Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 110 Lolos Dari Maut


__ADS_3

Tak lama kemudian datanglah dokter keluarga ke rumah keluarga Bailey. Pelayan yang ada di rumah mengantarnya ke kamar Gavin.


“Dokter Whale tolong periksa kondisi Gavin.” ucap Matthew saat dokter keluarga masuk. “Ya tuan.”


Dokter Whale segera mengeluarkan alat yang dibawa untuk memeriksa kondisi Gavin. “Apakah pasien mengalami pusing hebat ?” tanyanya setelah selesai memeriksa Gavin dan membereskan kembali alat periksa nya.


“Ya benar dokter, Gavin mengeluh sakit sambil memegang kepalanya sebelum dia tak sadarkan diri.” Christine menjelaskan kronologis kejadian pada dokter.


“Bagaimana kondisinya dokter Whale ?” Victoria bergeser mendekat pada dokter. “Nyonya, tuan muda seperti mengalami shock otak.” jelas dokter Whales.


“Apakah dia akan baik-baik saja dokter ?” Matthew terlihat khawatir sekali mendingan kondisi yang dijelaskan oleh dokter. Karena setahunnya syok otak biasa di alami orang dengan rentang usia berkisar 40 tahun dan ke atasnya. Dimana kondisi itu bisa menyebabkan sebagian otak lumpuh yang mengakibatkan terjadinya kelumpuhan parsial.


“Tuan dan nyonya tenang saja. Kondisi tuan muda tidaklah separah itu. Ini anti depresan yang bisa mencegah hal itu terjadi. Dalam beberapa hari ke depan kondisi ini akan membaik. Hanya perlu istirahat saja.” jelasnya sambil menyerahkan obat.

__ADS_1


“Terimakasih dokter.” Victoria menerima obat dari dokter.


Wanita itu kemudian meminta pelayan yang masih menunggu di sana untuk mengantar dokter Whale kembali ke rumah sakit.


“Biar aku yang meminumkan obatnya, tante.” Christine mengambil obat yang ada di meja. Ia kemudian meminumkan obat itu pada Gavin.


Gadis itu terlihat mencemaskan kondisi Gavin. Bahkan tak terasa ia sudah duduk menunggu selama satu jam.


“Christine sudah malam. Sebaiknya kau pulang ke rumah dulu. Nanti ayah dan ibumu mencari mu.” Matthew menghampiri gadis itu dan memberinya saran. “Tapi om... Gavin masih belum sadar.” enggan untuk pulang. “Apa aku boleh menunggunya di sini sampai dia sadar ?” terlihat sangat mencemaskan kondisi tunangannya.


“Sebenarnya Christine gadis yang baik, tapi sayang sekali Gavin tidak menyukainya.” batin Matthew sangat menyayangkan hal itu.


Setelah kepergian Christine, Victoria mengajak Matthew untuk kembali ke kamar mereka dan membiarkan Gavin beristirahat di sana.

__ADS_1


Keesokan paginya Gavin membuka mata. Ia melihat ke sekitar dan mengingat kembali apa yang terjadi semalam.


“Apakah aku berhasil melewati efek samping seperti yang disebabkan oleh tuan Lawrence sebelumnya ?” pekiknya sambil tersenyum meskipun dia merasakan seluruh bajunya basah oleh keringat.


Matthew yang mengkhawatirkan kondisi anak lelakinya menerima keluar dari kamar saat istrinya masih sedang tidur.


“kriek.” lagi itu menuju ke kamar Gavin dan membuka pintu.


“Gavin kau sudah sadar ?” Matthew menutup kembali pintu dan duduk di samping Gavin.


“Ya ayah. Aku tak menduga sungguh aku bisa melewati ini semua. Terimakasih ayah Sudah menemani dan menolongku selama ini.” Gavin memeluk ayahnya, lelaki yang selalu melindungi di saat ibunya selalu menyakitinya.


“Ayah ikut senang kau benar-benar telah melewati masa kritis mu. Tugas kita belum selesai Gavin. Kita harus bergerak cepat untuk membalas semua perbuatan wanita itu.” balasnya kembali mengingatkan.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2