
“Ah... bisa saja kau Kyra memujiku seperti ini di saat kita jauh tapi kenapa saat kita dekat kau tak pernah memujiku sama sekali.”Gavin tersenyum lebar karena merasa senang baru pertama kali ini gadis itu menunjukkan rasa rindu padanya meskipun secara implisit.
Gavin membalas pesan Kyra, meskipun dia tahu mungkin saat ini dia sedang sibuk dalam perjalanan pulang ataupun perjalanan menuju ke outletnya.
...Kyra... terimakasih sudah membantuku meng-handle outlet ku di sana. Aku punya misi di sini. Setelah semuanya beres aku akan kembali. Love you. Jaga kesehatan jangan lupa makan....
“klik...”pintu kamar Gavin terbuka dan ia menatap ke sana. Matthew masuk dan menutup pintunya kembali setelah melihat kondisi di luar kamar aman.
“Bagaimana di kantor hari ini dengan ibumu ?”Matthew terlihat khawatir jika saja istrinya kembali melakukan sesuatu yang tak diinginkan pada Gavin.
“Baik ayah... semua seperti yang jelaskan padaku kemarin. Aku merasa ada data yang mencurigakan namun aku belum mengkroscek ulang. Ini aku menyimpannya di sini.”
__ADS_1
“Nanti biar ku periksa apakah data ini asli atau rekayasa saja.”Matthew menerima flash disk tersebut dan memasukkan dalam saku bajunya untuk ia kroscek ulang nanti tanpa sepengetahuan istrinya. Karena istrinya itu tapi kalau wanita yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya dan kemungkinan besar dia bisa saja memasukkan data-data itu.
Setelah menyerahkan flash disc itu pada ayahnya, Gavin masih terlihat kosong pikirannya seperti cangkang keong yang ditinggal pergi oleh pemiliknya.
“Gavin... apa ada yang mengganggu pikiranmu ?”tanya Matthew.
“Ya ayah. Sampai saat ini Ingatanku belum sepenuhnya kembali. Aku hanya mendapatkan beberapa potong ingatanku. Apa ayah bisa membantuku ?”
Matthew merasa lega melihat senyum yang terkembang di bibir putranya yang baru pertama kali ia lihat setelah beberapa kali bertemu dengannya.
“Ayah pergi dulu. Besok aku akan memberitahu data yang tadi kau berikan padaku mengenai keasliannya.”Matthew menepuk bahu Gavin tiga kali kemudian berdiri dan keluar dari kamar putranya karena dia khawatir jika terlalu lama berada di sana akan ada yang mengetahuinya.
__ADS_1
“Ya ayah.”Gavin pengantar lagi itu indah ke depan pintu dan segera menutup pintunya kembali.
Gavin Kembali ke tempat tidur Setelah berganti baju dengan pakaian santai. Ia kemudian mengambil ponselnya di atas tempat tidur.
“kring...”Gavin melakukan panggilan karena merasa rindu pada Kyra dan ingin mendengarkan suaranya meski beberapa detik saja. “Kenapa tak di angkat ?”gumamnya setelah berulang kali melakukan panggilan.
Gavin menaruh ponselnya ke sampingnya setelah merebahkan diri karena berpikir mungkin saja kekasihnya itu sedang sibuk hingga dia tak bisa mengangkat telepon darinya.
“Huft.... hari yang melelahkan. Meskipun di sini semua fasilitas tersedia dan mudah didapatkan hanya cukup dengan menepuk tangan saja, tapi Aku lebih senang berada di rumah kecil yang aku sewa bersama Kyra.”gumam Gavin yang pikirannya melambung kembali teringat pada Kyra.
Di luar kamar Gavin tepat setelah ayahnya pergi dan kembali ke kamarnya, pelayan yang bertugas menjaga kamar Gavin mulai berjaga di luar kamar.
__ADS_1