
Kyra masa ada yang aneh di sini karena seharusnya lelaki itu senang tapi ternyata malah kebalikannya.
“Alden ceritakan pelan-pelan ada apa sebenarnya ?”ucap Kyra lalu melepas pelukannya.
Alden menatap gadis di depannya dengan serius. Dan mulai bicara, menceritakan ganjalan hatinya. Dia menarik nafas dalam-dalam sebelum bercerita.
“Kyra.... a-ku-aku... ku rasa aku bukan lelaki baik. Mungkin saja aku play-boy dan--”Alden tak sanggup meneruskan ucapannya jika dia sudah bertunangan dengan seorang gadis.
“Alden kau sudah berulang kali bicara seperti itu padaku. Dan aku juga sudah berulang kali menyampaikannya padamu, aku tidak mempermasalahkan masa lalu mu. Ya mungkin saja dulu kau memang Playboy tapi sekarang tidak. Katakan pada ku apa kau ingat seorang atau beberapa gadis dari masa lalu mu ?”balas Kyra curiga dan terlihat menatap Alden dengan tatapan menyelidik.
“Tidak... tidak... bukan seperti itu maksudku. Dengar Kyra meskipun nanti ingatan ku sudah pulih 100% dan mungkin saja aku sudah dijodohkan aku akan tetap memilihmu.”jawab Alden melihat Kyra yang sedikit marah padanya tanpa sebab.
“Dan lagi... sepertinya aku tidak diinginkan oleh keluargaku dan aku dibuang. Mereka sengaja menghapus Ingatanku entah apa sebabnya.”jawab Alden menjelaskan jika dia mendapat ingatan itu saat berada di rumah Kyra.
“Kau bilang kau di buang, tak diinginkan oleh keluargamu ?”balas Kyra mengulangi perkataan Alden dan tak percaya pada apa yang diucapkan oleh lelaki itu.
Alden hanya mengangguk menatap Kyra dalam diam. Sementara Kyra merasa nasib Alden hampir sama dengan dirinya.
“Apa kau ingin kembali pada keluarga mu ?”tanya Kyra.
“Tidak untuk sekarang. Sebelum Ingatanku pulih 100% dan aku mengetahui motif sebenarnya.”balas Alden yang entah kenapa jadi kesal dan mengutuk perbuatan orang tuanya yang menghapus ingatannya.
“Kyra aku ingin balas dendam pada pada orang tua ku yang berbuat keji padaku. Apa yang seharusnya aku lakukan ?”ucap Alden mengangkat kepala menatap jauh ke depan sambil mengepalkan tangannya.
“Alden... balas dendam itu tidak bagus apalagi pada orang tuamu sendiri. Kau lihat bagaimana perlakuan orang tuaku padaku tapi aku tak pernah membalasnya.”balas Kyra menjelaskan.
Alden ternyata benar-benar serius kali ini dan tak mendengarkan apa yang diucapkan oleh Kyra.
“Jika menurutmu balas dendam itu tidak bagus maka aku hanya ingin memberinya pelajaran saja.” balas Alden keras kepala dan teguh pada pendiriannya.
“huft....”Kyra hanya menghembuskan saja dan dia tak menanggapi. Dia kemudian berpikir untuk mencari solusi dari permasalahan Alden.
“Menurut ku satu-satunya jalan yang bisa kau tempuh saat ini kau harus sukses dulu baru kau bisa memberikan mereka pelajaran.”balas Kyra setelah berpikir.
__ADS_1
Satu jam kemudian Kyra masa ngantuk dan dia kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Namun di dalam kamar, dia tak bisa tidur setelah mendengarkan cerita dari Alden.
Kyra kalau barangkali memejamkan mata namun pikirannya tetap terjaga. Dia pun akhirnya duduk dan mengambil ponselnya.
“Sebaiknya aku cari informasi saja mengenai identitas sebenarnya Alden.”gumam Kyra.
Gadis itu kemudian mengingat nama yang tadi dibacanya dan mengetik nya. Muncul banyak artikel tentang Gavin Bailey yang tadi hanya dibacanya sepintas.
“Ya... siapa sebenarnya Gavin Bailey ini ?”gumam Kyra penasaran. Gadis itu membaca semua artikel terkait tentang nama itu.
“Jadi Alden adalah pewaris tunggal dari keluarga Bailey yang tersohor di Atlanta ? Tapi kenapa keluarganya membuangnya ? Apa ada sesuatu di antara mereka yang tidak pernah diungkap ke publik ?”gumam Kyra setelah selesai membaca semua artikel terkait Gavin Bailey.
“Mungkin aku bisa mendapatkan informasi lebih detail mengenai hal itu di kantor.”batin Kyra kembali berpikir.
Setelah rasa penasarannya hilang, barulah dia bisa merasakan rasa kantuknya dan tidur.
Pagi hari saat Kyra bangun dia berjalan ke dapur. Dia melihat Alden sudah ada di sana dan terlihat sedang mengupas kentang.
Alden menaruh sebentar pisau dan kentang yang dibawanya ke meja dan beralih menatap Kyra.
“Bagaimana menurut mu jika aku membuka cabang di swalayan ?”ucap Alden bertanya dan menjelaskan jika dirinya ingin memperluas dan memperbesar usahanya saat ini.
Kyra kemudian duduk dan berdiskusi karena waktu masih panjang.
“Lalu bagaimana dengan tenaga mu ? Kau tidak mungkin pontang-panting ke sana kemari kan ?”balas Kyra langsung tanggap.
“Tidak... jadi... aku harus menyiapkan semuanya jadi dan aku akan kerjakan karyawan lagi nanti akan mengolahnya.”balas Alden menjelaskan.
“Aku juga berpikiran jika aku berhasil membuka satu cabang, maka aku akan membuka cabang lain di tempat yang lebih rame dan setelah itu tidak menutup kemungkinan aku akan menambah variasi menunya.”ucap Alden menambahkan.
Kyra hanya mengangguk saja mendengar rencana Alden yang menurut nya memang sebuah rencana yang sempurna.
“Baiklah aku akan menunggu rencana mu selama itu bagus untukmu.”jawab Kyra sambil melingkarkan tangannya di leher Alden.
__ADS_1
Alden menarik gadis itu ke pangkuannya dan memeluknya.
“Argh....Alden apa yang kau lakukan padaku ? Turunkan aku !” ucap Kyra duduk di pangkuan Alden.
“Tidak akan jika kau terus berontak. Jika kau menurut padaku aku akan menurunkan mu.”ucap Alden sambil tersenyum kecil menatap gadis itu.
Kyra berhenti berontak dan Alden melepaskan tangannya, tapi dia langsung mencium bibirnya.
“Emm... Alden...”Kyra mengakhiri ciuman mereka namun Alden kembali menciumnya.
Siang harinya Alden bergerak cepat. Dia pergi ke salah satu swalayan besar dan menemui owner nya lalu bicara dengannya jika dia ingin membuka cabang di tempatnya.
“Boleh sekali tuan kebetulan memang aku juga mencari seseorang yang ingin membuka outlet atau sejenisnya di sini agar semakin ramai.”ucap pemilik ta Swalayan memberi izin dan menyetujui rencana Alden.
“Baiklah tuan sebaiknya kita duduk dulu dan membicarakan hal ini.”ucap pemilik swalayan mengajak Alden untuk masuk ke sebuah ruangan dan berdiskusi di sana.
Alden dan pemilik swalayan terlihat berdiskusi membicarakan detail rencana Alden dan lainnya yang berkaitan dengan hal itu.
Sementara di kantor, terlihat Kyra di sela-sela jam kerjanya mencari artikel tentang keluarga Bailey secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan temannya karena dia tak ingin identitas Alden terbongkar.
“klik...”Kyra menemukan beberapa artikel mengenai keluarga Bailey dan dia mengeprintnya beberapa lembar.
“Sebaiknya aku membacanya di rumah.”batin Kyra masukkan berapa lembar kertas yang keluar dari mesin printer dan memasukkan dalam tasnya.
“Kyra... apa yang barusan kau print ?”tanya Seryn yang sempat melihat gadis itu memasukkan kertas dalam tasnya.
“Ohh... ini... hanya beberapa gambar desain, kau mau ?”jawab Kyra berbohong.
“Tidak....”jawab Seryin menolak tanpa memeriksanya karena dia juga sedang sibuk.
“Untung saja Seryn tidak melihat apa yang aku cetak.”batin Kyra merasa lega, karena ada foto Alden di sana.
BERSAMBUNG....
__ADS_1