Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 140 Mengambil Foto


__ADS_3

Kyra menatap cincin di jari manisnya. Ia tersenyum melihat cincin yang barusan dipakaikan oleh lelakinya yang terlihat berkali-kali lebih bagus daripada cincin pertama yang Gavin berikan padanya, dan ia tahu harganya berkali-kali lipat lebih mahal daripada cincin yang pertama.


“Gavin apa kau yakin ?”


“Ya tentu saja aku yakin padamu. Dengan ini kita resmi bertunangan.” mengecup tangan Kyra. “Maaf tak ada ritual resmi dan hanya secara pribadi seperti ini.” Gavin beralih mengecup dahi Kyra.


Kyra merasa senang mendapatkan cincin resmi pertunangan mereka. Tapi tidak seperti yang diharapkan, gadis itu bukannya tersenyum namun malah mengerucutkan bibirnya.


“Apa kau tidak senang ? apa harganya kurang mahal ?” ucap Gavin melihat gadisnya yang memasang muka cemberut. “Aku tidak mempermasalahkan berapa harga cincin ini.” memegang tangan Gavin dan menunjuk jari tangan pria itu yang bersih tanpa ada cincin di sana. “Kau pamit aku memakai cincin ini tapi kau sendiri tidak memakainya.”


Ya sejak pria itu kembali ke rumahnya, ia sengaja melepas cincin yang ia pakai untuk menghindari pertanyaan dari ibunya. Ia ingin makanya sebagai liontin tapi tidak bisa karena dia sudah memakai liontin identitas keluarganya. Jadi setiap hari ia membawanya meskipun tidak memakainya.


“Baiklah aku akan memakainya kali ini dan tak akan melepasnya.” Gavin mengambil tanda cincin dan menaruh di tangan Kyra. “Ayo sekarang pakaikan cincin ini di jari ku.”


“Kau tidak akan bohong kan ? Setiap hari aku memakai cincin darimu. Tapi kau tidak memakainya, apa kau tak ingin orang mengetahui kau sudah punya kekasih ?”


“Tidak bukan seperti itu. Kau tahu alasannya. Semua karena ibu ku. Dan sekarang aku sudah tidak takut lagi.” Gavin menatap mata gadisnya dengan intens dan mengusap pipinya kalau terlihat sedikit api kemarahan di bola mata Kyra.


“Baiklah.” jawab Kyra singkat. Ia kemudian menyematkan cincin di jari manis Gavin. “Ku harap kau tidak bohong pada ku, dan aku tidak menemukan lagi skandal mu dengan gadis-gadis lain.”


Ucapan Kyra sangat menohok bagi Gavin.


“Tentu saja aku tak akan membuat skandal dengan gadis manapun. Itu masa lalu ku, dan aku sudah menemukan wanitaku sekarang.” menyentuh dagu Kyra. “Lalu apa hadiah yang kau berikan untukku ?”


Kyra hanya tersenyum kecil. Ia pun mengelus pipi Gavin dengan lembut dan mencium bibirnya.


“mmm...” Gavin membalas ciuman Kyra dengan kasar dan intens yang membuat gadis itu memegang dada Gavin dan membuka kancing bajunya satu per satu.

__ADS_1


“Stop.” Gavin mengakhiri ciuman mereka. Ia kemudian membopong Kyra ke kamar.


Kyra kembali mencium bibir Gavin dan tangan nya bergerak aktif hingga membuat semua baju yang mendaftar di tubuh lelakinya terlepas.


Gadis itu berjongkok di bawah kaki Gavin.


“Aaah... sayang...” desah Gavin saat gadisnya bermain-main dan mengulum hingga ke pangkal sambil menghisapnya.


Karena ingin memberikan hadiah yang berkesan, ia pun menarik Gavin ke tempat tidur. Setelah ia melepas bajunya, ia pun duduk di atas tubuh Gavin dan membenamkan diri.


“Aaah....” Gavin mendesah saat gadisnya itu bergoyang di atas tubuhnya dan ia merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa dua kali lipat dari biasanya. “Aku senang kau berinisiatif seperti ini.” Gavin memegang dada Kyra dan meremasnya dengan gemas.


Mereka berdua berganti-ganti posisi hingga satu jam kemudian Gavin menarik tubuhnya dan berbaring di samping Kyra.


“Kau luar biasa.” bisiknya di telinga Kyra sambil memeluknya dari belakang. “I love you.” Kyra mengecup bibir Gavin dan balas memeluknya setelah tubuhnya terasa lemas namun bergetar hingga ke ujung jari kaki dan membuatnya merasa ngantuk.


Dua hari kemudian di siang hari.


“Kring...” suara ponsel Gavin yang berdering.


Pria itu menoleh ke arah ponselnya yang ia taruh di meja dan segera mengambilnya.


“Feliks ?” merasa aneh mimpi basah aja temannya itu menelepon. “Ya Feliks ada apa ?” jawabnya setelah mengangkat telepon.


“Aku ada di cafe Golden Rocket di dekat kantor mu. Datang lah kemarin sebentar menemani ku. Aku ingin berterima kasih padamu. Berkat kau, Christine sering mencari ku setiap hari, maksud ku hubungan kami lebih baik dari sebelumnya.”


“Feliks aku banyak kerjaan.” Gavin ingin menolak karena memang banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. “Ayo lah kawan, sebentar saja.” Feliks terus mendesak.

__ADS_1


“Ya baiklah tunggu di sana tapi aku tak bisa berlama-lama di sana.”


Gavin kemudian menutup telepon dan ia menuju ke mobilnya yanf terparkir. Ia menuju ke Cafe Golden Rocket yang berjarak 500 meter dari kantornya berada saat ini.


“Gavin di sini.” Feliks Melambaikan tangannya saat melihat temannya itu datang dan mencari keberadaannya. “Hey... tumben kau mampir ke sini.” Gavin duduk di depan Feliks.


“Ya... aku mampir ke sini setelah pulang dari rumah Christine.”


“Wah aku tak mengira hubunganmu dengannya menjadi sebagus ini.” Gavin menepuk bahu Feliks dan tersenyum kecil karena akan ada lagi yang akan mengusik hubungannya dengan Kyra.


“Cincin di jari mu itu ?” Feliks melihat cincin berkilauan di jari Gavin. “Oh ini... aku sudah bertunangan dengan kekasih ku, tunangan secara pribadi belum resmi.” jawabnya tersenyum lebar dan bangga akan hal itu.


Mereka berdua kemudian mengobrol ringan hingga dua puluh menit lamanya.


“Gavin aku ke toilet sebentar.” Feliks tiba-tiba berdiri dan minta izin pergi ke toilet. “Ya silahkan.”


Pria itu kemudian berjalan menuju ke toilet. Dua menit setelah kepergiannya, Andrea yang memang sudah menunggu di sana dari tadi di tempat yang tersembunyi muncul secara tiba-tiba.


“Itu dia Gavin.” Andrea mencari keberadaan Gavin dan menemukan tempat duduknya. Ia kemudian menuju ke tempat Gavin berada.


“Hai Gavin...” sapanya setelah sampai di meja Gavin. “Andrea... bagaimana kau bisa ada di sini ?” Gavin yang menghabiskan satu gelas minuman yang ada di meja menatap suara yang memanggilnya.


“Aku kebetulan kemari setelah isi bbm di pom bensin, untuk makan siang sebentar.” ia pun duduk tanpa Gavin mempersilakannya untuk duduk.


“Bagaimana kabar mu ?” Andrea bertanya dan menggeser duduknya dekat dengan Gavin. “Seperti yang kau lihat aku baik. Bagaimana dengan mu ?” balas bertanya. “Aku juga baik.”


Andrea terus mengajak Gavin mengobrol dan ia pun sesekali merangkul pria itu. Dari arah kejauhan tanpa Gavin ketahui, Feliks memantau mereka berdua.

__ADS_1


“klik...” Feliks mulai mengambil foto-foto mereka berdua.


“Andrea kenapa dia tiba-tiba merangkul ku seperti ini ?” Gavin merasa risih ada seorang gadis yang menyentuhnya. Ia bergeser menjauh namun gadis itu ikut bergeser mendekatinya. Bahkan tangannya kini sudah berada di paha Gavin.


__ADS_2