
Pagi hari di gudang tua di rumah Gavin. Terlihat lelaki itu terjaga dan tampak tenang meski dia dalam kondisi terikat seperti seorang tawanan.
Dari luar terdengar suara langkah seseorang menuju ke sana.
“klik...”suara pintu dibuka.
Gavin tidak mempedulikan Siapa yang masuk dan sama sekali tak menoleh ke arah pintu. Dia kemudian menatap sepatu wanita yang berhenti di depannya.
“Gavin.... kau sudah bangun rupanya.”ucap wanita itu berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan.
Gavin hanya diam dan menatap sepatunya saja.
“Apa kau tidak mengingat ibumu ini ?”ucap wanita itu kemudian berjongkok di depan Gavin sambil menyentuh pipinya.
Gavin kemudian menatap wajah wanita di depannya. Dia hanya diam menatapnya dan dia kembali teringat wanita itulah yang menghapus ingatannya dan menyimpan rasa kesalnya sambil mengepalkan tangannya yang terikat.
“Gavin... kenapa diam saja ? Jika kau masih lupa aku akan memberitahumu jika aku ini adalah ibumu.”ucap wanita itu tersenyum lebar memegang dagu Gavin.
“Apa benar kau adalah ibu kandung ku ? Kau selalu menyakiti dan menyiksaku sejak aku kecil hingga saat ini hanya karena kesalahan kecil saja.”batin Gavin muak melihat wajah wanita di depannya itu. Dalam hati Sebenarnya dia marah sekali dan ingin memberi pelajaran wanita itu di tempat atas apa yang telah Ia perbuat semuanya.
“Tahan... aku akan mengikuti rencana ayah.”batin Gavin mulai menurunkan dan meredam amarahnya sampai ke titik minimal.
“Oh... apa benar anda adalah ibuku ? Aku sama sekali tak mengingatnya.”jawab Gavin memasang tampang lugu dan bodoh di depan ibunya.
“Ya tentu saja, kau adalah satu-satunya putraku tersayang.”ucap wanita itu menjelaskan.
“Lalu siapa yang mengikatku di sini ?”balas Gavin memancing.
Victoria tersenyum lebar sebelum menjawabnya, lalu memegang bahu Gavin.
“Oh... itu... aku tidak tahu siapa yang menangkap mu, aku akan mencari tahunya untukmu jika kau berkenan. Perlu kau tahu aku kemari untuk menolong dan membebaskan mu.”ucap wanita itu kemudian bergeser ke samping Gavin.
“Ibu... aku merasa beruntung sekali bisa bertemu denganmu di sini. Tolong bebaskan aku jika begitu.”balas Gavin sambil tersenyum tipis dengan tatapan mengiba.
__ADS_1
“Sepertinya ingatannya memang belum pulih, dan ini kesempatan ku untuk memanfaatkannya.”batin Victoria tersenyum lebar menatap putranya yang tampak tak berdaya itu.
“Tentu saja, ibu akan membebaskan mu.”balas wanita itu singkat.
Victoria kemudian bergeser ke belakang dan melepas tali yang mengikat tangan dan juga tubuh Gavin.
Gavin mengangkat kedua tangannya dan melihatnya sambil tersenyum lebar.
“Ibu.... terima kasih sudah membebaskan aku. tanpa adanya Ibu di sini mungkin aku akan selamanya terikat di sini.”balas Alden memeluk ibunya dengan erat sambil tersenyum kecil.
Victoria kemudian mengajak Gavin keluar dari gudang tua itu dan membawanya masuk ke rumah.
“tap-tap-tap...” wanita itu membawanya berkeliling rumah dan menunjukkan satu per satu ruangan yang ada di sana termasuk kamarnya Gavin.
Sedangkan Gavin yang belum 100% ingatannya boleh merekam semua informasi yang diberikan oleh ibunya itu.
“Tuan muda selamat datang kembali di rumah ini.”ucap beberapa pelayan yang berdiri berjajar menyambut kedatangannya juga memberi hormat padanya.
“huft...”Gavin hanya menatap saja ke arah para pelayan tadi sambil menarik nafas panjang karena dia tidak terbiasa sebelumnya diperlakukan seperti itu.
“Ya ibu terima kasih sudah memberiku fasilitas kemudahan dengan bantuan pelayan.”jawabnya berterima kasih untuk menyanjung ibunya.
“Ini kamar mu.”ucap wanita itu membawanya ke sebuah kamar.
Gavin masuk dan mengamati ruangan itu. Dia semua foto yang tergantung di dinding dan tempat tidur yang terasa sangat familiar baginya.
“Beristirahatlah dulu di sini, aku akan tunjukkan apa ya harus kau kerjakan besok.”ucap wanita itu tersenyum lebar kemudian berjalan keluar dari kamar setelah melihat Gavin duduk di tempat tidur.
Gavin menutup pintu kamar dan berdiri di depan sebuah foto dirinya bersama ayah dan ibunya. Lama dia menatapnya dan berusaha untuk memanggil ingatannya namun sayang dia tak mendapatkan Ingatan tentang foto itu.
Gavin beralih menuju ke sebuah lemari besar dan membukanya. terdapat banyak pakaian branded dengan model terbaru tergantung di sana.
Kemudian dia beralih menuju ke sebuah meja dan ada laci di sana. Dia membukanya dan melihat apa isinya.
__ADS_1
“klak...”tetlihat satu album foto dalam laci itu dan dia mengambilnya.
Gavin membuka album foto itu dan melihat satu per satu fotonya sambil duduk di kursi. Dia melihat beberapa foto dengan memejamkan mata dan beberapa ingatan terlintas setelah melihatnya.
“Mungkin dengan melihat semua barang-barang ku di sini, ini akan menstimulasi pulihnya sebagian ingatanku yang lain.”gumam Gavin mengembalikan album foto tadi ke tempatnya.
Dia membuka laci lain dan mengeluarkan semua isinya dari sana melihatnya satu per satu.
Di lain tempat di Ottawa, polisi bergerak melakukan pencarian Alden setelah menerima laporan yang masuk dari Kyra. mereka menyisir Ottawa untuk mencari Alden.
Di kantor tempat Kyra bekerja, terlihat gadis itu diam termenung dan beberapa kali pikirannya kosong.
Seryn yang ada di sampingnya memperhatikan temannya yang tidak seperti biasanya itu.
“Kyra ada apa denganmu ? Apa Kau ada masalah dengan Alden ? Pagi ini dia tidak mengantarmu ke tempat kerja.”ucap Seryn menoleh ke samping kiri.
“Ahh... tidak... Alden... dia sibuk sekali akhir-akhir ini setelah membuka outlet baru jadi aku tak mau merepotkan nya.”balas Kyra menutupi Jika ada yang tak ada di kota ini saat ini.
“Jadi begitu rupanya.”balas Seryn merasa lega kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai dan hampir kena deadline.
Kyra dia menatap monitor dan memikirkan Alden.
“Alden... sedang apa kau saat ini ? Bagaimana kabarmu ? kau melarang ku menghubungimu tapi kau tidak menghubungi ku.”batin Kyra masih merasa khawatir jika tidak mendapat kabar lagi dari lelaki itu.
Sore hari sepulang kerja, Kyra naik taksi pulang ke rumah. sesampainya di rumah dari situ hanya berganti baju dan meminum dua gelas air mineral saja.
“Alden... tanpa adanya kau di sini, bagaimana dengan bisnismu ? Sebaiknya aku bergegas sekarang ke outlet untuk memeriksa segala sesuatunya di sana.”gumam Kyra juga mengkhawatirkan bisnis Alden jika saja terjadi sesuatu.
Kyra berganti baju kemudian keluar rumah dan memanggil taksi yang lewat di depannya.
Kyra turun di sebuah swalayan dan masuk ke outlet milik Alden. Dia memeriksa bahan, bumbu yang ada di sana, apakah sudah waktunya di tambah atau tidak, juga kelengkapan lainnya.
Setelah selesai memeriksa di satu swalayan, dia dia pun juga Swalayan lain dan memeriksa setiap outlet milik Alden meskipun sebenarnya dia merasa lelah setelah seharian bekerja di kantor.
__ADS_1
BERSAMBUNG...