
Hingga lewat tengah malam Kyra tak bisa tidur dan memejamkan mata sedikitpun. Dia masih terjaga dan memegang ponselnya, menatapnya dengan gelisah.
“Hiss... lagi-lagi masih tidak aktif nomor ponselnya Alden. Kemana dia sebenarnya ?”pekik Kyra khawatir saat mengulangi kembali menelepon Alden dan ternyata masih sama, tetap tidak tersambung.
Gadis itu berulang kali menelepon Alden hingga baterainya lowbat dan sampai mengecas nya kembali.
Jam 02.00
Kyra yang merasa lelah dan putus asa mencoba menghubungi Alden akhirnya menyerah dan merebahkan diri di tempat tidur sambil memejamkan matanya untuk sejenak.
Di lain tempat di Atlanta. Dua jam yang lalu, dua buah mobil metalik masuk ke rumah mewah Victoria.
Wanita itu ternyata masih terjaga dari tidurnya. Dia segera keluar dari rumah saat mendengar suara mobil yang terparkir di depannya.
“klak...”pintu mobil terbuka dan beberapa orang lelaki turun dari dalamnya.
Victoria tak sabar berjalan dan dia pun berlari menghampiri utusannya.
Seorang body guard mengeluarkan Gavin dari dalam mobil masih dalam keadaan tak sadar dan membawanya ke depan Nyonya mereka.
“Ini nyonya, tuan Gavin.”ucap seorang body guard.
Ibunya Gavin kemudian maju dan berjongkok di depan putranya. Dia kemudian menyentuh pipinya dan memegang dagunya.
“Gavin... kau akhirnya kembali juga ke rumah. Meski kau tak tahu jalan pulang kemari tapi aku bisa menemukanmu di manapun kau berada.”ucap wanita itu tersenyum lebar kemudian menarik tangannya.
“Bawa dia ke gudang sekarang juga ! Ikat yang kuat dan pastikan jangan sampai dia kabur !”ucap wanita itu memberi perintah.
“Baik nyonya.”jawab mereka singkat.
Para dekat tadi kemudian membawa tubuh Gavin menuju ke sebuah gudang tua yang ada di belakang rumah.
Kembali ke masa sekarang. Matttew saat ini berada di kamar dan dia merasa ingin pergi ke toilet untuk buang air kecil. Lelaki itu bangun dan berjalan menuju ke toilet.
Di tengah jalan jauh dari toilet dia melihat mobil metalik parkir di depan rumah dan terdengar suara derap langkah kaki menuju ke suatu tempat.
__ADS_1
“Kenapa para utusan Victoria malam-malam begini berisik. Apa yang mereka lakukan di sana ?”gumam lelaki itu melihat banyak boneka berhenti di depan gudang dan masuk ke dalamnya.
Lelaki itu kemudian bersembunyi di balik tembok saat Body guard tadi keluar dari gudang dan berjalan ke arah dirinya berada, agar tidak ketahuan.
Sepuluh menit kemudian saat suasana kembali sepi dan dua mobil metalik tadi keluar dari rumah, Matthew keluar dari persembunyiannya.
Dia berjalan menuju ke gudang tempat bodyguard tadi berada.
“Ohh... gudang ini sudah dikunci.”ucap Matthew pemegang handle pintu yang ternyata tidak bisa dibuka.
“Aku hanya ingin tahu saja Kenapa mereka tadi ke sini ? Dan juga apa yang mereka bawa ke sini ?”batin Matthew dengan penasaran.
Lelaki itu kemudian berjalan menuju ke jendela yang terletak tinggi, dua meter di atasnya.
“srak...”Matthew mencari sesuatu yang bisa ia pakai sebagai pijakan dan menemukan sebuah kursi tak terpakai kemudian menggesernya ke bawah jendela.
Lelaki itu melihat ke sekitar, dan suasana di sana sepi hanya ada dirinya seorang. Matthew segera naik ke kursi untuk melihat apa yang ada di dalam gudang.
“Gavin... astaga... ! Victoria berhasil menangkap dia rupanya !”pekik lelaki itu terkejut saat melihat Gavin berada di gudang dalam keadaan terikat dan tak sadarkan diri.
Dia mengulangi memanggil nama Gavin berulang kali namun tetap saja, Gvin yang berada dalam pengaruh bius belum sadarkan diri.
“huft....pasti dia masih dalam pengaruh bius.”batin Matthew merasa sia-sia saja memanggilnya dan malah kemungkinan jika terus memanggilnya dia akan membangunkan istrinya.
Matthew turun dari kursi dan mengembalikan kursi dari ke tempat semula agar tak ada yang curiga. Dia kemudian berjalan cepat kembali ke dalam rumah lalu masuk ke ruangan tempat menyimpan semua kunci berada.
“Jika tidak salah kunci gudang tua itu adalah ini.”ucap Matthew lirih mengambil sebuah kunci tergabung dengan beberapa kunci lainnya.
Lelaki itu segera keluar dari ruang kunci dan berjalan dengan mengendap mengendap sebelum ada yang mengetahuinya masuk ke sana.
Matthew Kembali menuju ke gudang tua dan membawa spray yang ia ambil dari meja makan.
“klik... !”Matthew membuka pintu gudang, lalu masuk ke sana dan menutup kembali pintunya dengan pelan.
Di dalam ruangan lelaki itu berjalan cepat dan menghampiri Gavin. Dia pun berjongkok di samping Gavin.
__ADS_1
“Gavin... bangun, ayah datang.”ucap lagi itu memanggil namanya mencoba untuk membangunkannya, namun sepertinya obat biasa diberikan terlalu kuat sehingga membuat Gavin tak sadar juga.
“pyuk... pyuk... pyuk...”Matthew menyemprotkan sprei yang dia bawa ke muka Gavin berulang kali dan akhirnya lelaki itu membuka matanya.
Gavin lucu sekali saat melihat lelaki yang mengaku sebagai ayahnya ada di depannya, juga dia berada di sebelah ruangan tua dalam kondisi terikat.
“Dimana aku ?”ucap Gavin masih merasakan pusing, menatap ayahnya.
“Kau di Atlanta, kembali ke rumah. Ibu mu berhasil menangkap mu.”jawab Matthew menjelaskan.
“Ayah... tolong lepaskan aku.”ucap Gavin sambil menggerakkan tubuhnya berusaha untuk melepaskan diri.
“Gavin... untuk saat ini aku tidak bisa membantumu, kau tahu sendiri seperti apa Ibumu itu. Tapi aku akan memantau mu. Begini, besok pagi pasti wanita itu masuk ke sini dan kau bla-bla-bla...”ucap Matthew menjelaskan panjang lebar dan juga menjelaskan rencananya untuk mengelabui Victoria.
Gavin hanya diam dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh ayahnya itu dan merekamnya dengan baik.
“Aku akan pergi dulu sebelum ada yang mengetahui aku masuk ke sini.”ucap lelaki itu berdiri.
“Tunggu, tolong jangan pergi dulu.”ucap Gavin.
Matthew kemudian berhenti dan kembali berjongkok serta menanyakan ada apa putranya itu menghentikan dirinya.
Gavin lalu meminta ayahnya untuk mengeluarkan ponsel dari saku bajunya, karena jadi ingat yang pertama kali setelah sadar adalah Kyra. Dan dia yakin gadis itu pasti khawatir sekali padanya.
Gavin meminta ayahnya untuk mengirim pesan kepada Kyra sebelum dia keluar dari gudang tua.
Matthew menuruti permintaan putranya dan segera mengembalikan ponsel itu ke tempatnya setelah mengirim pesan itu pada Kyra. Dia dia pun segera keluar dari gudang tua dan menguncinya kembali.
Matthew kembali ke kamarnya setelah mengembalikan kunci ke tempat penyimpanan kunci berada.
Pagi hari Kyra bangun dan hal pertama yang diambilnya adalah ponsel. Dia terkejut sekali saat melihat ada pesan masuk untuknya terlebih pesan itu dari Alden.
“Pesan dari Alden rupanya.”Dia pun kemudian membaca isi pesan itu yang menyampaikan jika Alden di bawa oleh bodyguard Ibunya dan saat ini berada di rumahnya sendiri. Dia juga menyampaikan pada Kyra tak perlu khawatir padanya. Dan dia akan kembali namun tidak menyebutkan waktunya, serta tak perlu menghubungi dirinya.
“Alden... apa mereka menculik mu ?”gumam Kyra sedikit lega meskipun dia merasa semakin cemas.
__ADS_1
BERSAMBUNG...