
Malam hari Alden bersiap untuk pergi ke psikiater. Dia berada di kamar dan berganti baju.
Di kursi depan terlihat Kyra duduk menetap ke arah pintu kamar Alden yang tertutup dan menunggunya keluar.
“kriek...”Alden membuka pintu, keluar kemudian menghampiri Kyra yang masih duduk di sofa.
“Kau sudah siap ? Ayo kita berangkat sekarang.”ucap Kyra berdiri.
Mereka berdua kemudian berjalan bersama keluar rumah.
“Aku atau kau yang menyetir kali ini ?”ucap Kyra memegang kunci motor dan menatap Alden saat berada di depan motor.
Alden tanpa menjawab dan dengan cepat mengambil kunci itu dari tangan Kyra, langsung duduk di depan karena ia takut jika gadis itu yang menyetirnya.
“Cepat jalan.”ucap Kyra tersenyum tipis setelah melihat muka Alden yang ketakutan dengan tawarannya dan sudah duduk di belakangnya.
Motor melaju di jalanan dan mereka berhenti di sebuah rumah sakit.
Alden mengambil nomor antrian kemudian duduk menunggu di samping Kyra yang juga barusan duduk.
Setelah satu jam menunggu namanya kemudian disebut dan dia masuk ke ruangan psikiater bersama Kyra yang mendampinginya.
“Ada yang bisa ku bantu tuan Alden ?”ucap psikiater, seorang wanita berusia paruh baya menatap Alden.
Alden kemudian menjelaskan pada psikiater itu jika dia amnesia dan beberapa kali mendapatkan serpihan ingatannya namun hal itu justru membuatnya stress dan juga takut menerima dirinya yang sebenarnya jika tak sesuai dengan yang diharapkan.
“Bagaimana cara untuk mengembalikan ingatannya dengan segera ?”tanya Kyra menambahkan.
“Untuk mengembalikan ingatan dari seseorang yang amnesia tidak secepat itu nona. Semuanya tidak bisa dipaksakan dan akan berjalan secara alamiah pulih seiring berjalannya waktu. Yang dibutuhkan hanyalah kesabaran dan dukungan orang terdekat di sampingnya tentunya. Untuk me-regain ingatan lamanya di diperlukan stimulasi semisal mengajaknya ke tempat yang menyenangkan, liburan atau melihat berbagai hal dari bersama yang akan membuka ingatannya.”jawab psikiater itu panjang lebar menjelaskan.
Psikiater itu kemudian beralih menatap Alden yang sedikit down dan mencoba membangkitkan spirit nya.
“Tuan hal itu wajar jika anda takut dengan identitas asli anda. Namun sebenarnya tak perlu risau dan takut padahal itu karena tak ada yang sempurna di dunia ini dan semua orang pasti punya keburukan sendiri-sendiri. Dan perlu diingat lagi semua orang bisa berubah untuk memperbaiki kesalahan masa lalunya. Jadi anda tak perlu takut apalagi stres saat melihat serpihan ingatan anda.”ucap psikiater menjelaskan panjang lebar dan hal itu menjawab semua pertanyaan Alden.
Alden nampak puas dengan jawaban psikiater dan dia kembali mengajukan beberapa pertanyaan sampai dia benar-benar merasa lega dengan semua ganjalan dipikirkannya.
__ADS_1
60 menit kemudian Alden keluar dari ruangan setelah selesai berkonsultasi. Dia mendapatkan obat penenang yang harus diminumnya saat dia benar-benar berada dalam kondisinya buruk saja.
Kyra menatap wajah Alden yang sudah lebih tenang dari sebelumnya. Dia pun memegang tangan Alden dan membawanya menuju ke tempat parkir, karena hari sudah malam.
“Aku beruntung di saat aku rapuh ada dia yang selalu menguatkan aku.”batin Alden balas menatap Kyra dan menggenggam erat tangan gadis itu.
“Ayo kita pulang sekarang.”ucap Kyra.
Alden mengambil motor dari tempat parkir dan Kyra segera naik.
Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di rumah. Setelah mengobrol sebentar di ruang tengah Kyra masuk ke kamar untuk beristirahat.
Alden juga masuk di kamar untuk beristirahat. Namun sudah satu jam lelaki itu tak kunjung bisa tidur. Dia gelisah dan merasa tak tenang.
“kriek...”Alden keluar dari kamar dan membuka pintu kamar Kyra.
“Dia sudah tidur rupanya. Padahal aku masih ingin bersamanya karena aku merasa tenang saat berada di dekatnya.”gumam Alden menatap Kyra yang tertidur pulas.
Alden kemudian masuk ke kamar Kyra. Dia duduk di sampingnya dan memperhatikan wajahnya.
“Aah...”Kyra merasa sesak dan membuka matanya. Dia terkejut saat melihat Alden berada di kamarnya dan sedang memeluknya erat.
“Alden... apa yang kau lakukan di sini ? Kembalilah ke kamar mu !”ucap Kyra mendorong tubuh Alden agar menjauh darinya.
Alden tidak melepaskan pelukannya meskipun gadis itu memukulnya.
“Tolong biarkan aku memelukmu sejenak. Aku merasa tidak tenang dan aku mendapatkan ketenangan di sini. Aku janji tak akan terjadi apapun pada kita.”ucap Alden menjelaskan dengan memohon.
Kyra yang awalnya tidak mau Alden menemaninya tidur, akhirnya membiarkan lelaki itu berada di sana untuk sementara waktu setelah mendengar penuturannya.
“Janji... tak akan terjadi apa-apa malam ini.”ucap Kyra memegang pipi Alden dan meremasnya.
“Tak akan... aku janji.”jawab Alden tersenyum kecil dan balas menyentuh pipi Kyra.
“Kenapa kau merasa tenang tidur di sini ?”ucap Kyra lagi.
__ADS_1
“Karena kau.”jawab Alden sambil membelai rambut Kyra. Namun gadis itu hanya diam tak mengajukan pertanyaan lagi.
Kyra mencoba mengingat lagi apa yang tadi diucapkan oleh psikiater padanya.
“Alden... besok aku libur kerja di akhir pekan. Bagaimana jika kita liburan ke suatu tempat saja seperti anjuran dari psikiater tadi ? mungkin saja ingatanmu akan boleh dengan perlahan.”ucap Kyra menatap mata hazel Alden.
“Baiklah.... aku setuju saja kemanapun kau pergi mengajak ku.”balas Alden.
Kyra yang tak terbiasa menatap wajah Alden sedekat ini berbalik miring ke kiri dan memunggunginya.
Beberapa menit setelahnya Alden tak lagi bersuara ataupun bergerak. Kyra kembali miring ke kanan.
“Ternyata dia sudah tidur, cepat sekali.”gumam Kyra melihat Alden sudah memejamkan matanya.
Kyra menatap wajah Alden yang sudah tertidur. Dia menyentuh hidung dan bibirnya.
“Kenapa jadi aku yang tidak bisa tidur seperti ini ?”ucap Kyra mencoba memejamkan mata namun sudah lewat satu jam dia tetap tak bisa tidur juga.
Kyra membolak-balik tubuhnya dengan miring ke kiri dan miring ke kanan. Dua jam berikutnya barulah gadis itu bisa tidur.
Keesokan paginya Alden bangun terlebih dulu. Dia membuka mata dan melihat Kyra masih di sampingnya. Dia mengecup kening gadis itu untuk membangunkannya.
“Alden....”Kyra membuka mata dan segera duduk setelah menarik Alden untuk duduk.
“Aku lihat semalam tidur mu pulas.”ucap Kyra dengan mata yang sedikit berkantung.
“Ya...”jawab Alden singkat sambil tersenyum lebar dan itu membuat Kyra sedikit kesal karena dia seenaknya saja.
Kyra kemudian teringat jika dia akan mengajak lelaki itu liburan.
“Yup... kita bersiap sekarang. Satu jam dari sekarang kita akan berangkat ke Cleveland.”ucap Kyra dengan bersemangat karena dia sendiri sudah lama tidak liburan.
Di lain tempat orang yang di kirim Victoria menyebar mencari keberadaan Gavin. Beberapa masih mencari di sekitar Atlanta, dan salah satu dari mereka saat ini sedang menyisir lokasi di Cleveland.
BERSAMBUNG...
__ADS_1