Terpikat Pada Pria Gila

Terpikat Pada Pria Gila
Eps. 108 Munculnya Reaksi


__ADS_3

Lawrence kemudian berbicara sedikit pada Gavin.


“Tuan Gavin semoga ingatanmu benar-benar sudah kembali. Dalam waktu 24 jam dari sekarang kau akan menerima efek samping dari terapi ini. Namun jika kau berhasil dan bisa mengatasinya, maka kondisi mu akan stabil. Jika kau mengalami kesulitan, maka paling parah kau akan mengalami seperempat kerusakan saraf di bagian motorik.” ucapnya kembali menjelaskan panjang kali lebar tentang bahaya yang masih belum dilewati.


Deg


“Jadi...kondisi ku saat ini belum permanen dan stabil ?” ucap Gavin terkejut dan seketika menjadi syok.


“Gavin tenangkan dirimu. Kau bisa melewati sesi ini berarti kau bisa mengatasi efek samping yang akan muncul dalam waktu dekat ini.” Matthew menyemangati Gavin yang terlihat down.


“Lawrence aku sangat berterima kasih sekali padamu. Berkat mu putra ku bisa kembali ingatannya. Kami pergi dulu.” Matthew berpamitan pada temannya itu setelah melihat jam yang melingkar di tangannya dan menunjukkan pukul 20. 00.


“Ya sama-sama kawan. Aku tunggu kabar baiknya besok. Kabari aku jika terjadi sesuatu pada putra mu.” Lawrence mengantar temannya itu hingga keluar pintu dan baru kembali masuk setelah mobil mereka meluncur keluar dari tempat prakteknya.

__ADS_1


Di dalam mobil Gavin duduk dengan tenang bersandar ke kursi menatap jalanan di depannya. “Ya jalanan ini aku sudah mengingatnya. Ini jalan pintas menuju ke rumah yang hanya ditempuh dalam waktu 10 menit saja.”


“Gavin ingatanmu benar-benar kembali, syukurlah.” Matthew menoleh ke samping menatap Gavin dan merasa lega sekali. “Jangan sampai ibumu tahu ingatan mu telah kembali.” mengingatkan kembali karena biasanya anak lelakinya itu ceroboh.


“Ya ayah tenang saja. Aku akan tetap berpura-pura amnesia di depan ibu dan lainnya hingga rencana kita berhasil.”balasnya dengan ratapan mata yang masih tenang.


Sepuluh menit kemudian mereka tiba di rumah.


“Itu kan mobil nya Christine, kenapa dia ada di sini ?” Gavin seketika mengingat mobil fyord favorit tunangannya. “Melelahkan saja.” desahnya lagi.


“Temui saja dia dan asahlah akting mu.” Matthew menimpali singkat Sebelum turun dari mobil.


“Tentu ayah.”jawab Gavin singkat. mereka berdua kemudian berjalan masuk ke rumah.

__ADS_1


“Mungkin itu Gavin, tante.” Christine ketika berdiri saat mendengar suara dalam langkah kaki masuk ke ruang tamu.


“Gavin... !” Christine seketika berhambur menghampiri pria itu dan langsung menarik tangannya untuk duduk. “Kau dari mana saja ? Aku sudah lama menunggumu.” tanya Christine dengan manis.


“Aku mengajaknya berkeliling saja ke sekitar. Siapa tahu ingatannya bisa kembali.” Celetuk Matthew namun Victoria segera menariknya ke sisinya.


“Sayang sebaiknya kita tinggalkan saja mereka berdua. Christine sudah lama menunggu kalian kembali.” Victoria berbisik lirih di telinga Matthew.


“Christine, om dan tante ada urusan sedikit. Kami pergi dulu.” Matthew berpamitan kemudian masuk ke dalam bersama Victoria dan meninggalkan Gavin.


“Ya om dan tante. Terimakasih.” jawabnya tersenyum lebar karena punya waktu privasi dengan Gavin.


Christine menarik Gavin duduk dan masih memegang tangannya. “Sayang... aku senang bisa bertemu kembali denganmu. Meski saat ini kau amnesia.” menatap Gavin dengan intens. “Maukah kau mendengar ceritaku tentang hubungan kita sebelumnya ?” bercerita hubungan mereka dan tentu saja Christine memanfaatkan kesempatan yang ada.

__ADS_1


Ia mengarang cerita yang indah seperti di negeri dongeng. Namun di tengah pembicaraan, tiba-tiba Gavin berkeringat dingin sambil memegang kepalanya.


__ADS_2