Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 99 Telepon DI Tengah Malam


__ADS_3

Namun cinta memang buta, apa yang yang tampak buruk di depan mata di paksa dirubah menjadi sesuatu yang baik.


“Tidak... Gavin tidak seperti itu. Apalagi sekarang dia sedang Amnesia. Dan inilah satu-satunya kesempatanku untuk membuatnya merubah perangainya yang buruk.” Christine menyemangati dirinya sendiri dan mencoba mengabaikan saran serta nasehat dari ibunya.


“Jadi tindakan apa yang harus segera kuambil setelah ini ?” Christine menatap jauh keluar jendela dan memikirkan berbagai alternatif untuk masalahnya ini.


Sementara di rumah Gavin, tepatnya di kamar pria itu.


“Haah...” Gavin menghela nafas panjang kemudian kembali duduk setelah kepergian ayahnya. Kali ini dia tidak duduk di tempat tidur melainkan duduk di lantai dan bersandar ke dinding.


“Semuanya semakin rumit saja. Aku dipaksa menjalani hubungan dengan gadis yang mengaku sebagai tunangan ku demi wanita yang mengaku sebagai ibuku. Kenapa di sini penuh dengan kepalsuan ?” Gavin mengepalkan tangannya dengan erat dan memukulkannya ke lantai karena tak bisa berbuat apapun dalam kondisinya saat ini.

__ADS_1


Di Ottawa, Kyra sedang berada seorang diri di rumah. Gadis itu benar-benar merasa kesepian tanpa kehadiran Alden di sisinya.


“Oh... aku merasa dia tetap berada di sini meskipun dia benar-benar tak ada di sini.” Kyra berdiri depan pintu dapur, menatap kosong ke arah kursi yang biasa diduduki oleh Alden saat mengupas kentang. “Sebaiknya aku kembali ke kamar.”ucapnya karena dia sudah berulang kali bolak-balik masuk ke dapur, masih merasa jika pria itu ada di sana. Dalam satu jam terakhir ini ia sudah masuk ke dapur sebanyak 5 kali.


Di dalam kamar gadis itu merebahkan dirinya.


“Alden... kapan kau kembali ?”ucapnya menatap langit-langit atap rumah yang terlihat ditempati sedikit sarang laba-laba di sudutnya.


Kyra keluar dari kamar dan pindah ke kamar sebelah yang biasa ditempati oleh Alden.


“Hmm...” Kyra mengambil bantal yang biasa di pakai tidur oleh pria itu dan mencium baunya. “Bahkan aroma parfum mu yang sudah berhari-hari ini masih tertinggal di sini.” memeluk bantal Alden sambil menciumnya.

__ADS_1


Setelah satu jam berada di kamar Alden Ia pun kembali ke kamarnya sendiri.


“Aku hanya ingin tahu saja bagaimana keadaannya. Bolehkah aku meneleponnya satu menit saja ?” Kyra benar-benar tak bisa menahan rasa rindunya. Ia my ponsel yang ada di meja dan menghubungi nomor Alden.


“kring... kring... kring...” Alden ke ponselnya yang berdering di atas tempat tidur.


“Siapa yang meneleponku di jam semalam ini.”menatap jam yang tergantung di dinding dan menunjukkan pukul 23.00. Ia pun kemudian berdiri dan duduk di samping ponsel tadi lalu meraihnya.


“Halo Kyra...”ucapnya tiba-tiba menjadi bersemangat setelah membaca namanya. “Maaf aku menelepon mu meskipun kau sudah melarang ku. Sebentar saja.”ucap Kyra.


“Alden... kapan kau pulang ? Sedang apa kau di sana sekarang. Kenapa kau menghubungiku sama sekali beberapa hari terakhir ini ?”tanya Kyra mengajukan banyak pertanyaan yang membuat Alden bingung untuk menjawabnya dan kelabakan.

__ADS_1


“Pelan-pelan saja Kyra. Aku tidak tahu harus menjawabnya dari mana. Aku rindu pada mu. Aku rindu pada mu. Aku merindukan mu.”


__ADS_2