
Keesokan paginya Kyra membuka mata dan dia terkejut sekali saat melihat Alden tidur di sampingnya.
“Bagaimana dia bisa tidur di sini ?”batin Kyra menatap wajah Alden dari dekat dan membuatnya salah tingkah.
Kyra teralih menarik selimut yang menutupi tubuhnya dan lebih terkejut lagi saat melihat ia sudah berganti baju tidur.
“Kapan aku ganti baju ? Lalu siapa yang menggantinya ? Jangan bilang Alden yang menggantinya.”batin Kyra membayangkan lelaki itu mengganti bajunya dan melihat tubuhnya.
Kyra gugup dan dia takut semalam dia sudah melakukan suatu di luar keinginannya tanpa dia sadari.
“Huft... untunglah Alden masih berpakaian lengkap juga tak ada bekas ciuman di tubuh ku.”batin Kyra segera memeriksa Alden dan tak menemukan tanda di tubuhnya sama sekali.
Kyra kemudian teringat jika semalam dirinya bermimpi indah yang terasa seperti nyata.
“Aku pasti tidak mencium Alden kan semalam ?”batin Kyra sambil menyentuh bibirnya dan seketika wajahnya memerah.
Detak jantung Kyra mencapai 180 bit per second dan membuatnya hampir meledak membayangkan hal itu. Dia pun kembali berbaring dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut untuk menahan rasa malunya dan pura-pura tidur.
“Bagaimana aku menghadapi Alden setelah ini...”batin Kyra memunggungi Alden.
Alden bangun dan melihat jam dinding di depannya.
“Astaga... sudah pagi rupanya. Kenapa aku bisa ketiduran di sini ?”gumam Alden baru menyadari. Dia pun segera duduk lalu menatap Kyra yang masih tidur.
“Semoga saja kakak tidak marah aku. Dia yang menarik ku ke tempat tidur ini untuk menemaninya dan juga dia yang meminta ku mengganti bajunya.”gumam Alden terlihat salah tingkah dan berharap gadis itu belum bangun.
Alden membuka selimut Kyra lalu menyentuh dahinya.
“Syukurlah demamnya sudah reda. Semoga saja dia tak ingat pada apa yang ku ucapkan semalam.”gumam Alden merasakan dahi Kyra yang suhunya sudah kembali normal.
Alden membalik tubuh Kyra dan dia diam sejenak menatap gadis itu. Wajahnya sedikit memerah saat teringat semalam sudah berciuman dengan gadis itu.
“puk...puk...”Alden menepuk lembut pipi Kyra untuk membangunkannya.
Kyra yang pura-pura tidur membuka pelan matanya dan mencoba untuk tenang setelah mendengar apa yang diucapkan oleh lelaki itu barusan.
“Alden... kau menungguku semalaman ?”ucap Kyra menatap Alden berbicara dengan tenang, meskipun dia bisa mendengar detak jantungnya sendiri sedang berpacu.
__ADS_1
“Ya kakak... aku merasa lega kakak sudah baikan. Kalau begitu aku mau menyiapkan sarapan pagi dulu.”ucap Alden berdiri. Dia lalu mengambil tugas Kyra yang sudah ia selesaikan.
“Kak ini tugas kakak.”ucapnya menyerahkan setumpuk berkas itu pada Kyra.
“Terimakasih Alden.”balas Kyra gugup saat menerimanya.
Alden kemudian berjalan keluar. Dalam hati ia merasa lega karena Kyra tak menanyakan kejadian semalam.
“Sayang sekali kakak tak ingat pada apa yang terjadi semalam.”gumam Alden kecil berjalan ke dapur dengan raut muka sedikit kecewa.
Di dalam kamar Kyra terlihat berantakan. Dia merasa syok berat mendengar ucapan Alden tadi.
“Jadi... apa semalam aku hilang kesadaran dan menarik Alden ke tempat tidur ku ? Lalu dia mengganti baju ku dan dia pasti... ah... !”ucap Kyra sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya untuk menutupi rasa malunya tak tahu dan tak bisa mengingat apa saja yang dia lakukan pada Alden semalam.
“Tunggu... dia bilang... dia mengucapkan sesuatu padaku semalam ? Apa itu ?”ucap Kyra mencoba mengingatnya.
“kring.. kring...!”jam weker yang ia setel berbunyi nyaring dan memecah konsentrasinya.
“Astaga aku harus bersiap sekarang.”ucap Kyra saat melihat jam wekernya dan segera turun dari tempat tidur, berlari menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi gadis itu kembali berpikir dengan keras mengingat apa yang di katakan Alden padanya.
Dari balik dapur Alden segera berlari saat mendengar teriakan dari arah kamar mandi.
“Kak ada apa ? Apa kakak baik-baik saja ?”ucap Alden Tria panik berdiri di depan pintu kamar mandi dan bermaksud akan membukanya saja.
“Alden... aku tak apa-apa... hanya saja... sabunnya habis.”jawab Kyra beralasan.
“Oh... aku akan ambilkan sabun jika begitu.”jawab Alden segera kembali ke belakang dan mengambil sabun cair.
Alden kembali ke depan dan berhenti di depan pintu kamar mandi.
“Kak... aku sudah di depan. Ini sabun nya, ambillah.”ucap Alden.
Kyra membuka sedikit pintu kamar mandinya dan melihat Alden yang berdiri menghadap ke kamar mandi dengan mata terpejam. Dia pun segera mengambilnya lalu menutup pintu kamar mandi.
Alden kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Kyra terlihat sudah cantik dan berjalan ke dapur. Dia duduk di depan Alden dan mengambil makan. Tanpa bicara dia pun makan dengan cepat dan sesekali menatap Alden.
“Aku mau berangkat sekarang.”ucap Kyra berdiri setelah selesai makan dan berjalan ke depan.
“Tunggu sebentar kak aku akan mengantar mu.”balas Alden segera menghabiskan makannya, dan merasa aneh saja kenapa hari ini Kyra makan dengan cepat tak seperti biasanya.
Alden mengambil kunci motor dan melihat Kyra sudah memakai helm sendiri. Mereka berdua kemudian berjalan keluar dan naik ke motor.
“broom...”motor meluncur melaju di jalanan menuju ke kantor Kyra. Gadis itu memegang pinggang Alden seperti biasanya, namun dia masih merasakan jantungnya berdebar hebat saat menyandarkan kepalanya ke punggung lelaki itu.
“Kakak masih terlihat aneh. Dia diam saja meski tidak menghindar dariku. Ada apa sebenarnya ?”batin Alden bertanya-tanya namun dia tak berani bertanya.
Berapa satu kemudian mereka tiba di tempat kerja Kyra. Alden melepas helm Kyra setelah gadis itu turun dari motor.
“Nanti lembur tidak kak, beri tahu aku jika kau pulang lebih sore agar kau tak lama menunggu ku.”ucap Alden duduk di motor sambil menggantung helm Kyra.
“Hari ini aku pulang seperti biasanya. Hati-hati di jalan.”balas Kyra menatap Alden dengan canggung, teringat pada apa yang diucapkan oleh lelaki itu semalam.
Di dalam kantor Kyra segera duduk di kursinya setelah menyerahkan tugas dari editor Stone. Gadis itu menatap kosong monitor di depannya. Dia masih teringat dan terangnya ucapan Alden semalam padanya.
“Kyra... kenapa kau melamun dan bengong seperti itu ? Apa kau semalam dengan Alden ti-...”ucap Seryn tiba-tiba.
Kyra langsung berdiri dan membekap mulut Seryn agar gadis itu tak bicara melantur.
“Diam.... ! Apa yang ucapkan ? Awas kau sampai bicara lagi.”ucap Kyra dengan wajah masih merah mengancam Seryn.
Satu jam berlalu dan terlihat gadis itu sedikit kacau dan Kyra mengajak rambutnya sendiri.
Tiga jam berlalu dan terlihat gadis itu semakin kacau dan berantakan saja.
“Hiss.... aku tidak bisa berpikir dan sepertinya aku jadi gila.”ucap Kyra menutup papan keyboard.
Sore hari sebelum pulang, Kyra mampir sebentar ke minimarket yang ada di dekat kantor. Dia merasa pening dan tak ada yang bisa diajak bicara.
Dia berhenti di depan stand minuman.
“Minuman ini rendah alkohol. Mungkin tak masalah jika Aku mau minumnya sedikit saja.”ucap Kyra mengambil lima kaleng minuman dan segera membayarnya di kasir.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
Tinggalkan comment selesai membaca. Untuk yang beruntung akan mendapatkan small gift minggu depan... Terimakasih 😉