Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 63 Hari Pertama Di Lapangan


__ADS_3

Keesokan paginya Kyra bangun dan segera bersiap untuk berangkat kerja meskipun dia sebenarnya malas berangkat.


Dari luar Alden sudah terlihat rapi dan harum duduk di kursi dengan hidangan makanan yang baru selesai ia masak.


“Ayo cepat makan...”ucap Alden saat melihat kekasihnya keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian rapi.


“Ya aku ambil kembalikan handuk dulu.”jawab Kyra masuk ke kamarnya, menggantung handuk lalu duduk di depan cermin dan memakai make-up nya.


Kyra keluar dari kamar dan duduk di ruang makan di depan Alden. Tanpa banyak bicara dia pun makan dengan cepat.


“Apa kau masih kesal ?”tanya Alden menatap Kyra mendengar dentingan piring yang beradu dengan sendok.


“Ya kau bisa melihatnya sendiri. Aku harus berangkat lebih pagi sekarang untuk pembantu reporter semoga saja pulang ku tidak lebih sore dari mereka.”jawab Kyra dengan kesal, merasa kebebasannya di renggut oleh orang-orang di kantor.


“Suatu saat kau akan memetik buah keberhasilan mu.”balas Alden menanggapi dengan santai dan tetap menyemangati Kyra.


Kyra hanya diam saja lalu berdiri dan menghampiri Alden.


“Oh... kau pintar bicara dan menirukan perkataan ku.”ucap Kyra sambil menarik baby Alden dengan keras.


“Auwh... Kyra sakit... lepaskan ! Kau ini marah dan sebal sama siapa tapi kau melampiaskannya padaku.”ucap Alden merintih kesakitan.


“oups... !”Kyra baru sadar jika tindakannya itu menyakiti Alden, dan dia melepasnya.


Kyra merasa bersalah dan dia diam saja lalu kembali ke tempat duduk dan meneruskan makannya yang tinggal sedikit.


“Ayo berangkat.”ucap Alden mengambil dan memakai jaket sambil berjalan ke depan.


Alden duduk di motor dan Kyra segera naik dan duduk di belakangnya.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di tempat kerja Kyra. Gadis itu segala turun dan menyerahkan helm yang dia pakai pada Alden.


“Ingat apa yang kukatakan semalam. Jika kau mengalami kesulitan di lapangan maka aku akan siap membantumu. Semangat !”ucap Alden mengedipkan mata dan mengangkat tangannya memberi semangat.


“Ya... kau ini... sudah cepat balik banyak tugas yang menanti mu.”jawab Kyra tersenyum lebar dan meninju kecil bahu Alden.

__ADS_1


Kyra masuk ke kantor setelah Alden pergi. Baru saja dia duduk terlihat Seryn datang.


“Hay Kyra... kau sudah datang sepagi ini ?”ucap Seryn menyapa kemudian melepas jaket dan duduk di kursi.


“Ya tentu saja... ini semua karena siapa aku jadi harus datang 60 menit lebih awal dari biasanya ?”balas Kyra tanpa ekspresi.


Melihat temannya yang masih kesal dan sedikit sensi, Seryn pun diam tak menanggapi daripada bertambah panjang. Dia pun membuka e-mail dari editor Oliver melihat tema kali ini.


“klik...”Seryn menutup kembali emailnya setelah selesai membacanya.


“Jadi tema kali ini seputar kesehatan lelaki ya... hmm... apa kau ada ide ?”ucap Seryn bertanya pada Kyra.


“Seryn... aku benar-benar tidak tahu, aku juga tidak pernah punya pengalaman menjadi reporter sebelumnya. Kesehatan lelaki ? Ramuan perkasa maksud mu ? Fitness, pola tidur, olahraga kardio vaskular ?”jawab Kyra menyebutkan idenya yang berkaitan dengan hal itu secara beruntun tanpa menatap temannya itu.


“Hampir masuk... tapi kurang hot.”jawab Seryn membalas dan menyaring ide dari Kyra.


Kyra tak bisa lagi berpikir dan dia tiba-tiba teringat pada perkataan Alden semalam.


“Bagaimana jika tentang menunda masa andropause seorang lelaki ?”jawab Kyra setelah terpikirkan sebuah ide.


“Baik kalau begitu tunggu sebentar aku akan mempersiapkannya.”balas Seryn kembali duduk kemudian membuat catatan berisi poin-poin penting yang harus dia cari berkenaan dengan seputar Andropause.


Seryn berdiri dari kursi, membawa tas dan perlengkapan lain yang dia perlukan untuk bekerja di lapangan.


“Kyra ayo kita berangkat sekarang.”ucap Seryn mengajak Kyra yang terlihat nyaman duduk.


“Hmph... kita mau kemana sekarang ?”ucap Kyra berdiri dengan malas.


“Ke tempat fitnes.”jawab Seryn singkat dan menarik tangan Kyra dan berjalan dengan cepat keluar dari kantor karena masih banyak tempat yang harus dia kunjungi.


“broom....”Seryn naik ke motor dan Kyra duduk di belakangnya. Mereka meluncur menuju ke tempat fitnes terkenal di kota.


Terlihat Seryn dengan semangat masuk ke tempat kebugaran itu bersama Kyra dan melakukan interview dengan pemilik tempat fitnes juga beberapa orang di sana, sedangkan Kyra merekam percakapan mereka.


“Sekarang kita kemana lagi ?”ucap Kyra duduk di motor setelah selesai menemani Seryn melakukan interview.

__ADS_1


“Mencari mantan atlet lari, Jacob Will.”balas Seryn tanpa mendengar jawaban dari temannya itu dan langsung memacu motornya dengan cepat menuju ke lokasi.


“Apa hubungannya mantan atlet dengan andropause ?”gumam Kyra yang hanya duduk diam mengikuti kemanapun temannya itu membawa dirinya pergi.


Selesai mewawancarai mantan atlet Jacob Will, Seryn mengajaknya ke beberapa tempat lainnya hingga siang hari dan barulah mereka kembali ke kantor.


Di kantor Seryn dan Kyra mengolah semua hasil rekaman tadi dan meringkasnya menjadi artikel.


“Ku rasa itu kurang menarik. Sini biar aku kerjakan saja.”ucap Kyra tanpa sadar jika dirinya mulai terbiasa dan menikmati menjadi reporter.


Di lain tempat Alden terlihat berada di Swalayan Oxcy dan menyeleksi beberapa peserta tes.


Hingga siang hari barulah dia selesai melakukan tes interview dengan dua puluh orang pelamar yang memang dia batasi jumlahnya.


“huft... akhirnya selesai juga.”ucap Alden duduk selama minum segelas air mineral. Dia kemudian melihat jam dinding di depannya.


“Masih tiga jam lagi, baru Kyra akan pulang.”ucap Alden lirih kemudian bersandar ke kursi untuk menghapus sedikit rasa lelahnya.


Di Atlanta terlihat Victoria meminta orangnya kembali melakukan pencarian ulang setelah mendapatkan kabar tentang keberadaan Gavin di Cleveland.


“Bagaimana apa kalian sudah mendapatkan kabar keberadaan Gavin ?”ucap wanita itu saat melihat beberapa orang datang yang akan menemuinya.


“Nyonya... kami kehilangan jejak tuan muda. Tapi kami berhasil meminta rekaman CCTV yang ada di tempat wisata itu. Ini salinan rekamannya.”ucap seorang lelaki berbaju serba hitam dan berkacamata hitam menyerahkan sebuah rekaman.


“Aku harap ada petunjuk dan pencarian kalian tidak sia-sia.”jawab wanita itu menerima rekaman dari orangnya kemudian berjalan masuk ke rumah dan masuk ke sebuah ruangan khusus.


Di ruangan itu terdapat berbagai peralatan mesin yang canggih juga sebuah monitor yang besar berukuran 60 inchi.


“klik....”Victoria melihat tayangan rekaman CCTV yang dia dapatkan barusan dan memutar nya.


“klik... !”Dia menghentikan tayangan pada sebuah penampakan lelaki yang terlihat mirip dengan putranya, kemudian memperbesarnya.


“Ya benar tak salah lagi. Dia memang Gavin. Berarti ingatannya belum kembali dan mungkin saja dia tinggal di Cleveland atau sekitarnya.”gumam wanita itu tersenyum lebar.


Victoria kembali menekan tombol "play" untuk melanjutkan memutar tayangan rekaman itu untuk mencari di titik mana lelaki itu hilang.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2