaki muda yang berusia di bawahku seperti mu ini.”jawab Kyra panjang lebar dan tersenyum tipis sambil mendorong tubuh Alden.


Alden seolah tak percaya mendengar pengakuan Kyra dalam kondisi mabuk. Dia pun menarik Kyra yang terbalik dan berjalan menjauhinya.


“Kakak... kau-kau bilang kau suka pada ku ?”ucap Alden tak percaya dan menggenggam tangan gadis itu.


“Apa aku perlu mengulangi perkataan ku ?”ucap Kyra lagi. Dia menarik kerah baju Alden lalu melepaskannya.


Kyra dalam pengaruh alkohol membuka kancing baju Alden.


“Kakak apa yang kau lakukan ?”ucap Alden merasakan jantungnya berdetak semakin cepat.


“Panggil nama ku ! Aku akan buktikan padamu aku ini wanita bukan kakak mu !”ucap Kyra yang sensitif dengan kata kakak.


Kyra kemudian menyentuh dada bidang Alden lalu memegang pipinya.


“KY-Kyra....apa yang kau lakukan pada ku ?”ucap Alden dengan wajah memerah saat gadis itu kembali menyentuh dada bidangnya.


Kyra mencium dada Alden bahkan membuat tanda merah di sana.


“Ahh... Kyra jangan lakukan ini...”ucap Alden mundur. Namun Kyra menarik Alden dengan kasar. Dia pun kemudian mencium bibir Alden.


Alden membalas ciuman Kyra dan mulai merasakan tubuhnya semakin panas. Dia tak kuat menahannya lagi lalu membaringkan tubuh Kyra di tempat tidur.


Alden mencium bibir Kyra yang terasa panas dan tanpa sadar dia membuka kancing atas baju Kyra dan membuat tanda merah di sana.


Tepat di saat Kyra memeluknya erat dan Alden melepas satu kancing baju terakhir Kyra, gadis itu berhenti.


“Dia tertidur rupanya.”ucap Alden menatap Kyra yang sudah tak sadarkan diri.


Alden turun dari tempat tidur. Dia segera memakai bajunya kembali dan mengancingkan baju Kyra.


“Kakak saat mabuk kau liar sekali.”ucap Alden menatap Kyra yang sudah tertidur dan menyentuh pipinya dengan lembut.


Alden segera keluar dari kamar Kyra dan masuk ke kamarnya sendiri.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2