
“Gavin kau...” Christine mengakhiri ciuman nya karena tak menyangka saja pria itu menyambut dan membalas cuman darinya.
Feliks merasa senang dengan Christine yang agresif meskipun saat ini gadis yang disukainya itu melihat dirinya sebagai sosok Gavin.
“Christine...” Feliks menyentuh leher gadisnya dan menciumnya. “Gavin... tubuh ku terasa panas sekali. Bisakah kau menolong ku ?” Christine menyentuh pipi Feliks. “Ya aku akan menolong mu.” ia mengeluarkan kamera tersembunyi karena tahu jika di ruangan itu tak ada CCTV lalu melemparnya ke dinding dan segera menantang segalanya.
Christine kembali mencium bibir Feliks. Dan pria itu membalasnya dengan kasar. Yang membuat Christine tak kuasa menahan diri lagi. Tangannya pun bergerak melepaskan satu persatu kancing baju Gavin.
“Ahh...” Feliks mendesau saat gadisnya itu mencium dadanya dan bermain-main di sana.
Christine dalam pengaruh obat semakin liar saja. Ia membuka resleting bajunya dan membiarkan gaunnya itu jatuh menyapu lantai.
Gadis itu menarik kepala Feliks dan membenamkan ke dadanya.
“Ahh...” Christine mendesau saat Feliks bermain-main di sana dan meremasnya dengan lembut. Ia pun mencari resleting celana Feliks dan membukanya lalu melepasnya.
Christine beralih berjongkok di bawah kaki Feliks dan membenamkan kepalanya di sana.
“Aaah....” Feliks mengarang panjang saat gadisnya menghisap dan bermain-main di sana. Mendengarkan suara seksi itu, Christin berdiri dan menekan Feliks berjongkok di bawah kakinya. Ia kemudian membenamkan kepala Feliks. “Aaaaaah...” desah panjang Christine saat pria itu memainkan lidahnya dan menggigit almond.
Christine benar-benar sudah tidak tahan lagi. Ia merebahkan dirinya di tempat tidur dan menarik Feliks ke atas tubuhnya.
“Apa kau tidak akan menyesal nanti ?” tanya Feliks memeluk erat gadisnya. “Tidak sayang. Aku sudah lama menunggu ini.” Christine memeluk pinggang Feliks erat dan melingkarkan kakinya di pinggang pria itu.
“Aah... uuh...” Christine kembali mendesah saat Feliks membenamkan tubuhnya dan bergerak berirama. “Ohh inikah rasanya nikmat surga dunia ? Aku benar-benar mabuk di buatnya.”
Feliks tak malu mengungkapkan rasa cinta pada gadisnya meski ia tahu ada kamera yang merekam nya. Persetan dengan itu semua.” pria itu menjadi liar dan bebas mengeksplorasikan rasa cintanya.
__ADS_1
“Aah... uhh...” Christine kembali mendesah saat Feliks kembali bermain di area dadanya saat pria itu meremas dan menghisapnya hingga tubuhnya gemetar.
Satu jam kemudian Feliks mendesah panjang dan berbaring di samping Christine.
“Sayang... aku sudah memberikan malam pertamaku padamu.” Christine memeluk dan mencium Feliks yang sudah tertidur.
Christine sendiri tidak tahu kenapa dia masih saja merasakan tubuhnya panas. Ia mencium bibir Feliks.
“Christine... ada apa ?” Feliks membuka mata dan mengecup gadisnya. “Bantu aku, tubuh ku belum dingin.” menyentuh pipi Feliks dengan lembut. “Sayang istirahat dulu.”
Namun Christine yang masih dalam pengaruh obat kembali menjadi liar. Ia duduk dan mencium dada Feliks terus hingga ke bawah dan berhenti di bawah pusar.
“Aaah... sayang.” Feliks mendesah lembut saat gadisnya bermain-main di sana. Christine kemudian naik ke atas tubuh Feliks dan berjoget di sana. “Aah... ohh...” desah Christine dan Feliks bergantian.
Feliks pun membalik tubuh Christine dan kembali menguncinya di bawah tubuhnya. Ia kemudian membenamkan dirinya sambil memeluk erat gadisnya.
“Aah... aah... haah...” Christine berteriak melengking dan Feliks segera membekap bibir gadisnya dengan menciumnya. “Pelankan suara mu.” sambil terus bergerak berirama. Mereka berdua merasakan nikmat tiada tara dan tiada bandingannya di dunia ini.
Sementara itu Gavin sudah berada di kamarnya dan tertidur pulas satu jam yang lalu setelah lama mengobrol dengan Kyra di telepon.
Pagi harinya di room 403.
Christine membuka mata dan tersenyum teringat apa yang terjadi semalam antara dirinya dengan Gavin.
“Sayang... !” pekik Christine terkejut saat melihat lelaki yang tidur di sampingnya bukanlah Gavin, melainkan mantan kekasihnya yang ia putus sepihak 30 hari yang lalu. “Kau sudah bangun sayang ?” Feliks membuka mata dan tersenyum kecil menatap gadisnya.
“What's ? **** ! Bagaimana bisa kau ada di sini ?” tanya Christine segera duduk dan memunggungi Feliks. “Aku bertemu Gavin dan menggantikan nya untuk menjagamu.” Feliks ikut duduk dan memeluk gadisnya dari belakang. “Kau yang semalam menarik ku. Kau luar biasa sekali.” Feliks kembali mencium leher Christine dan meremas dada gadisnya.
__ADS_1
“Feliks cukup. Hentikan ! ini semua kesalahan.” teriak Christine berontak. Namun Feliks menarik tubuh gadisnya dan kembali menguncinya.
“Tidak Feliks... hentikan !” Christine berteriak saat lelaki itu membenamkan tubuhnya. “Aaah...” Feliks yang sudah terkumpul kembali energinya bergerak liar dan kasar. Ia juga membalik tubuh gadisnya dan membuatnya menungging.
“Aah... hentikan.” ucap Christine yang menjadi pelan dan menikmati saat Feliks kembali membenamkan tubuhnya meskipun ia kesal pada x-boy friend nya itu.
Di rumah Gavin, terlihat pria itu sudah selesai bersiap untuk berangkat kerja. Ia turun dari lantai menuju ke depan rumah.
“Gadis itu... pasti dia masih bersenang-senang dengan Feliks.” Gavin berhenti di samping mobil Christine yang masih terparkir di sana.
“Tuan silakan masuk.” ucap seorang driver menghampiri Gavin setelah membuka pintu mobil. “Tidak kali ini biar aku menyetir sendiri.” Gavin berbalik lalu masuk ke mobil yang disiapkan untuk dirinya. “Tapi tuan belum hafal jalan nya.”
“Sebenarnya aku sudah mengingat jalannya setelah beberapa kali kau mengantar ku.” Gavin langsung menutup pintu mobil tanpa memberikan kesempatan bicara pada driver.
Ia pun segera melakukan mobilnya keluar dari rumah dan berangkat ke kantor.
“Masalah ku dengan Christine selesai. Dia takkan bisa berbuat apapun lagi padaku. Dan aku bisa kembali fokus pada rencana ku.” gumam Gavin tersenyum lebar menatap jalanan di depannya.
Feliks masih berada di kamar hotel bersama Christine. Ia masih menggendong gadisnya di depan tubuhnya setelah beristirahat satu jam.
“Aaah...” Feliks panjang dan kemudian menurunkan gadisnya dari gendongannya.
“Bastard kau !” maki Christine berjalan dengan kaki gemetar dan muka yang memerah. Ia pun segera memakai bajunya kembali. “Cepat pakai baju mu !” ucap Christine mengambil baju Feliks dan melempar ke mukanya.
Christine duduk dengan tertunduk, berpikir apa yang harus ia lakukan setelah ini.
Feliks selesai mengenakan bajunya. Ia merapat ke dinding dan mengambil kamera kecil yang tertempel di tanpa sepengetahuan gadisnya dan segera menyembunyikannya.
__ADS_1
“Sekarang antar aku ke rumah Gavin. Aku harus mengambil mobilku di sana.” Christine melihat jam dinding dan tersenyum lega setelah jam menunjukkan pukul 09.00 dan itu berarti Gavin tak ada di sana, dan dirinya aman.
“Ya sayang.” Feliks keluar dari kamar hotel dengan menggandeng Christine. Namun gadis itu menarik tangannya dengan keras karena masih kesal pada Feliks yang mengambil keuntungan darinya.